web analytics
  

Aung San Suu Kyi Akhirnya Buka Suara soal Muslim Rohingya

Selasa, 19 September 2017 11:53 WIB Andres Fatubun
Umum - Internasional, Aung San Suu Kyi Akhirnya Buka Suara soal Muslim Rohingya, Myanmar, rohingya, muslim rohingya, bangladesh, krisis kemanusiaan, genosida, Aung San Suu Kyi

Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi saat menyampaikan pidatonya soal etnis Rohingya, Selasa (19/9).

NAYPYIDAW, AYOBANDUNG.COM -- Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi akhirnya angkat suara soal bencana kemanusiaan yang menimpa kelompok minoritas muslim Rohingya di sebelah utara negara bagian Rakhine. Pernyataannya itu disiarkan langsung di televisi pada Selasa (19/9) setelah ia mendapat kecaman dari dunia internasional.

San Suu Kyi mengatakan ia tidak takut dengan kritikan pedas dari dunia internasional.

"Pemerintah Myanmar tidak pernah menyalahkan atau melepaskan tanggung jawabnya. Kami mengecam semua tindakan yang melanggar hak asasi manusia dan tindakan kekerasan," katanya. Ia menambahkan pemerintahnya akan teguh menegakkan perdamaian dan keadilan di seluruh negeri. 

Pidatonya itu merupakan yang pertama sebagai pemimpin de fakto Myanmar sejak krisis kemanusiaan Rohingya pecah. 

Cerita pembunuhan, pemerkosaan, dan penyiksaan yang dilakukan oleh militer pemerintah terhadap etnis Rohingya menjadi hal yang umum di wilayah pengungsian di perbatasan Myanmar-Bangladesh.  

Seiring dengan jumlah pengungsi yang berduyun-duyun keluar dari Rakhine, perhatian dunia internasional pun semakin membesar. Dunia luar mengecam aksi pasif San Suu Kyi yang membiarkan ratusan ribu etnis Rohingya mengalami kelaparan di pengungsian dan terkesan membiarkan aksi represif militernya.  

"Faktanya ada tuduhan dan ada yang balik menuduh dan kami harus mendengarkan mereka semua berdasarkan bukti yang nyata, sebelum kami mengambil tindakan," jelas San Suu Kyi.

Ia mengatakan Rakhine yang bergejolak adalah bagian kecil dari kompleksitas Myanmar yang sedang membangun sistem demokrasi. Ia mengibaratkan Rakhine sebagai orang yang terkena berbagai penyakit.

"Myanmar masih muda dan rentan dalam menghadapi masalah, tapi kami akan mengatasinya. Kami tidak bisa hanya berfokus pada masalah Rakhine saja," lanjutnya.

Meski mendapat kecaman dari sejumlah pemimpin dunia, nama San Suu Kyi tetap popular di negaranya. Di Yangon, kota terbesar di Myanmar, pendukung San Suu Kyi mengatakan dunia internasional tidak memahami persoalan sebenarnya. 

Dalam unjuk rasa pada Senin (18/9) para pendukung San Suu Kyi membawa poster bergambar Malala Yousafzai yang disilang. Dibawahnya tertulis "Memalukan, jika tidak tahu masalah sebenarnya lebih baik diam." Aksi itu ditujukan pada penerima nobel perdamaian asal Pakistan, Yousafzai, yang mengkritik San Suu Kyi yang diam melihat pembantaian terhadap muslim Rohingya.

Pekan ini, San Suu Kyi yang juga pernah menerima nobel perdamaian membatalkan kunjungannya ke Majelis Umum PBB. Sebagian pihak menyatakan ia menghindari sorotan dan kecaman yang lebih luas jika hadir di acara tersebut. 

Editor: Andres Fatubun

terbaru

Tidak Ada Upacara Kenegaraan untuk Pangeran Philip, Ini Alasannya

Internasional Sabtu, 10 April 2021 | 07:42 WIB

Mendiang suami Ratu Inggris Elizabeth, Pangeran Philip, tidak akan dimakamkan dengan upacara kenegaraan karena pembatasa...

Umum - Internasional, Tidak Ada Upacara Kenegaraan untuk Pangeran Philip, Ini Alasannya, Pangeran Philip,Pangeran Philip meninggal,Ratu Inggris Elizabeth,Ratu Elizabeth II,Upacara Kenegaraan,Upacara Pemakaman Pangeran Philip,Kerajaan Inggris

Ini Profil Pangeran Philip, Suami Ratu Elizabeth II Meninggal Dunia

Internasional Sabtu, 10 April 2021 | 06:32 WIB

Kabar duka datang dari Istana Buckingham Inggris, Pangeran Philip yang merupakan suami Ratu Elizabeth II meninggal dunia...

Umum - Internasional, Ini Profil Pangeran Philip, Suami Ratu Elizabeth II Meninggal Dunia, Pangeran Philip meninggal,Profil Pangeran Philip,Biodata Pangeran Philip,Ratu Elizabeth II

Belanda Batasi Penggunaan Vaksin AstraZeneca untuk Lansia

Internasional Sabtu, 10 April 2021 | 05:30 WIB

Pembatasan penggunaan vaksin AstraZeneca dilakukan sejumlah negara dunia, usai ditemukannya efek samping langka pembekua...

Umum - Internasional, Belanda Batasi Penggunaan Vaksin AstraZeneca untuk Lansia, vaksin AstraZeneca,Belanda,Vaksinasi Lansia,Vaksin Covid-19

Inggris Berduka, Pangeran Philip Meninggal

Internasional Jumat, 9 April 2021 | 18:35 WIB

Berita Duka datang dari Kerajaan Inggris. Pangeran Philip, suami Ratu Elizabeth meninggal di usia 99 tahun.

Umum - Internasional, Inggris Berduka, Pangeran Philip Meninggal, Inggris Berduka,Berita Duka Kerajaan Inggris,Kerajaan Inggris,Pangeran Philip,Pangeran Philip meninggal,Ratu Elizabeth,Duke of Edinburgh,Berita Duka,Penyebab meninggal Pangeran Philip

Umrah Tanpa Izin Saat Ramadan Dikenakan Denda 10 Ribu Riyal

Internasional Jumat, 9 April 2021 | 12:36 WIB

Siapa pun yang ditemukan berusaha melakukan umroh selama bulan suci Ramadhan tanpa memiliki izin resmi akan didenda 10 r...

Umum - Internasional, Umrah Tanpa Izin Saat Ramadan Dikenakan Denda 10 Ribu Riyal, umrah ramadan,umrah tanpa izin,umrah ilegal,Ramadan 2021,Arab Saudi

Kartu Pos Awak Titanic Akan Dilelang dengan Harga Rp200 Juta

Internasional Kamis, 8 April 2021 | 17:50 WIB

Sebuah kartu pos yang ditulis oleh seorang awak kapal RMS Titanic akan dilelang dan harga ditaksir mencapai Rp 200 juta...

Umum - Internasional, Kartu Pos Awak Titanic Akan Dilelang dengan Harga Rp200 Juta, kartu pos awak titanik,kartu pos awak titanik dilelang,awak titanik,kartu pos titanik

Hijrah dari Alfabet Kiril, Uzbekistan Akan Gunakan Aksara Latin

Internasional Kamis, 8 April 2021 | 11:30 WIB

Setelah merdeka dari Uni Soviet, Uzbekistan menggunakan aksara kiril atau cyrilic.

Umum - Internasional, Hijrah dari Alfabet Kiril, Uzbekistan Akan Gunakan Aksara Latin, alfabet,Latin,Kiril,cyrilic,Uzbekistan

Penyerangan Penjara Membuat 1.800 Narapidana Kabur di Nigeria

Internasional Kamis, 8 April 2021 | 10:35 WIB

Baku tembak pun tak terhindarkan, antara kelompok penyerang dengan petugas penjaga.

Umum - Internasional, Penyerangan Penjara Membuat 1.800 Narapidana Kabur di Nigeria, Penyerangan Penjara,Narapidana Kabur,Nigeria,Presiden Nigeria Muhammadu Buhari,Negara Bagian Imo
dewanpers