web analytics
  

Orang Tua Bangun Tidur Lebih Pagi, Anak Muda Bangun Tidur Lebih Siang. Kenapa?

Jumat, 14 Juli 2017 21:25 WIB Ananda Muhammad Firdaus
Gaya Hidup - Sehat, Orang Tua Bangun Tidur Lebih Pagi, Anak Muda Bangun Tidur Lebih Siang. Kenapa?, Waktu Tidur, Siklus Tidur, Siklus Bangun Tidur, Evolusi Tidur

Ilustrasi. (Pixabay/Public Domain Archive)

BANDUNG, AYOBANDUNG -- Anda mungkin tidak berharap mendapat jatah tidur lebih sedikit ketika memasuki usia tua nanti. Namun, mungkin itu bukanlah hal buruk jika kita tahu hal tersebut  pernah memainkan peran penting dalam kelangsungan hidup manusia.

Sebuah penelitian yang baru saja diterbitkan oleh Prosiding Royal Society B menunjukkan bahwa pola tidur akan berubah seiring bertambahnya usia, dan ini merupakan evolusi nenek moyang manusia dalam beradaptasi untuk bertahan hidup. Salah satunya seperti memastikan satu orang di sebuah komunitas bisa terbangun setiap saat pada malam hari.

Para peneliti menyebut fenomena ini sebagai hipotesis nenek moyang yang kurang tidur. Hipotesis ini enunjukkan bahwa anggota masyarakat yang lebih tua yang terbangun sebelum fajar mungkin sangat penting untuk memastikan kemungkinan ancaman di sekeliling mereka, di saat orang yang lebih muda masih tertidur nyenyak. Mungkin ini juga bisa menjelaskan mengapa orang di kelompok usia ini mengetahui banyak akan sejarah manusia. 

"Kami mungkin melihat alasan lain mengapa kakek-nenek sangat penting dalam evolusi manusia," kata Alyssa Crittenden, seorang penulis studi dan seorang profesor antropologi di Universitas Nevada, Las Vegas, AS, sebagaimana dilansir dari New York Times.

Periset menganalisis pola tidur masyarakat pemburu di Tanzania yang disebut Hadza. Tiga puluh tiga anggota komunitas Hadza memakai alat pelacak kecil di pergelangan tangan mereka selama 20 hari. 

Lingkungan tidur Hadza mungkin memiliki kesamaan dengan manusia sebelumnya, kata periset. Mereka tidur di luar rumah atau di gubuk rumput dalam kelompok yang terdiri dari 20 sampai 30 orang tanpa mengatur suhu atau cahaya, dan ini dianggap cocok untuk  mempelajari aspek evolusi tidur

Lebih dari 220 jam observasi tidur, peneliti hanya menemukan 18 menit saat semua orang dewasa tertidur nyenyak. Biasanya, peserta yang lebih tua berusia 50-an dan 60-an tidur lebih awal dan terbangun lebih awal dari usia di usia 20 dan 30an. Rata-rata, lebih dari sepertiga kelompok itu waspada atau tertidur ringan pada waktu tertentu. 

Studi hipotesis nenek moyang yang kurang tidur ini sebelumnya pun pernah dilakukan dengan objek teliti waktu tidur hewan, dan menurut Dr. Crittenden, penelitian pada manusia baru dilakukan kali ini saja.

Para periset berharap temuan ini akan memberi penjelasan baru pada gangguan tidur terkait usia dan menormalkan kembali perubahan pola tidur. 

"Ini mungkin membantu orang tua mengetahui perubahan yang mereka alami memiliki alasan evolusi," kata David Samson, seorang penulis studi dan asisten profesor antropologi di Universitas Toronto, AS. 

Editor: Asri Wuni Wulandari
dewanpers