web analytics
  

Inflasi Jabar Februari 2017 Sebesar 0,36%

Rabu, 1 Maret 2017 14:08 WIB Adi Ginanjar Maulana
Bandung Raya - Bandung, Inflasi Jabar Februari 2017 Sebesar 0,36%, inflasi,bps,bps jabar

BPS merilis data inflasi Februari di Kantor BPS Jabar Jalan Surapati, Rabu (1/3/2017)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM—Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Barat merilis inflasi di provinsi tersebut pada Februari 2016 sebesar 0,36%.

Andil penyumbang inflasi tertinggi pada Februari menurut kelompok pengeluaran yakni makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,70%.

Selanjutnya, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,68%, kelompok sandang sebesar 0,32%, kelompok kesehatan 0,47%, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,19%, serta kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,33%.

Adapun kelompok yang mengalami deflasi yakni bahan makanan sebesar 0,21%.

Kabid Statistik Distribusi BPS Jabar Dudung Supriyadi mengatakan sepanjang Februari sebagian besar komoditas terutama pada kelompok makanan jadi mengalami kenaikan harga sehingga berpengaruh terhadap inflasi di Jabar.

Beberapa komoditas mengalami kenaikan harga antara lain tarif listrik, cabai rawit, pulsa ponsel, bawang merah, kentang, rokok kretek, dan rokok kretek filter.

"Sementara komoditas yang memberikan andil deflasi yakni daging ayam ras, telur ayam ras, cabai merah, dan lainnya," ujarnya, Rabu (1/3/2017).

Di samping itu, BPS mencatat nilai tukar petani (NTP) mengalami penurunan 0,70% dibandingkan sebelumnya dari 103,25 menjadi 102,53.

Kondisi tersebut dipicu indeks harga diterima petani (IT) turun 0,12%, sementara indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi petani naik sebesar 0,58%.

"Semakin tinggi NTP maka semakin kuat kemampuan daya beli petani," ujarnya.

Adapun nilai ekspor produk Jabar pada Januari 2017 mencapai US$2,3 miliar, naik 0,07% dibandingkan bulan sebelumnya yakni US$2,29 miliar.

Sokongan kenaikan ekspor produk Jabar ditopang ekspor migas naik sebesar 199,87% dari US$11,70 juta menjadi US$35,08 juta.

"Sedangkan perkembangan impor Januari 2017 mencapai US$1,07 miliar, naik 10,98% dibandingkan bulan sebelumnya."(Fasko Dehotman)

Editor: Adi Ginanjar Maulana

artikel terkait

dewanpers