web analytics
  

Tanda-tanda Perut Anda tidak Normal

Selasa, 14 Maret 2017 18:55 WIB Adi Ginanjar Maulana
Gaya Hidup - Sehat, Tanda-tanda Perut Anda tidak Normal, sakit perut,sakit perut,nyeri perut,mual,sembelit,usus,kanker usus

Ilustrasi sakit perut.(Boldsky)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM—Perut merupakan organ vital pada diri manusia. Kadang-kadang orang sudah terbiasa dengan masalah sakit perut" class="related-tag text-orange">sakit perut yang kerap mengganggu di sela aktivitas sehari-hari.

Dalam beberapa kasus,  sakit perut" class="related-tag text-orange">sakit perut yang berkepanjangan akan membuat Anda sering pergi ke kamar kecil.

Ada banyak alasan mengapa sakit perut" class="related-tag text-orange">sakit perut perlu dikonsultasikan ke dokter. Berikut pemicu sakit perut" class="related-tag text-orange">sakit perut seperti dilansir Boldsky, Selasa (14/3/2017):

1. Masalah menetap

Anda harus menyadari perubahan terus-menerus dalam sperut Anda.

2. Perut nyeri

Jika sakit perut" class="related-tag text-orange">sakit perut disertai dengan sakit perut" class="related-tag text-orange">sakit perut, mudah tersinggung atau penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan, maka ini tidak boleh diabaikan.

3. Darah dalam kotoran

Darah di tinja menunjukkan sesuatu yang sangat serius dan konsultasi langsung dengan dokter diperlukan. Ini adalah salah satu tanda yang mengkhawatirkan.

4. Nyeri

Jika usus Anda merasa tertusuk tidak boleh diabaikan. Hal ini menunjukkan perut Anda tidak normal.

5. Sakit perut" class="related-tag text-orange">Sakit perut ketika akan tidur

Apakah Anda pernah sakit perut" class="related-tag text-orange">sakit perut lalu merangkak ke tempat tidur? Hal ini bisa disebabkan oleh sindrom iritasi usus yang memanas di malam hari.

6. Kanker usus

Jika memiliki riwayat keluarga kanker usus besar maka Anda berada di peningkatan risiko dan tidak boleh mengabaikan masalah tersebut.

7. Mual

Mual bisa menjadi tanda peringatan dari kondisi medis tertentu seperti penyakit radang usus buntu, depresi, atau kecemasan.

8. Beberapa alasan lain

Beberapa alasan mengapa hal ini terjadi mungkin karena perubahan strain bakteri dari usus, sisa makanan di usus besar, penyerapan yang buruk dari karbohidrat atau sembelit.

Editor: Adi Ginanjar Maulana
dewanpers