web analytics
  

8 Fakta dan Cerita tentang Angkot di Bandung

Selasa, 23 Mei 2017 15:18 WIB Asri Wuni Wulandari
Umum - Unik, 8 Fakta dan Cerita tentang Angkot di Bandung, Angkot, Angkot Bandung, Angkot Lucu

Ilustrasi. (citizenmagz.com)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM – Selain Bogor, kota lain yang dijuluki sebagai kota seribu angkot adalah Bandung. Angkutan kota atau angkot menjadi salah satu moda transportasi yang paling banyak digunakan oleh masyarakat Bandung.

Diambil dari laman Satu Data, konon jumlah angkot di Bandung mencapai 5.521 unit. Bayangkan! Bagaimana angkot-angkot itu tidak berseliweran hampir memenuhi seluruh sudut kota yang tidak terlalu besar ini?

Berangkat dari situ, AyoBandung mencoba menyusun beberapa fakta tentang angkot-angkot di Bandung yang punya ciri khasnya seperti berikut.

Angkot Bandung Itu Centil

Coba tengok seluruh angkot yang ada di Bandung, niscaya, matamu akan dijejali dengan berbagai warna. Iya, angkot-angkot di Bandung tidak serupa dengan angkot di kota lain yang hanya terdiri dari beberapa warna. Tapi sungguh, angkot Bandung itu centil, warna-warni. Dari warna merah muda yang menggoda manja hingga warna coklat tua yang kusam.

Hal ini sebenarnya memberi beberapa keuntungan bagi warga Bandung. Jika di kota lain rata-rata masyarakat menghafalkan nomor angkot untuk mengetahui angkot apa yang harus digunakan, tidak begitu dengan di Bandung. Orang Bandung biasanya lebih terbiasa untuk menghafal warna ataupun jurusan angkot. Seperti percakapan ini : “Kamu pulang kemana?” “Ke Ciwastra..” “Oh, naik angkot abu-abu ya..”

Angkot Bandung Itu Paling Banyak Ngetem Di….

Jawabannya : Tegalega. Coba lewati Jalan BKR, tepat depan Lapangan Tegalega, Bandung. Maka akan tampak rupa-rupa angkot dari berbagai jurusan saling menumpuk di pinggir jalan. Ada angkot dari arah Kopo, Soreang, Leuwipanjang, Kebon Kalapa, Dayeuh Kolot, Bale Endah, Ciwastra, Kosambi, dan wuh yang lain-lainnya.

Banyaknya angkot yang ngetem – istilah angkot menarik penumpang -- membuat jalanan macet, klakson yang berlomba-lomba untuk saling menyala, belum lagi masyarakat umum yang takut untuk menyebrang lantaran angkot yang berseliweran terlalu ramai.

Angkot ‘Siluman’

Di Bandung banyak angkot nakal atau angkot aneh atau apapun sebutannya. Di tempat-tempat tertentu, misalnya Terminal Leuwipanjang, akan tersedia angkot ‘nakal’ sejak pukul 21.00 WIB hingga 04.00 WIB. Angkot ‘aneh’ di sini merujuk pada sebutan angkot yang menyediakan dirinya untuk mengantar penumpang di malam hari meski bukan dalam trayek resminya. Biasanya, dengan sistem ongkos paket.

Ongkosnya sedikit lebih tinggi memang. Tapi dari segi perjalanan, jelas relatif lebih singkat. Tapi jangan marah sama angkot ‘aneh’ ini. Angkot ini sangat berjasa buat kamu yang tiba di Bandung, misal di Terminal Leuwipanjang, di dini hari. Mereka memang biasanya beroperasi ketika angkot reguler berhenti beroperasi.

Tidak Semua Angkot Beroperasi 24 Jam

Pada umumnya angkot memang beroperasi selama 24 jam. Apalagi di kota-kota besar yang kegiatan penduduknya padat bahkan cenderung hectic. Nah, di Bandung, umumnya angkot beroperasi sejak pukul 05.00 WIB hingga 21.00 WIB. Atau amannya, catat saja beroperasi hingga pukul 20.00 WIB. Tapi itu tidak berlaku pada semua angkot yang ada di Bandung.

Misalnya saja angkot St.Hall – Sadang Serang. Menemukannya pada sekitar pukul 19.00 WIB saja sudah alhamdulillah. Apalagi di atas pukul 20.00 WIB? Kalaupun ada, biasanya si sopir akan berteriak keluar : “Ya, Serang.. Serang.. Yang terakhir..”.

Mitos Angkot Setan Jelmaan Pocong

Jangan merinding dulu. Tapi ini asli kisah legendaris yang beredar di antara penghuni kampus Institut Teknologi Bandung. Di kawasan itu, ada angkot berwarna ungu, mengisi trayek Cisitu – Tegalega. Menurut mitos, angkot itu adalah jelmaan pocong.

Kisah berawal dari seorang mahasiswa yang pulang ke kostannya di kawasan Cisitu pada waktu larut menaiki angkot Cisitu - Tegalega. Padahal, angkot Cisitu – Tegalega hanya beroperasi sampai pukul 21.00 WIB. Singkat cerita, si mahasiswa pun pulang dengan angkot ungu itu. Keesokan paginya, seorang teman yang melihatnya pada malam sebelumnya bertanya, “Kamu semalam pulangnya gimana?”. Si mahasiswa menjawab, “Naik angkot. Kamu bukannya ikut?” Sang teman dengan wajah merinding menjawab, “Semalam aku lihat kamu digendong pocong.”

Angkot Paling Romantis

Ada yang tahu kalau Bandung punya angkot paling romantis? Namanya, angkot jurusan Gedebage – Simpang Dago. Angkot ini dipulas dengan kelir pink yang manis dan menggoda manja, dengan garis berkelir hijau di bagian bawahnya. Bagaimana tidak romantis? Hanya kurang sedikit stiker bunga-bunga dan simbol hati agar lebih romantis.

Angkot ini bisa jadi referensi rekomendasi buat yang ingin merayakan Hari Valentine bersama gebetan dengan belanja baju bekas nan keren di Pasar Cimol Gedebage. Jadi, sebelum belanja baju bekas, rasakan dulu sensasi menikmati kemacetan Jalan A.H Nasution dan kawasan Ujung Berung berduaan sama gebetan dari dalam jendela angkot yang paling romantis ini.

Angkot Paling Playboy

Ketika kamu sedang berada di kawasan Cibiru dan menunggu angkot menuju Jatinangor, jangan kaget kalau ada yang memanggil-manggil seperti ini : “Sayang.. Ayo sayang.. Sayang..” Ih, genit yah si Akang pakai manggil-manggil ‘sayang’ segala.

Tapi jangan geer dulu. Itu bukan panggilan ‘sayang’ untuk yang terkasih. Kata ‘sayang’ dilantunkan si akang kenek lantaran angkot itu memang bertrayek Gedebage-Sayang. Jadi gimana, sayang? Siap dibawa keliling Bandung Timur sama Akang?

Angkot “Paling Besar” di Dunia

Judul di atas mungkin memang agak hiperbolik. Lagipula tidak semua negara di dunia punya angkot. Jadi begini, Bandung punya angkot yang luar biasa besar. Bayangkan, seekor gajah yang sebesar apa itu sampai bisa cukup masuk di dalamnya.

Tapi angkot ini tidak beroperasi untuk mengantar gajah-gajah yang berkeliaran. Karena di Bandung, gajah hanya duduk manis di Kebun Binatang. Tapi angkot ini mengantar penumpang yang hendak bepergian dari Leuwigajah menuju Cimahi. Alhasil, si kenek pun selalu mempromosikan angkot yang dibawanya dengan teriakan : “Gajah mahi.. Gajah mahi…”, yang dalam bahasa Indonesia berarti “Gajah cukup.. Gajah cukup..”

Oke, sip. Yang terakhir ini memang garing. Terima kasih. Ciao!

Editor: Editor Ayobandung

artikel terkait

dewanpers