web analytics
  

Mengintip Seni Lembung Figuratif di Orbital

Sabtu, 5 Agustus 2017 22:28 WIB Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Bisnis - Event, Mengintip Seni Lembung Figuratif di Orbital, Pameran Keramik Bandung, Galeri Orbital Bandung

"Cloboter" karya Maria Volokhova. (AyoBandung/Eneng Reni)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Kekaryaan keramik satu ini hadir dalam olahan-olahan figuratif yang berwarna kemuda-mudaan. Bersifat ekspresif, bentuk ungkapan karya yang diberi nama “An Audience with Wisdom” berpadu dengan stilasi figur-figur itu sendiri yang nampak seolah terbiaskan sekaligus mengesankan rasa mentah.

Seakan ingin menjadi sebuah karya yang menjadi, menemui, atau memproses keadaan untuk menjadi biasa. Lengkap dengan mimik dan bahasa tubuhnya yang seolah menunggu, merenung, berpikir, dan,merasa sejenak. Karya seniman asal Australia ini  seolah ingin mencoba menampilkan karya figur dengan tangkapan momen jeda yang seakan telah memudar perlahan: satir dan dalam.

Kekaryaan figuratif artifisial ini nyatanya dibuat oleh salah satu seniman bernamaThomas Quayle melalui program residensi JCCB 4 (Jakarta Contemporary Ceramics Biennale 4) yang digagas oleh kurator Orbital Dago sekaligus penggas JCCB 4, Rifky Effendy.

Sementara karya lain pun tak kalah mencuri perhatian. Karya seorang seniman asal Jerman bernama Maria Volokhova, misalnya. Memiliki ketertarikan dalam mendalami minat di desain grafis sejak 2009, Maria mantap menekuni medium dunia keramik. Hal ini terbukti dari karya Maria yang diberi nama “Cloboter”. Maria hadir menstubstansi fungsionalitas teko sebagai bejana dan produk olahan keramik yang lazim.

Dalam karyanya, Maria Volokhova seolah ingin menghadirkan estetika anatomis bagian dalam tubuh sebagai bentuk modifikasi terhadap gubahan-gubahan tekonya. Membuat karya-karyanya menjadi bermutasi ke berbagai bentuk hibrid, dan seolah membalik persepsi luar-dalam, persoalan mengolah-menerima, serta tentang wadah dan isi.

Bahkan, Andi Nadya Aurora Tiffany selaku Manager Galeri Orbital Dago menilai karya Maria sebagai karya yang sangat menarik, berada di luar batas. Terinspirasi dari visual toilet jongkong terbalik kala berada di lokasi residensi, Semarang.

 “Karya ini paling menarik sih karena Maria Volokhova ini yang memang berasal dari residensi di pabrik keramik Sango Ceramics, Semarang. Dia awal idenya lihat keramik-keramik toilet ini disimpannya dibalik, dan katanya visualnya menarik sehigga dia eksplorasi soal itu.”

Bahkan wanita yang biasa disapa Nadya ini mengatakan, karya Maria tergolong spesial karena karya seniman kelahiran Ukraina ini memiliki teknik dan proses pembuatan karya yang tergolong rumit.

“Untuk teknik pewarnaannya tergolong rumit karena enggak bisa di studio keramik biasa,” ujarnya. Maria menggunakan teknik electro painting. Bagaimana Maria membuat pola gambar yang kemudian disatukan dalam bentuk kolase di atas keramik, untuk selanjutnya disiram oleh caoran khusus.

Sebelumnya, contoh praktik dan partisipasi dua seniman Thomas Quayle dan Maria Volokhova di Galeri Orbital Dago ini berawal dari program residensi JCCB 4 (Jakarta Contemporary Ceramics Biennale 4).

Maria Volokhova dan para seniman lainnya menjalani program residensi JCCB 4 dengan lokasi yang tersebar di lima kota Indonesia seperti Bandung, Majalengka, Yogyakarta, Semarang, dan Bali.

Kini beberapa karya residensi JCCB 4 tersebut pun dipajang di galeri milik pengagas acara sekaligus kurator galeri Rifky Effendy yang beralamat di Jalan Ranca Kendal Luhur Nomor 7 Bandung.

Mengusung tema yang sesuai dengan konsel galeri sendiri, “In Between”, karya-karya ini menampilkan berbagai gaya seni keramik kontemporer. 

Editor: Asri Wuni Wulandari
dewanpers