web analytics
  

Bike Sharing untuk Transportasi Jarak Dekat

Senin, 10 Juli 2017 18:52 WIB Arfian Jamul Jawaami
Bandung Raya - Bandung, Bike Sharing untuk Transportasi Jarak Dekat, Bike Sharing Bandung, Naik Sepeda Bandung, Ridwan Kamil, RK

Ilustrasi. (Pixabay/Public Domain Archives)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Wali Kota Bandung Ridwan Kamil berpesan bila program Bike Sharing yang kini tengah dilakukan dapat dipergunakan sebagai sarana transportasi jarak dekat. Kehadirannya diharapkan dapat mengurai kemacetan di Kota Bandung.

Terlebih di akhir pekan. Ketika Bandung diserbu kedatangan wisatawan domestik yang kerap kali bikin macet. Setidaknya, dengan adanya Bike Sharing, wisatawan yang kerap menggunakan kendaraan roda empat bisa berkeliling dengan menggunakan sepeda.

"Pesan saya Bike Sharing silahkan dipergunakan untuk mereka di jarak dekat. Minimal mengurangi kemacetan di pusat kota. Jadi wisatawan dapat berkeliling dengan tidak menggunakan mobil. Kalau berjalan kaki terlalu jauh maka kalau sepeda pas," ujar RK pada Senin (10/7/2017).

Sebelumnya, program serupa pernah dilakukan namun seiring waktu justru terhenti di tengah jalan tanpa alasan pasti. Meski akhirnya berujung pada sebuah konsep yang digunakan negara dalam upaya mengurangi kemacetan.

"Kalau sebelumnya bukan gagal, tapi basisnya komunitas dari masyarakat sendiri. Karena kalau masyarakat itu sukarela jadi punya kesibukan hidup masing-masing. Jadi datang dan pergi," ujar RK

Kini, konsep Bike Sharing masih dalam tahap uji coba sebelum diluncurkan dua bulan ke depan. Sebuah inisiatif masyarakat yang diteruskan Pemkot Bandung menjadi kebijakan berkelanjutan.

Selain itu, untuk menekan angka kemacetan dan menertibkan kota, RK juga memberlakukan larangan operasional becak di tujuh ruas jalan. Bukan hanya pengemudi namun penumpang becak juga akan dikenai denda.

Ketujuh ruas jalan yang dilarang meliputi kawasan Alun-alun Bandung, Jalan Dewi Sartika, Kapatihan, Jalan Otto Iskandardinata terutama kawasan Pasar Baru. 

Namun hingga kini banyak pengemudi jasa transportasi becak yang masih belum mengetahui mengenai larangan tersebut sehingga tetap melakukan aktifitas kerja.

"Semua juga kalau bilang enggak tahu itu cenderung pura-pura. Jadi susah mempercayai pelanggar-pelanggar aturan. Intinya kota ini harus tertib jadi Dishub saya kasih tugas untuk melokalisir becak," ujar RK.

Editor: Asri Wuni Wulandari

artikel terkait

dewanpers