web analytics
  

Game Mobile Kini Lebih Banyak Dicari Dibandingkan Game Online

Sabtu, 8 Juli 2017 21:00 WIB Anggun Nindita Kenanga Putri
Bandung Raya - Bandung, Game Mobile Kini Lebih Banyak Dicari Dibandingkan Game Online, Game Online, Game Mobile

Ilustrasi. (Pixabay/Public Domain Archive)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Perkembangan game online di Indonesia tidak lepas juga dari perkembangan teknologi komputer dan jaringan komputer itu sendiri. Meledaknya game online sendiri merupakan cerminan dari pesatnya jaringan komputer yang dahulunya berskala kecil sampai menjadi internet dan terus berkembang sampai sekarang. 

“Namun kalau untuk sekarang game lebih banyak di mobile. Untuk yang di online sudah tidak seramai dulu,” kata Ibnu Sina Wardy, CEO Perusahaan IT GITS, pada Jumat (7/7/2017).

Pemilihan peminat game lebih banyak bergeser ke mobile karena lebih mudah dan lebih efisien. Game mobile ini bisa diakses di mana saja melalui ponsel. Tidak seperti game online yang harus membutuhkan perangkat komputer.

Peminat game di Indonesia juga ternyata cukup banyak dan dari berbagai kalangan usia. Menurut Ibnu untuk kalangan profesional yang sudah di atas umur 20 tahun, mereka lebih menyenangi game yang sedikit tricky atau lebih memasang strategi, seperti game Mobile Agent.

“Untuk yang usia sekolahan atau yang masih belasan tahun biasanya lebih suka game yang casual, seperti game Tahu Bulat dan Juragan Terminal,” ujarnya.

Game juga memiliki tren tersendiri. Tidak semua game dapat bertahan dalam waktu yang lama. Ibnu mengungkapkan sebuah game bisa bertahan lama saat game tersebut melakukan pembaharuan atau update dengan versi yang teranyar.

“Karena kalau enggak di-improve, nanti game tersebut akan ditinggalkan oleh pemainnya dan tidak akan berkembang,” tambahnya.

Masyarakat Indonesia nampaknya masih menyukai game dengan genre role playing game. Dimana  sebuah permainan yang para pemainnya memainkan peran tokoh-tokoh khayalan dan berkolaborasi untuk melalui sebuah alur cerita. Para pemain memilih aksi tokok-tokoh mereka berdasarkan karakteristik tokoh tersebut, dan keberhasilan aksi mereka tergantung dari sistem peraturan permainan yang telah ditentukan.

“Salah satu contohnya adalah game DOTTA, yang kini sudah ramai dengan versi mobile nya,” tutupnya.

Editor: Asri Wuni Wulandari
dewanpers