web analytics
  

FIFA Harus Hukum Atlet yang Gunakan Doping

Kamis, 29 Juni 2017 09:30 WIB Asri Wuni Wulandari
Olahraga - Sport, FIFA Harus Hukum Atlet yang Gunakan Doping, Piala Dunia 2018, Atlet Gunakan Doping, Pemain Sepak Bola Doping

Ilustrasi FIFA World Cup 2018

SOCHI, AYOBANDUNG.COM – Setelah FIFA menyatakan bahwa pihaknya bakal menginvestigasi dugaan-dugaan terkait adanya pesepak bola asal Rusia yang menggunakan doping, Pelatih Timnas Jerman, Joachim Loew berpendapat seharusnya mereka – para pengguna doping – disebutkan namanya dan diberi hukuman.

"Saya ingin organisasi-organisasi itu secara permanen menguji kami di kamp-kamp latihan dan sepanjang pertandingan-pertandingan dan sebelumnya untuk memberikan nama-nama kepada kami. Saya ingin memiliki nama-nama itu," kata Loew kepada para pewarta di Sochi sehari sebelum timnya menghadapi Meksiko di semifinal Piala Konfederasi.

Jika memang tuduhan-tuduhan itu benar, maka semestinya FIFA tidak menyembunyikan hal tersebut. “Buatlah publik mengetahuinya. Mereka (pengguna doping – red) harus diskors,” tegas Loew.

Sekretaris Jenderal FIFA, Fatma Samoura mengatakan bahwa organisasinya bekerja sama sepenuhnya dengan Badan Anti Doping Dunia (WADA) dan memiliki kebijakan nol toleransi terhadap doping. “Mudah-mudahan ini akan menjadi sesuatu yang dapat diputus. Maka kami benar-benar fokus pada sepak bola yang benar-benar sehat,” ujarnya pada Rabu malam.

Sebelumnya, FIFA mengatakan pada Minggu lalu bahwa pihaknya menginvestigasi tuduhan-tuduhan terhadap sebagian pesepak bola Rusia yang terlibat dengan penggunaan doping yang disponsori negara.

Bagaimanapun, FIFA tidak mengonfirmasi laporan pada harian English Mail pada Minggu tentang adanya 23 anggota skuad Rusia di Piala Dunia 2014 merupakan orang-orang yang ikut diperiksa. 

Namun, Rusia menepis tudingan-tudingan itu. Rusia menegaskan bahwa doping tidak pernah menjadi masalah dalam sepak bola negara itu. 

Sementara itu, seorang pengacara olahraga asal Kanada, Richard McLaren melaporkan pada Desember 2016 lalu bahwa ada lebih dari 1.000 atlet Rusia yang berkompetisi terlibat atau mendapat keuntungan dari konspirasi institusional untuk menyamarkan hasil uji-uji doping positif.

Saat ini sendiri, Rusia sedang menyelenggarakan Piala Konfederasi, sebagai gladi resik untuk turnamen Piala Dunia 2018 mendatang yang juga bakal diadakan di sana.

Editor: Asri Wuni Wulandari

artikel terkait

dewanpers