web analytics
  

Rupanya, Hugo Boss Adalah Desainer Seragam Nazi

Selasa, 4 April 2017 14:27 WIB Arfian Jamul Jawaami
Gaya Hidup - Fashion, Rupanya, Hugo Boss Adalah Desainer Seragam Nazi, hugo boss, nazi, fesyen

Seragam Nazi yang dibuat oleh Hugo Boss. (Pinterest/Searchpp)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Seragam pasukan Nazi dikenal memiliki gaya dan citra maskulin dibanding dengan pakaian satuan militer milik negara lain. Ternyata konsep fesyen tidak di desain dengan asal-asalan sebab Hitler menggandeng brand pakaian besar dunia untuk mengerjakannya. Brand fesyen ternama dunia Hugo Boss ternyata berada di balik desain maskulin para pasukan Schutzstaffel, Sturmabteilung, Wehrmacht dan Hitlerjugend milik tentara Nazi.

Hugo Boss memproduksi seragam Nazi selama berlangsungnya Perang Dunia Kedua dimana dikerjakan oleh 40 tahanan Perancis dan 140 buruh kerja paksa yang didatangkan dari berbagai negara jajahan Jerman.

Fakta tersebut pertama kali dimuat oleh salah satu majalah terbitan Austria yang biasa membahas persoalan politik terkini. Hal tersebut diperkuat oleh pernyataan dari perusahaan Hugo Boss yang bermarkas di Metzingen Jerman.

Dalam buku berbahasa Jerman berjudul "Hugo Boss 1924-1945" karangan Roman Koster dikisahkan peran perusahaan tersebut dalam kepemimpinan Nazi. Desain seragam Nazi menampilkan keberanian dari pemerintah. Sepatu bot bersol tebal, topi bungkuk dan jaket kulit yang kemudian diadopsi oleh rocker Amerika.

Hugo Boss berdiri pada tahun 1923. Awalnya perkembangan perusahaan berjalan begitu lambat hingga jatuh bangkrut. Kemudian ketika Perang Dunia Kedua pecah, Hugo Boss mendapat pesanan dari Hitler untuk memproduksi seragam Nazi. Sehingga kemunduran keuangan perusahaan dapat ditanggulangi.

Selain itu dua bersaudara pendiri Puma dan Adidas, Rudolf dan Adolf Dassler, adalah seorang simpatisan Nazi yang turut membantu keberlangsungan partai lewat pasokan produk. Adolf Dassler melalui Adidas bahkan memproduksi sepatu untuk pasukan Wehrmacht selama perang serta menjadi sponsor utama dari atlet Nazi Jerman pada Olimpiade Berlin. 

Editor: Asri Wuni Wulandari

artikel terkait

dewanpers