web analytics
  

Kontroversi Diskon: Penipuan Konsumen hingga Persaingan Bisnis

Selasa, 13 Juni 2017 10:13 WIB Arfian Jamul Jawaami
Gaya Hidup - Wisata, Kontroversi Diskon: Penipuan Konsumen hingga Persaingan Bisnis, perang diskon,diskon,ramadan,lebaran,baju lebaran,diskon barang,diskon ritel,hlki jabar,firman turmantara

Ilustrasi pusat perbelanjaan.(Pixabay)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM--Adalah fenomena rutin ketika menjelang Lebaran serangkaian aktivitas perang diskon dilakukan di berbagai pusat perbelanjaan baik  kebutuhan pangan maupun sandang.

Dua keuntungan yang sebenarnya mampu didapat berkat kebijakan potongan harga yakni memberikan kesempatan masyarakat agar memiliki produk berkelas dengan harga murah serta meningkatkan pendapatan para wiraswasta menjelang hari raya.

Kebijakan melakukan potongan harga atau diskon merupakan kewajaran dalam aktivitas bisnis. Soalnya merupakan salah satu strategi pemasaran yang kerap dilakukan pedagang agar mampu menjual produk dengan kuantitas besar.

Apalagi produk yang dilabeli tag diskon biasanya merupakan stok lama yang belum terjual. Untuk itu persentase diskon yang tidak masuk akal atau jual rugi kerap dilakukan, karena sebelumnya penjual telah meraup keuntungan secara kuantitas.

"Meski menjual rugi namun sebelumnya pedagang telah lebih dulu balik modal. Itu wajar karena sekadar menghabiskan model lama untuk kemudian berganti," ujar Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Jawa Barat Didie Markibah kepada AyoBandung belum lama ini.

Pada dasarnya praktik usaha dengan memberikan kebijakan diskon tidak pernah mendapat larangan dari undang-undang. Namun lain cerita, apabila terlebih dulu menaikkan harga produk sebelum akhirnya dilakukan pemangkasan. Artinya harga yang dihasilkan akan konstan atau sama saja bahkan dapat lebih mahal dari sebelumnya meski telah mengalami hitungan diskon.

Secara konstitusi tindakan tersebut sebenarnya telah diatur dalam ketentuan Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 Pasal 10 tentang Perlindungan Konsumen.

Dalam UU tersebut dijelaskan mengenai larangan bagi para pelaku usaha untuk menawarkan serta mengiklankan atau memberikan pernyataan perihal produk secara tidak benar yang menyesatkan terkait kebijakan potongan harga maupun pemberian hadiah.

"Menurut pengawasan kami masih banyak terjadi penipuan (tentang diskon) apalagi menjelang hari besar. Biasanya harga dinaikan dulu kemudian dipotong. Itu artinya ada unsur penipuan," Ketua Himpunan Lembaga Konsumen Indonesia (HLKI) Jawa Barat dan Banten Firman Tumantara Endipraja.

Firman mengkaji penetapan diskon dengan potongan harga hingga di atas nilai 50% merupakan kebijakan yang perlu dipertanyakan. Soalnya dianggap sangat tidak rasional dalam rencana menjalankan bisnis.

"Tidak rasional (diskon di atas 50%) karena tidak ada penjual yang mau rugi. Tapi praktik tersebut masih terjadi sekarang. Artinya pengawasan pemerintah kurang efektif. Ini jahat bukan lagi nakal," ujarnya.

Oleh karena itu, perlu ada ketegasan dari pemerintah terkait hal ini perihal ketetapan perang diskon. Baik melalui standar ketetapan harga minimum maupun pengawasan dalam praktiknya.

Regulasi telah mengatur secara tegas melalui Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen Pasal 62 Ayat 1 di mana praktik diskon yang merugikan dan mengandung unsur penipuan dapat dikenakan sanksi pidana penjara paling lama lima tahun atau denda materi hingga mencapai Rp2 miliar.

Artinya pihak kepolisian dapat melakukan proses hukum hingga pada tindakan penahanan terhadap pelaku usaha yang melakukan praktik diskon tersebut.

"Ketentuan tersebut mengenai asas pembuktian terbalik melalui bukti awal jadi dapat langsung masuk dalam proses (peradilan). Ini bukan delik aduan jadi polisi tidak perlu menunggu adanya laporan mengenai kerugian," ujar Firman Tumantara.

Namun anggapan Firman disangkal Didie Markibah. Dia melanjutkan upaya tersebut sangat mungkin terjadi dan menjadi bagian dari kewajaran dalam melakukan bisnis.

Bahkan pihaknya telah menetapkan besaran diskon senilai 20%-70% untuk beberapa tenant di Bandung Indah Plaza selama bulan Ramadan.

"Sangat mungkin 50% karena stok lama mau bagaimana lagi. Bahkan di Singapura besaran diskon malah mencapai 70%-80%. Kami enggak mau mengelabui konsumen," ujar Didie Markibah.

Di sisi lain, Undang-undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat menetapkan larangan melakukan jual rugi karena dapat berdampak pada keterpurukan usaha pihak lain.

Regulasi tersebut ditujukan untuk mencegah adanya monopoli bisnis yang dominan dalam mempertahankan pasar. Padahal kompetisi sepatutnya tetap harus terjaga salah satunya dengan kebijakan penetapan harga.

"Itu persaingan tidak sehat. Biasanya mereka menjual barang dengan murah kemudian ketika pesaing bisnis sudah keluar dari kompetisi maka mereka kembali menaikan harga. Itu dilarang," ujar Kabag Humas Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Dendy Sutrisno.

Kasus tersebut sebelumnya pernah menjerat salah satu ritel terbesar di Indonesia. Kala itu, bukti menyatakan ketika ritel tersebut mengakusisi ritel lain berarti telah memenuhi kualifikasi posisi dominan di pasar pasokan barang.

Editor: Adi Ginanjar Maulana

terbaru

Jabar Siapkan Puluhan Ribu Antigen Sasar Destinasi Wisata

Wisata Senin, 10 Mei 2021 | 13:00 WIB

Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan melakukan rapid test antigen secara acak di sejumlah tempat wisata.

Gaya Hidup - Wisata, Jabar Siapkan Puluhan Ribu Antigen Sasar Destinasi Wisata, antigen,wisata,COVID-19,lebaran

Cocok untuk Libur Lebaran, Ini 3 Wisata Air di Alam Purwakarta

Wisata Senin, 3 Mei 2021 | 15:50 WIB

Bermain air bisa menjadi alternatif liburan Lebaran keluarga. Ayopurwakarta.com merekomendasikan 3 wisata air di alam Pu...

Gaya Hidup - Wisata, Cocok untuk Libur Lebaran, Ini 3 Wisata Air di Alam Purwakarta, Taman Batu Cijanun,Pemandian Air Panas Ciracas,Curug Tilu,wisata Purwakarta,Wisata air Purwakarta

3 Wisata Situs Bebatuan Unik di Purwakarta

Wisata Jumat, 30 April 2021 | 14:17 WIB

Wisata alam tentunya bisa menjadi pilihan untuk dikunjungi karena dinilai lebih aman dari penyebaran Covid-19. Namun, wi...

Gaya Hidup - Wisata, 3 Wisata Situs Bebatuan Unik di Purwakarta, wisata Purwakarta,wisata alam purwakarta,wisata batu Sangkuriang Purwakarta,wisata tebing boyer Purwakarta,Wisata Batu Peti Purwakarta

De Jayagiri Padjadjaran, Wisata Kebudayaan dan Edukasi Dalam Satu Kema...

Wisata Minggu, 25 April 2021 | 06:50 WIB

De Jayagiri Padjadjaran, Wisata Kebudayaan dan Edukasi Dalam Satu Kemasan

Gaya Hidup - Wisata, De Jayagiri Padjadjaran, Wisata Kebudayaan dan Edukasi Dalam Satu Kemasan, jayagiri,obyek wisata jayagiri,jayagiri lembang,desa jayagiri lembang,de jayagiri padjadjaran

Objek Wisata di Lembang Tetap Beroperasi Saat Ramadan

Wisata Rabu, 21 April 2021 | 05:30 WIB

Di objek wisata De Ranch Lembang, penurunan pengunjung mencapai 50% selama Ramadan ini.

Gaya Hidup - Wisata, Objek Wisata di Lembang Tetap Beroperasi Saat Ramadan, Wisata Lembang,de ranch,wisata Lembang buka saat Ramadan,penurunan pengunjung wisata Lembang

4 Kegiatan Kece Ini Bisa Kamu Lakukan di Braga Lho!

Wisata Senin, 12 April 2021 | 05:53 WIB

Sejak dulu, wisata kota Jalan Braga kesohor dan tak pernah sepi menarik perhatian. Bahkan kini, jantung Kota Bandung itu...

Gaya Hidup - Wisata, 4 Kegiatan Kece Ini Bisa Kamu Lakukan di Braga Lho!, destinasi wisata di kota Bandung,Jalan Braga,Kuliner di Jalan Braga,wisata kota Jalan Braga,wisatawan Jalan Braga,jantung Kota Bandung,pesona wisata kota Jalan Braga,wisata Braga

Budaya Papajar Jelang Ramadan, Tempat Wisata Air di Ciwidey Jadi Tujua...

Wisata Minggu, 11 April 2021 | 18:51 WIB

Budaya Papajar Jelang Ramadan, Tempat Wisata Air di Ciwidey Jadi Tujuan

Gaya Hidup - Wisata, Budaya Papajar Jelang Ramadan, Tempat Wisata Air di Ciwidey Jadi Tujuan, Wisata Ciwidey,Ramadan

Bukit Kacapi, Berenang di Tengah Hamparan Kebun Teh

Wisata Senin, 5 April 2021 | 15:32 WIB

Keunikan objek wisata Bukit Kacapi ini yakni adanya kolam renang yang berada di tengah hamparan perkebunan teh.

Gaya Hidup - Wisata, Bukit Kacapi, Berenang di Tengah Hamparan Kebun Teh, Bukit Kacapi,Wisata Tasikmalaya,Wisata kolam renang kebun teh Tasikmalaya,wisata murah Tasikmalaya,wisata alam Tasikmalaya

artikel terkait

dewanpers