web analytics
  

Kisah Pahlawan Penghijauan di Kawasan Bandung Utara

Minggu, 26 Februari 2017 16:42 WIB Adi Ginanjar Maulana
Gaya Hidup - Komunitas, Kisah Pahlawan Penghijauan di Kawasan Bandung Utara, Kopi,ampuh,ekaliptus,asep rohman

Asep Rohman.(Hengky/AyoBandung)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM--Berawal dari rasa takut dan prihatin dengan terjangan banjir yang rutin melanda kawasan Baleendah beberapa tahun belakangan, Asep Rohman (53), mengorganisir warga Kecamatan Cilengkrang untuk melakukan penghijauan di Kawasan Bandung Utara.

Bersama warga, pria yang menjabat sebagai Ketua Petani Hijau (KTH) Giri Senang ini menanam sekira 17.000 bibit pohon ekaliptus di lereng perbukitan yang terletak di kaki Gunung Manglayang pada Desember 2014 silam. Penanaman yang dilakukan melintasai empat desa di Kecamatan Cilengkrang, antara lain Desa Mekar Manik, Giri Mekar, Jati Endah, dan Jati Wangi.

"Saat Baleendah banjir, saya jadi memikirkan masyarakat. Mudah-mudahan menyelamatkan jutaan orang yang ada di Bandung Utara," kata Asep menceritakan hikayat dan harapan ihwal penghijauan yang ia galakkan kepada AyoBandung, Minggu (26/2/2017).

Pria yang merupakan warga Kampung Legok Nyenang, Desa Giri Mekar, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung sehari-hari berprofesi sebagai petani. Asep mendapat keahlian membudidayakan pohon ekaliptus berkat pelatihan yang dilakukan di tingkat desa dan kecamatan.

Pohon-pohon ekaliptus yang ditanam beberapa tahun silam tersebut kini telah berdiri kokoh dan menghijaukan lereng Gunung Manglayang. "Saya punya slogan, hutan hejo lestari selamatkan bumi. Yang menyelamatkannya itu masyarakat," ucap Asep.

Dipilihnya pohon ekaliptus bukan tanpa alasan. Selain berdampak terhadap lingkungan, pohon ini mengandung nilai ekonomi cukup tinggi. "Kayunya hampir Rp 2,5 juta/kubik," terangnya. "Sekarang sudah bisa dimanfaatkan. Kayunya bermanfaat. Bisa (digunakan) buat (membangun) rumah," tuturnya.

Kerja keras Asep diapresiasi warga sekitar. Tak hanya itu, pada 2016 lalu, KTH Giri Senang yang dipimpin Asep ini diganjar penghargaan Wahana Lestari oleh Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup.

"Saya bisa membuktikan. Tidak hanya sebatas lisan, apa yang ditanya, apa yang disebut, betul adanya. Penilaiannya dia (utusan Kementerian KLH) datang ke sini," paparnya.

Belakangan, sebagai bukti komitmennya terhadap penghijauan di KBU, Asep turut mendirikan organisasi AMPUH, alias Asosiasi Masyarakat Peduli Untuk Hutan.

Di usia senja, semangat Asep melakukan penghijauan masih menggebu. Namun satu hal yang disadari Asep, pekerjaan besar membutuhkan usaha dan pengorbanan setimpal. Target Asep ke depan tak muluk-muluk. Saat ini, ia tengah menyusun rencana. Visi penghijauan Asep bakal diejawantahkan melalui penanaman kopi di bawah tegakan pohon ekaliptus. "Rencananya tahun depan sudah dimulai. Akhir 2017, atau awal 2018," ungkapnya.

Terhadap belasan ribu pohon ekaliptus yang kini berdiri kokoh menghijaukan lereng Gunung Manglayang, Asep cuma menyandarkan sebuah harapan sederhana.

"Mudah-mudahan bisa menyelamatkan. Karena pohon kayu itu, saat musim kemarau bisa membesarkan debit air, musim bujan bisa menjadi sabuk pengaman untuk menahan erosi," kata dia.(Hengky Sulaksono)

Editor: Adi Ginanjar Maulana

artikel terkait

dewanpers