web analytics
  

Tuai Kontroversi Lantaran Cium Bibir Sang Buah Hati, Ini Tanggapan Beckham

Selasa, 4 Juli 2017 14:01 WIB Asri Wuni Wulandari
Umum - Internasional, Tuai Kontroversi Lantaran Cium Bibir Sang Buah Hati, Ini Tanggapan Beckham, David Beckham, David Beckham Cium Bibir Anak

David Beckham. (REUTERS/Andres Yates)

LONDON, AYOBANDUNG.COM – David Beckham tuai kontroversi di bulan Juni lalu. Aksinya untuk mengunggah foto dirinya yang tengah mencium bibir sang putri berusia lima tahun, Harper Beckham, menuai bikin geger netizen.

Sebagian netizen menilai bahwa foto yang diunggah Beckham adalah hal yang tidak pantas pun janggal. Tak ayal, komentar negatif pun bertebaran memenuhi akun Instagram pribadinya @davidbeckham.

“Enggak bermaksud menghakimi. Cuma ciuman tersebut terlihat tidak pantas dan janggal dilakukan Beckham kepada anaknya yang berusia lima tahun,” tulis salah seorang netizen.

Mendapati komentar negatif terkait foto tersebut, Beckham pun membela tindakannya. Menurut bapak empat anak tersebut, seperti yang ia katakan di laman Facebook pribadinya lewat tayangan live video, Beckham menjelaskan bahwa ciuman di bibir itu dilakukanya kepada semua anaknya termasuk Harper.

"Saya dikritik karena cium Harper di bibir. Padahal saya lakukan hal tersebut kepada semua anak saya seperti Romeo (14) dan Cruz (12), bukan hanya Harper saja," jelasnya.

Lebih lanjut,  menurut Beckham, ciuman yang dilakukanya terhadap Harper adalah ungkapan cinta kasih dan sayang kepada sang buah hati, sama seperti apa yang pernah dilakukan orangtuanya dan juga orangtua sang istri.

"Saya sangat menyayangi anak-anak. Sama seperti orang tua saya dan Victoria, dulu saat membesarkan kami. Jadi kami pun akan seperti itu kepada anak-anak. Kami ingin menunjukkan cinta, melindungi, merawat dan mendukung mereka. Anda tahu, kami sangat menyayangi mereka," ungkitnya.

Di sisi lain, banyak juga warganet yang mendukung tindakan Beckham pada foto tersebut. "Ini foto yang bagus! foto yang nunjukin hubungan yang manis antara Ayah dan anak putrinya," ujar salah satu warganet.

(Arditya Pramono)

Editor: Asri Wuni Wulandari
dewanpers