web analytics
  

Ketika Mas Gagah Pergi: Kuatnya Ikatan Keluarga dalam Nilai Islami

Minggu, 30 Juli 2017 14:51 WIB Anggun Nindita Kenanga Putri
Bandung Raya - Bandung, Ketika Mas Gagah Pergi: Kuatnya Ikatan Keluarga dalam Nilai Islami, Resensi buku,Ketika Mas Gagah Pergi

Helvi Tiana Rosa penulis Novel Ketika Mas Gagah Pergi.

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Bagaimana perasaan kita saat memiliki seorang kakak laki-laki yang nyaris sempurna? Sudah tampan, cerdas, memiliki wawasan yang luas, sudah begitu sholeh pula ! Bangga, itu lah kurang lebih yang Gita rasakan kepada kakak lelaki satu-satunya, yang biasanya dipanggilnya Mas Gagah.

Sambil kuliah, Gagah memang menjadi tulang punggung keluarga untuk membantu sang mama. Maklum, papa dari Gita dan Gagah memang sudah lebih dulu dipanggil yang kuasa. Untuk keperluan kuliahnya, Gagah pergi ke Maluku Utara, membantu dosen pembimbing skripsinya menyempurnakan konsep pembangunan menara pemancar di sana.

Sayang, ketika di pedalaman Maluku ternyata Gagah sempat hilang kontak dan mengalami kecelakaan. Gagah pun dirawat oleh Kyai Ghufron, pemimpin pesantren yang bersahaja dan sangat dihormati di wilayah Maluku Utara. Setelah mengenali Kyai Gufron lebih dalam, Gagah takjub dengan kehidupan yang dijalani Kyai Ghufron dan merasakan pancaran kharismatiknya.

Setelah dua bulan di Maluku Utara, akhirnya Gagah kembali ke rumah. Betapa terkejutnya Gita karena Gagah berubah sama sekali. Gagah kini terlihat sangat bersemangat menjalankan ajaran Islam, dan kerap menasihati Gita untuk menjalankan perintah-perintah agama. Gita pun jadi sebal. Pada matanya, Gagah terlihat norak dan fanatik. Ia mulai memusuhi Gagah. Tapi Gagah pantang menyerah. Ia terus berusaha dekat dengan Gita dan juga Mamanya, untuk mengajak dua orang yang ia cintai itu untuk lebih mengenal keindahan Islam.

Gita dibikin bertambah shock saat teman-temannya pun mulai mengenakan hijab karena mereka mendengar saran dari Gagah. Walaupun awalnya risih, namun sedikit-sedikit Gita pun mau mendengarkan apa kata Gagah untuk lebih mengenal Islam. Teman-teman Gita pun membantu akan hubungan Gita dan Gagah yang tadinya sempat dingin, menjadi cair kembali.

Saat hari ulang tahunnya yang ke 18, Gita berniat untuk memberikan kejutan pada kakaknya tersebut. Gita pulang ke rumah dengan mengenakan hijab untuk membuat kakaknya bangga. Namun kabarnya saat itu juga Gagah terlibat suatu kerusuhan yang sengaja diatur sebuah oknum yang memiliki ketidaksukaan terhadap sosok Gagah. Apakah Gita masih bisa bertemu dengan Gagah dan menunjukkan niat baiknya tersebut?

Novel yang berjudul "Ketika Mas Gagah Pergi" ini sebenarnya  merupakan karya dari penulis Helvi Tiana Rosa pada tahun 1992. Sampai sekarang, menurut Helvi, begitu sapaannya, novel ini telah dicetak sampai hampir 40 kali cetak.

“Sudah sekitar 39-40 kali cetak dengan tiga penerbit yang berbeda,” katanya saat ditemui di Jabar Bookfair 2017 di Landmark, Braga pada Sabtu (29/7/2017).

Seperti karya Helvi kebanyakan, nilai-nilai Islami dari suatu cerita pasti akan lebih ditonjolkan. Kali ini Helvi menyuguhkan konflik antar kakak-beradik yang sebenarnya masih belum banyak diangkat.

Rasa cinta kepada keluarga yang ingin menjadi nilai didapatkan oleh para pembaca buku ini. Bahwa apapun yang terjadi, keluarga akan lah tetap akan menunggu kita pulang. Di buku ini juga diajarkan bahwa dalam setiap langkah dan kesuksesan kita pasti ada doa orang tua di dalamnya.

Nilai-nilai islami yang ada di dalam buku ini pun bukan yang sekedar menggurui. Bukan pula dengan penyampaian yang berat, tapi masih diolah dengan kehidupan khas remaja. Konflik batin yang dialami oleh Gita saat akan memakai hijab memang juga sering dijumpai pada remaja-remaja kini.

Indahnya masa remaja juga digambarkan dari persahabatan Gita, Tika, dan Yudi. Gagah sendiri mengajarkan bahwa kita bebas bersahabat dengan siapa saja, asalkan membawa kebaikan. Pertemuannya dengan Asep dan Ucok yang mantan preman, ternyata memberikan sebuah pelajaran yang berharga juga.

Novel ini cocok untuk yang menyenangi bacaan ringan namun isinya tetap mengandung pesan yang dalam. Karena kesuksesannya, Ketika Mas Gagah Pergi pun sempat diangkat menjadi sebuah film yang diputar secara terbatas. Namun nyatanya, filmnya pun berhasil menggondol beberapa penghargaan, termasuk penghargaan Citra di Festival Film Indonesia.

Editor: Andres Fatubun

terbaru

Serikat Buruh Minta Pemerintah Lebih Tegas Soal Pembayaran THR

Bandung Kamis, 6 Mei 2021 | 23:30 WIB

Sepekan menjelang Hari Raya Idulfitri, serikat buruh Jabar mengingatkan pemerintah dan perusahaan untuk memenuhi kewajib...

Bandung Raya - Bandung, Serikat Buruh Minta Pemerintah Lebih Tegas Soal Pembayaran THR, Pembayaran THR,Tunjangan Hari Raya (THR),THR Buruh

Penyekatan Pemudik di Kota Bandung, Sekda: Pengecekan Belum Konsisten

Bandung Kamis, 6 Mei 2021 | 20:57 WIB

Sekda Kota Bandung Ema Sumarna menilai bahwa penyekatan di cek poin larangan mudik 2021 di hari pertama masih longgar. D...

Bandung Raya - Bandung, Penyekatan Pemudik di Kota Bandung, Sekda: Pengecekan Belum Konsisten, Sekda Kota Bandung Ema Sumarna,Penyekatan Pemudik di Kota Bandung,Pengecekan Kendaraan,Pengecekan Pemudik

Jelang Lebaran, Disdagin Prediksi Lonjakan Pengunjung Mal Lagi

Bandung Kamis, 6 Mei 2021 | 20:39 WIB

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung memprediksi akan terjadi lonjakan pengunjung ke mal d...

Bandung Raya - Bandung, Jelang Lebaran, Disdagin Prediksi Lonjakan Pengunjung Mal Lagi, Disdagin Kota Bandung,Lonjakan Pengunjung Mal,Lonjakan Pengunjung Pusat Perbelanjaan,Pusat Perbelanjaan Diserbu Pengunjung

Langgar Kesepakatan Pembayaran Pesangon, Buruh Tuntut PT Masterindo

Bandung Kamis, 6 Mei 2021 | 19:51 WIB

Para buruh mendesak perusahaan tersebut karena nilai pesangon yang tidak sesuai dengan kesepakatan dan THR yang ditunda....

Bandung Raya - Bandung, Langgar Kesepakatan Pembayaran Pesangon, Buruh Tuntut PT Masterindo, Kesepakatan Pembayaran Pesangon,Pelanggaran Kesepakatan Pembayaran Pesangon,Buruh,demo buruh,pesangon,THR

Antisipasi Lonjakan Pengunjung, Disdagin Awasi Ketat Mal di Kota Bandu...

Bandung Kamis, 6 Mei 2021 | 19:47 WIB

Disdagin menurunkan tim pemantau guna mengawasi kemungkinan ternyadinya lonjakan pengunjung seperti kejadian di Kings Sh...

Bandung Raya - Bandung, Antisipasi Lonjakan Pengunjung, Disdagin Awasi Ketat Mal di Kota Bandung, Mal di Kota Bandung,Lonjakan Pengunjung,pelanggaran prokes,pelanggaran prokes di mal Bandung,Disdagin Kota Bandung

Dukung Larangan Mudik, Kecamatan Siapkan Rumah Isolasi

Bandung Kamis, 6 Mei 2021 | 19:05 WIB

Untuk mendukung kebijakan larangan mudik, seluruh kecamatan di Kota Bandung menyiapkan rumah singgah. Hal itu untuk meng...

Bandung Raya - Bandung, Dukung Larangan Mudik, Kecamatan Siapkan Rumah Isolasi, Camat Arcamanik,Larangan Mudik,Rumah Isolasi Kecamatan

Kunjungi Kota Bandung, Dubes Republik Ceko Bahas Kerja Sama Pengelolaa...

Bandung Kamis, 6 Mei 2021 | 18:41 WIB

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menerima kunjungan dari Kedutaan Besar Republik Ceko untuk Indonesia di Ruang Kenegaraa...

Bandung Raya - Bandung, Kunjungi Kota Bandung, Dubes Republik Ceko Bahas Kerja Sama Pengelolaan Sampah, Dubes Republik Ceko,Pengelolaan Sampah,Pemkot Bandung

Cegah Kerumunan, Puluhan Petugas Disebar ke Pusat Perbelanjaan Bandung

Bandung Kamis, 6 Mei 2021 | 16:48 WIB

Menurut Kepala Disdagin Kota Bandung Elly Wasliah, ada sebanyak 72 pegawai Disdagin yang akan memantau pusat perbelanjaa...

Bandung Raya - Bandung, Cegah Kerumunan, Puluhan Petugas Disebar ke Pusat Perbelanjaan Bandung, kerumunan pusat perbelanjaan bandung,kerumunan Mal Bandung,Disdagin Kota Bandung,Satpol PP Kota Bandung
dewanpers