web analytics
  

Koperasi Kerap Jadi Payung Investasi Ilegal

Kamis, 27 April 2017 17:55 WIB Arfian Jamul Jawaami
Bandung Raya - Bandung, Koperasi Kerap Jadi Payung Investasi Ilegal, Investasi Ilegal, koperasi

Ilustrasi Koperasi. Antara

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Kombes Pol Dul Alim mengungkapkan jika koperasi sangat sering dimanfaatkan untuk aktivitas investasi bodong karena tidak memiliki payung hukum yang jelas.

"Tidak ada payung hukum tentang koperasi maka kerap digunakan sebagai kendaraan investasi ilegal," ujar Dul Alim di di Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 2 Jawa Barat pada Kamis (27/4/2017).

Mengingat  koperasi saat ini berjumlah sebanyak 212.135. Namun yang aktif hanya 150.223 dan 61.912 tidak aktif. Sedangkan yang rutin melakukan rapat akhir tahun sebanyak 58.107 dan yang tidak melakukan sebanyak 92.116.

Untuk itu Asdep Pemeriksaan USP Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Achmad H. Gopar mengatakan jika pihaknya memang akan segera membubarkan sejumlah koperasi yang tidak aktif.

"Kita memang akan membubarkan koperasi yang tidak aktif sesuai kewenangan pusat," ujar Achmad H. Gopar di waktu dan kesempatan yang sama.

Setidaknya 16 koperasi di 16 provinsi diduga terkait dengan kegiatan investasi ilegal salah satunya adalah koperasi Pandawa Mandiri Group di Depok yang mampu mengumpulkan 549.000 nasabah dengan nilai Rp 3.8 triliun. 

Selain Pandawa Group terdapat juga dua koperasi lain yang telah diberikan sanksi terhitung tanggal 1 Maret 2017 yakni KSPPS BMT CSI Syariah Sejahtera di Kabupaten Cirebon dan KSPPS BMT CSI Madani Nusantara di Kota Cirebon.

Adapun modus yang kerap dilakukan koperasi dalam melakukan aktivitas investasi ilegal yakni melalui imingan pendapatan, jaminan uang kembali, perekrutan konsumen baru, penyalahgunaan testimoni pemuka agama atau pejabat publik dan janji penarikan dana. 
 

Editor: Andres Fatubun
dewanpers