web analytics
  

E-Tilang, Obat Mujarab untuk Pelanggar Lalu Lintas?

Rabu, 13 September 2017 19:37 WIB Anggun Nindita Kenanga Putri
Bandung Raya - Bandung, E-Tilang, Obat Mujarab untuk Pelanggar Lalu Lintas?, e-tilang,e-tilang bandung,e-tilang polrestabes bandung,tilang kota bandung,polrestabes bandung,efek jera tilang,pelanggar lalu lintas

Sejumlah kendaraan roda dua dan empat sedang mengantre di salah satu setopan di Kota Bandung, Rabu (13/9/2017).(Anggun)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM—Beberapa hari terakhir jagat dunia maya dihebohkan video viral anak SMA yang melanggar lalu lintas di Jalan Pahlawan Bandung.

Siswa SMA tersebut terpaksa harus turun dari motor karena tidak mengenakan helm.

Fenomena tersebut memunculkan desakan dari sebagian masyarakat di Kota Bandung untuk menerapkan e-tilang untuk memberikan efek jera bagi pelanggar lalu lintas.

E-tilang sebenarnya bukan merupakan hal baru. Pada Desember 2016, wacana e-tilang sudah marak dibicarakan salah satunya DKI Jakarta.

Wakil Kepala Korlantas Polri Indrajit mengatakan proses penyelesaian denda tilang akan menjadi lebih mudah dan singkat dengan e-tilang.

"Barang bukti yang baru disita dapat diambil saat itu juga apabila pelanggar membuktikan telah membayar denda maksimal," ucap Indrajit dikutip dari Kumparan.

E-tilang akan dikembangkan oleh Polri bersama Kejaksaan RI, Mahkamah Agung RI, dan Bank BRI.

Korlantas saat ini juga sedang mengembangkan sebuah portal online untuk memudahkan para terlanggar mengecek proses penilangan. Portal ini rencananya akan difasilitasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Tata Cara e-tilang

Polisi akan melakukan penindakan terhadap pengemudi yang melanggar lalu lintas. Sebelum melakukan e-tilang, polisi memasukkan data tilang pada aplikasi.

Pelanggar harus memberikan data yang benar, yakni berupa nomor KTP, nomor polisi kendaraan, dan terutama nomor ponsel, karena proses selanjutnya membutuhkan nomor ponsel yang valid. Pada tahap ini, polisi juga menentukan pasal yang dilanggar pengemudi.

Setelah didata, pelanggar mendapatkan notifikasi nomor pembayaran tilang.

Notifikasi berupa SMS ini memberitahukan nomor pembayaran tilang dan nominal pembayaran denda maksimal sesuai dengan pasal yang dilanggar. Untuk mempermudah masyarakat maka pembayaran bisa dilakukan di jaringan perbankan mana pun.

Setelah membayar, pelanggar dapat mengambil barang bukti yang disita, bisa berupa SIM, STNK, atau kendaraannya, dengan menunjukkan bukti pembayaran.

Bila tidak bisa menghadiri persidangan, pelanggar tidak perlu datang ke persidangan karena bisa diwakili petugas. Namun bila tidak hadir, konsekuensinya pelanggar tidak bisa membela diri dalam persidangan.

Proses sidang akan memutuskan nominal denda tilang dan putusannya. Setelah itu, putusan tilang dieksekusi. Pelanggar selanjutnya akan mendapatkan notifikasi SMS berisi informasi putusan dan jumlah denda.

Di sana juga terdapat jumlah uang yang tersisa dari denda maksimal yang telah dibayarkan sebelumnya. Sisa denda tilang ini dapat diambil di bank dengan menunjukkan SMS dari Korlantas atau bisa ditranser ke rekening pelanggar.

Kasatlantas Polrestabes Bandung AKBP Maryono mengatakan e-tilang tidak jauh berbeda dengan tilang pada umumnya. Namun e-tilang, tidak hanya memberikan manfaat kepada masyarakat, tapi kepada pihak kepolisian.

"Hampir di semua negara maju sudah menerapkan sistem tilang elektronik dan tidak harus sidang pengadilan. Apalagi di negara lain tilang kan denda administrasi, bukan pidana sementara di Indonesia berupa denda pidana," katanya.

Ia menambahkan e-tilang tidak akan bersifat sementara. Melainkan, terus berkembang dengan dukungan dari seluruh pihak agar terbiasa dan beralih dari sistem yang ada sebelumnya.

Di samping itu, akan ada sisi positif lain dari e-tilang. Misalnya, untuk mengurangi tindak korupsi yang biasa dilakukan oleh aparat penegak hukum yang tidak bertanggung jawab kepada pelanggar.

E-tilang ini memiliki manfaat utama yaitu untuk memudahkan masyarakat. Karena masyarakat sudah tidak perlu lagi mengikuti sidang pengadilan yang sangat menyita waktu.

Sistem yang ada pada e-tilang ini memungkinkan pihak kepolisian mengecek data pembayaran secara langsung. Ke depan, sistem ini juga akan dibuat terpadu dengan server SIM dan STNK. Sehingga bila ada pelanggar yang belum menyelesaikan kewajibannya, mereka tidak bisa memperpanjang surat menyurat kendaraan tersebut.

Untuk memberlakukan e-tilang di Kota Bandung, ujar dia, harus melalui kajian khusus. Tapi pihaknya sudah melakukan kontrol lebih ketat terhadap perilaku berlalu lintas dengan memaksimalkan penggunaan e-CCTV.

Sejumlah jalanan di Bandung pun kini menjadi sorotan pengamatan, seperti di Jalan Pahlawan dan Jalan Buah Batu yang padat dan rawan akan pelanggaran.

Pro dan Kontra Penerapan E-tilang

Pakar transportasi ITB Sony Sulaksono mengungkapkan bila penerapan e-tilang di Kota Bandung belum tentu bisa menertibkan perilaku masyarakat yang suka melanggar lalu lintas.

“Pemantauan dari CCTV hanya sebagai kontrol. Untuk membuat masyarakat menjadi taat aturan diperlukan langkah yang lebih jauh dari sekedar memerhatikan atau mengontrol,” ujarnya.

Apalagi, e-tilang memiliki alur yang panjang dan memakan banyak waktu.

“Dari pendataan hingga surat tilangnya sampai kepada yang bersangkutan. Bukankah itu membutuhkan jeda waktu? Sedangkan kalau tidak ditindak dengan cepat, para pelanggar tidak bisa mendapat efek jera,” jelasnya.

Memperkenalkan budaya tertib berlalu lintas seharusnya menjadi ajaran pokok yang sudah dikenalkan sejak dini.

Ia mencontohkan seperti negara Jepang yang sudah menjadikan aturan yang tertib masuk ke dalam kurikulum sekolah.

Masyarakat sendiri ternyata beberapa belum  mengetahui wacana e-tilang akan diberlakukan. Salah satunya adalah Joko Marwadito, seorang mahasiswa di salah satu universitas di Bandung. “Oh saya belum tahu akan ada e-tilang,” ujarnya.

Jangankan wacana e-tilang, Joko malah menyesalkan tentang beberapa CCTV yang dipasangkan di jalanan masih banyak yang mati.

Toh CCTV juga banyak yang enggak jalan. Bagaimana mau dipantau kalau CCTV nya saja didiamkan saja tidak diperbaiki?” ungkapnya.

Tapi ada juga masyarakat yang menyambut baik soal adanya e-tilang. Seperti yang diungkapkan oleh Muhammad Fatur.

Ia mengaku pernah beberapa kali kena tilang dan mengurus surat yang butuh waktu lama.

“Kalau ikut sidang dan lain-lainnya kadang suka lama prosesnya,” ujarnya.

Editor: Adi Ginanjar Maulana

terbaru

Ngabuburit di Rel Kereta Api Bisa Didenda Rp15 Juta

Bandung Jumat, 16 April 2021 | 21:12 WIB

Di perlintasan dekat Stasiun Kiaracondong, warga nongkrong di area rel kereta api yang seharusnya tidak boleh dimasuki.

Bandung Raya - Bandung, Ngabuburit di Rel Kereta Api Bisa Didenda Rp15 Juta, Denda Ngabuburit di Rel Kereta,Ngabuburit di Rel Kereta Api Kiaracondong,Ngabuburit di Rel Kereta Api

Berbahaya! Warga Ngabuburit di Rel Kereta Api Kiaracondong

Bandung Jumat, 16 April 2021 | 21:02 WIB

Meski beberapa hari lalu terjadi kecelakaan pengendara motor di perlintasan kereta api Kiaracondong, warga tetap berkeru...

Bandung Raya - Bandung, Berbahaya! Warga Ngabuburit di Rel Kereta Api Kiaracondong, Ngabuburit di Rel Kereta Api,Ngabuburit Ramadan,Rel Kereta Api Kiaracondong

Pemkot Bandung Siap Populerkan Olahraga Dayung

Bandung Jumat, 16 April 2021 | 19:24 WIB

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mendukung pembinaan berbagai cabang olahraga (cabor) termasuk dayung. Terlebih jika cab...

Bandung Raya - Bandung, Pemkot Bandung Siap Populerkan Olahraga Dayung, Pemkot Bandung,Olahraga Dayung,PODSI Kota Bandung

Cuaca Ekstrem Diperkirakan Masih Landa Bandung Raya hingga Akhir April

Bandung Jumat, 16 April 2021 | 19:18 WIB

Kepala BMKG Bandung Teguh Rahayu mengatakan, kejadian cuaca ekstrem itu dapat berupa hujan lebat hingga hujan es yang di...

Bandung Raya - Bandung, Cuaca Ekstrem Diperkirakan Masih Landa Bandung Raya hingga Akhir April, cuaca ekstrem 2021,cuaca ekstreme Bandung,Cuaca Bandung Hari Ini,Cuaca Bandung,cuaca Bandung BMKG,Prakiraan Cuaca Bandung,BMKG

Stok Darah Mulai Menipis, Begini Solusi dari PMI Kota Bandung

Bandung Jumat, 16 April 2021 | 17:20 WIB

Jumlah permintaan darah berbanding terbalik dengan jumlah donor yang menurun ketika Ramadan.

Bandung Raya - Bandung, Stok Darah Mulai Menipis, Begini Solusi dari PMI Kota Bandung, Stok Darah Mulai Menipis,PMI Kota Bandung,layanan jemput bola,Ketua PMI Kota Bandung Ade Koesjanto,Unit Transfusi Darah (UTD)

Rawan Pemerasan, Warga Diminta Tak Minta Donor Darah Lewat Medsos

Bandung Jumat, 16 April 2021 | 16:09 WIB

Rawan Pemerasan, Warga Diminta Tak Minta Donor Darah Lewat Medsos

Bandung Raya - Bandung, Rawan Pemerasan, Warga Diminta Tak Minta Donor Darah Lewat Medsos, PMI Kota Bandung,donor darah Bandung,minta donor darah di medsos,dilarang minta donor darah medsos

Ramai Balap Liar di Jalan BKR Bandung Setelah Imsak

Bandung Jumat, 16 April 2021 | 14:36 WIB

Balap liar ramai di Jalan BKR Bandung setelah imsak.

Bandung Raya - Bandung, Ramai Balap Liar di Jalan BKR Bandung Setelah Imsak, balap liar,balap liar Bandung,balap liar jalan BKR,balap liar imsak Bandung

718 Warga Bandung Masih Jalani Perawatan Covid-19, Terbanyak di Antapa...

Bandung Jumat, 16 April 2021 | 12:28 WIB

angka terbanyak masih ada di Kecamatan Antapani dengan 73 kasus.

Bandung Raya - Bandung, 718 Warga Bandung Masih Jalani Perawatan Covid-19, Terbanyak di Antapani, kecamatan terbanyak kasus Covid-19 Bandung,Kecamatan kasus Covid-19 terbanyak Bandung,Covid-19 Bandung,Update Covid-19 Kota Bandung,Kasus Covid-19 Antapani,Covid-19 Antapani

artikel terkait

dewanpers