web analytics
  

Voila! Lima Hotel ala Backpacker Bandung Punya!

Selasa, 11 April 2017 15:10 WIB Asri Wuni Wulandari
Bisnis - Hotel, Voila! Lima Hotel ala Backpacker Bandung Punya!, Explore Bandung, Backpacker Culture, Hotel Bandung

Chez Bon Hostel di Jalan Braga, Bandung. (meanwhileuandme.com)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM – Mungkin saja Giovanni Francesso Gemelli Careri – seorang traveler ­asal Italia – senang karena di zaman kiwari idenya untuk ber-‘swavakansi’ mendadak tenar. Kemana angin membawa kita. Mungkin itu kira-kira filosofis dari seorang backpacker sejati.

Di kemudian hari, konsep low cost dalam vakansi mendadak menginvasi manusia masa kini. Bepergian menggunakan kereta api kelas ekonomi, menginap di hotel murah dan alakadarnya, serta berbagai ide backpacker lainnya.

Nah, Bandung yang dikelilingi ratusan destinasi wisata nan ciamik pun tak ayal jadi serbuan para pelaku ‘swavakansi’ ini. Tentu mereka – para backpacker yang berlibur dengan konsep low cost-nya – menjadikan hotel-hotel murah sebagai salah satu instrumen penting ketika mereka ingin ngubek kawasan Paris Van Java ini.

Kalau memang begitu, mengingat sebentar lagi kita akan dihadapkan pada long weekend, ini dia AyoBandung beri beberapa rekomendasi hotel dengan konsep backpacker yang uh.. bikin bahagia para backpacker!

 

Araya Huis Homestay

Ini salah satu penginapan yang diminati oleh para backpacker : penginapan sederhana bernuansa rumah sendiri. Tak jauh dari pusat kota – sekira satu kilometer dari pusat kota – berdiri sebuah penginapan yang dijamin murmer! Ditambah lagi dengan suasana hommy-nya, yang jelas berbeda dengan hotel-hotel mewah di sekitarnya.

Terletak di Jalan Belakang Pasar, Bandung, Araya Huis Homestay hanya mematok harga mulai dari Rp 100 ribu. Kamarnya yang percis kamar anak kost-kostan, lengkap dengan furnitur kayu sederhananya, buat kita serasa berada di kamar pribadi.

Pinisi Backpacker

Penginapan yang satu ini dijamin paling pas bagi kamu wahai backpacker yang ingin mengunjungi Bandung beramai-ramai. Tak perlu takut tidur berpisah dari teman satu geng-mu, fasilitas kamar di Pinisi Backpacker siap menyediakan kamar yang bisa diisi oleh lebih dari empat orang, tanpa perlu takut dikenakan room charge untuk penambahan orang. Minimal, untuk kamar berisi empat orang saja, kamu cukup membayar dengan harga Rp 200 ribu.

Menginap di penginapan yang terletak di Jalan Pasirkaliki Belakang ini tak ubahnya menginap di asrama sekolah. Dengan tempat tidur susun bertingkatnya, penginapan ini nyaman untuk dipakai tempat curhat satu geng di sela-sela istirahatnya dari berkeliling kota.

Belum lagi, konsep kamar mandi, ruang tamu, dan pantry bersama, buat para backpacker bisa saling mengenal satu sama lain meskipun berasal dari daerah yang berbeda-beda. Siapa tahu, habis masak bareng di Pinisi Backpacker ini, kalian bisa merencanakan rencana traveling dengan teman baru?

New by Moritz Guest House

Nah, hotel satu ini asyik punya! Berbagai fasilitas bak hotel berkelas ada di sini. Ada kamar VIP, koneksi internet gratis, plus pemandangan taman di bagian depan dan belakang hotel. Namun asyiknya, dengan berbagai fasilitas itu, hotel ini justru malah mematok tarif bak hotel melati. Tarifnya berkisar dari harga Rp 100 ribu hingga Rp 170 ribu untuk berbagai jenis ukuran kamar.

Ukuran kamar memang mini. Tapi tak apa jika melihat interior kamarnya yang asyik. Dinding berbata yang dipadu dengan tempelan bilik bambu, bikin suasa kamar semakin hommy dan memberikan sedikit kesan pedesaan.

Selain itu, kita juga akan dimanjakan oleh tumpukan buku-buku di area lounge penginapan ini. Tenang saja, buku-buku tak cuma boleh untuk dipandang kok. Dibaca pun boleh, sembari ditemani sajian kuliner di sana bersama teman-teman satu geng.

Chez Bon Hostel

Black and white. Kira-kira nuansa ini yang akan ditemukan di penginapan yang mengadaptasi motif papan catur yang memang sedang naik daun beberapa tahun belakangan ini. Hotel ini sebenarnya merupakan hotel berbintang satu, namun tarifnya woy.. murmer! Bondan Winarno, sang empunya hotel, rupanya tahu keinginan traveler-traveler yang sering berkunjung ke Bandung. Harganya saja, untuk sekelas hotel yang berada di pusat kota, cukup dengan minimal Rp 200 ribu.

Hotel yang terletak di kawasan Braga ini sangat mudah ditemukan. Di salah satu dinding berbata yang ada di Jalan Braga, maka kamu akan menemukan sebuah pintu kecil untuk masuk ke dalam area hotel. Di sanalah hotel backpacker ini berada.

Hampir serupa dengan Pinisi Backpacker, kamar dalam hotel ini pun menyediakan tempat tidur susun bertingkat, yang memungkinkan diisi lebih dari enam orang. Dempet-dempetan asyik! Selain itu, lokasinya yang terletak tepat di kawasan ramai Kota Bandung, sudah tentu membuat hotel ini banyak diminati pengunjung.

Garden Hostel

Biasanya, para backpacker akan memberikan waktu yang lama untuk agenda berliburnya. Misal dalam satu minggu berlibur, tentu kita akan butuh waktu sendiri dengan hanya berdiam diri di penginapan. Nah, untuk yang menyukai kesendirian sejenis ini, kamu bisa datang ke penginapan yang satu ini.

Tamannya luasssss sekali. Taman dengan rerumputan hijau yang membentang di depan gedung hotel ditambah dengan kursi-kursi taman yang bikin adem. Sangat pas buat kamu yang ingin berdiam diri sembari membaca buku-buku yang belum kamu selesaikan.

Selain itu, interior gedung dan kamar yang notabene menggunakan bahan kayu, bikin penginapan yang berada di Jalan Ir. H. Djuanda, Bandung ini semakin nyaman untuk bersantai menikmati udara Bandung Utara yang sejuk.

Untuk urusan tarif, penginapan ini juga jangan ditanya. Kamu cukup membayar tarif sekitar Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu untuk menikmati ketenangan di sini.

Selamat bervakansi di akhir pekan panjang!

Editor: Asri Wuni Wulandari

artikel terkait

dewanpers