web analytics
  

Korupsi Mobil Listrik: Dahlan Iskan Mangkir Pemeriksaan

Senin, 6 Februari 2017 12:53 WIB Adi Ginanjar Maulana
Umum - Nasional, Korupsi Mobil Listrik: Dahlan Iskan Mangkir Pemeriksaan, dahlan iskan,korupsi mobil listrik

Ilustrasi: Terdakwa kasus dugaan korupsi pelepasan aset PT PWU Jatim, Dahlan Iskan (kanan) menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor Surabaya di Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (13/1). Dalam sidang lanjutan tersebut jaksa penuntut umum menghadirkan tiga saksi diantaranya Direktur Utama PT Sempulur, Oepojo Sardjono, serta dua mantan karyawan notaris Warsiki Poernomowati, Sri Indrawati dan Muhammad Ridwan untuk dugaan korupsi penjualan aset BUMD milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur, PT Panca Wira Us

SURABAYA, AYOBANDUNG.COM--Dahlan Iskan, Mantan Menteri BUMN mengkir pada jadwal pemeriksaan yang dilakukan oleh penyidik Kejaksaan Agung di kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Timur terkait dengan pengadaan mobil listrik.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Richard Marpaung, Senin mengatakan, ada pihak keluarga yang datang dan memberikan surat pemberitahuan kalau Dahlan Iskan tidak bisa hadir.

"Hari ini DI (Dahlan Iskan) tidak hadir dan ada perwakilan keluarga yang sudah memberikan surat pemberitahuan kepada kami," katanya saat di konfirmasi di Kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.

Ia mengatakan, pemeriksaan itu dilakukan di Kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Timur karena sampai dengan saat ini Dahlan Iskan statusnya masih sebagai tahanan kota dan tidak bisa bepergian keluar kota.

"Ada sekitar lima orang dari Kejaksaan Agung yang datang hari ini, tetapi karena DI tidak datang, kemungkinan akan dilakukan pemanggilan lagi pada pekan depan," katanya.

Sementara itu, Miratul Mukminin selaku perwakilan keluarga Dahlan Iskan saat datang ke kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Timur mengatakan, kedatangannya ke kantor tersebut ingin memberikan surat pemberitahuan ketidakhadiran Dahlan Iskan.

"Pak Dahlan tidak bisa hadir karena kondisinya kurang enak badan atau sakit,selain itu juga masih belum di dampingi dengan pengacara terkait dengan kasus ini," katanya.

Dalam kasus mobil listrik, Dahlan ditetapkan tersangka berdasarkan surat perintah penyidikan (Sprindik) yang dikeluarkan Kejagung pada 26 Januari lalu. Sprindik itu terkait dugaan korupsi pengadaan 16 unit mobil jenis "electric mikrobus" dan "electric executive bus". Atas kasus ini negara diduga mengalami kerugian sampai dengan Rp32 miliar.

Editor: Adi Ginanjar Maulana
dewanpers