web analytics
  

Belajar Perkusi dari Alam ala Komunitas USBP

Minggu, 26 Maret 2017 19:58 WIB Asri Wuni Wulandari
Bisnis - Event, Belajar Perkusi dari Alam ala Komunitas USBP, komunitas usbp, perkusi bandung, gunung manglayang

Komunitas USBP dalam gelaran Camping and Adventure (CAPTURE) di Batu Kuda, Gunung Manglayang, Bandung, Sabtu (25/3). (AyoBandung/Fasko Dehotman)

BANDUNG,AYOBANDUNG.COM – Apa jadinya jika para tukang tabuh merindukan alam? Ya, begini jadinya. Seperti gelaran Camping and Adventure atau singkat saja dengan CAPTURE, buatan anak-anak Komunitas United States of Bandung Percusion di Batu Kuda, Gunung Manglayang, Bandung. Sebuah gelaran untuk menjiwai musik perkusi melalui alam.

Kegiatan yang digelar selama dua hari – Sabtu, 25 Maret hingga Minggu, 26 Maret 2017 – ini merupakan agenda tahunan yang dilakukan oleh Komunitas United States of Bandung Percussion (USBP) sedari dulu. Selain untuk menjiwai musik dari alam, gelaran ini juga biasanya diselenggarakan untuk menyambut anggota baru komunitas ini.

“Kita ingin membuka pikiran mereka tentang musik perkusi itu sendiri. Salah satunya dengan cara membuat satu momen khusus di alam,” ujar Ketua Komunitas USBP, Teguh Kusuma Rahmatika ketika ditemui di Batu Kuda, Bandung, Sabtu (25/3/2017).

Kali ini, komunitas yang memang terbiasa mengajak pelajar untuk bermain perkusi ini, berhasil menggaet beberapa anggota baru. Mereka di antaranya berasal dari SMAN 22 Bandung, SMAN 7 Bandung, SMAN 26 Bandung, SMA Pasundan, SMAN 25 Bandung, dan SMP YPKP.

Ketua Pelaksana CAPTURE, Abdul Malik Ditamanggala mengatakan, Komunitas USBP akan berbagi ilmu serta pengalaman tentang musik perkusi dalam kegiatan ini. Sehingga kelak, ilmu tersebut bisa diaplikasikan untuk kegiatan ekstra kurikuler masing-masing sekolah.

"Jadi setelah mereka ikut bergabung di komunitas USBP ini, tentunya mereka tidak akan menghilang dari kegiatan ekskul sekolah mereka, melainkan mereka bisa menggembangkan kegiatan ekskul sekolah mereka," jelas Abdul.

Abdul juga menambahkan dalam kegiatan ini bukan hanya sekedar sharing, berbagi ilmu, kemping dan makrab. Ada juga beberapa macam permainan yang digelar untuk menambah riuh kegiatan ini. Misalnya saja kompetisi masak dan juga penampilan dari masing-masing kelompok pada malam api unggun.

Editor: Asri Wuni Wulandari
dewanpers