web analytics
  

Psikolog : Empat Indikator yang Dapat Memprediksi Penyebab Perceraian

Selasa, 7 Maret 2017 19:35 WIB Asri Wuni Wulandari
Gaya Hidup - Sehat, Psikolog : Empat Indikator yang Dapat Memprediksi Penyebab Perceraian, hubungan asmara, tips psikologi, tips percintaan

Ilustrasi (pixabay.com)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Berbicara tentang hubungan asmara antara laki-laki dan wanita terkadang memang rumit. Psikolog berkebangsaan Amerika, John Gottman, mengemukakan bahwa ada empat jenis perilaku berbahaya yang bisa memprediksi akan timbulnya perceraian. Kami akan memaparkannya lebih jauh agar hubungan percintaan anda akan jauh dari konflik.

 

Melakukan Penghinaan

Indikator: Salah satu dari pasangan berperilaku yang tidak menyenangkan, memberikan julukan, atau melakukan penghinaan di depan umum. Hal tersebut menunjukkan bahwa salah satu pihak tidak menghargai pasangannya.

Cara memperbaikinya: Tempatkan diri Anda menjadi posisi orang yang Anda cintai, yang menjadi subjek hinaan. Cobalah melihat dari sisi pandang mereka. Kemudian ingatkan diri sendiri, bahwa seseorang yang kita cintai tidak sepatutnya untuk mendapatkan penghinaan apalagi diperlakukan tidak menyenangkan.

Kritik yang Berlebihan

Indikator: Salah satu dari pasangan merasa jengkel setiap pasangannya dirasa membuat kesalahan. Bukannya memberikan solusi, namun salah satu pihak malah memperbesar masalah dan membuat situasi menjadi lebih rumit. Tak hanya itu, salah satu pihak akan mengungkit-ungkit masalah yang sudah berlalu, kemudian menyalahkan pasangannya sambil berkata, “Ini semua adalah salahmu. Kamu seharusnya bla bla bla.”

Cara memperbaikinya: Jangan gunakan nada agresif dalam percakapan, karena hal ini tidak akan memecahkan masalah. Jika anda meminta dengan tenang kepasa pasangan anda, maka pasangan pun akan memiliki pandangan yang berbeda dan jauh lebih positif. Katakan padanya bahwa anda akan selalu ada di sampingnya dalam situasi apapun, dan akan membantunya mencari jalan keluar yang lebih baik.

Perilaku Defensif

Indikator: Salah satu dari pasangan melakukan sesuatu yang salah, namun setelah diajak berbicara tidak mengaku bersalah, malah terkesan mengindar. Situasi seperti itu bisa ditandai dengan ungkapan-ungkapan seperti, “Saya merasa tidak melakukannya,” atau, “Kamu terlalu berlebihan, padahal saya tidak seperti itu,” Biasanya jawaban yang diberikan pasangan akan bernada tajam dan diakhiri dengan ketidakpuasan atau keluhan.

Cara memperbaikinya: Dalam kasus tersebut, akan lebih baik jika anda mengambil tanggung jawab dengan mengajak pasangan anda berbicara duluan. Tanyakan baik-baik mengenai masalahnya. Buatlah suasana yang menyenangkan jika pasangan anda mulai merasa jenuh atau ingin menghindar dari anda.

Menghindari Konflik

Indikator: Sering marah dan terpancing emosi. Atau Anda akan cenderung mengabaikan pasangan Anda, dan merasa kehadiran pasangan Anda menggangu ketenangan Anda.

Cara memperbaikinya: Jangan biarkan emosi menguasai Anda ! Cobalah untuk berbicara dari hati ke hati tentang masalah Anda. Pecahkan masalah secara bersama-sama, sehingga hati Anda dan pasangan akan selalu merasa tenang dan damai.

(Anggun Nindita)

Editor: Asri Wuni Wulandari
dewanpers