web analytics
  

Perkembangan UKM di Kabupaten Bandung Tekan Pengangguran dan Kemiskinan

Rabu, 25 Januari 2017 15:10 WIB Andres Fatubun
Bandung Raya - Bandung, Perkembangan UKM di Kabupaten Bandung Tekan Pengangguran dan Kemiskinan, Bupati Bandung, Dadang M. Naser, UKM,Soreang

Bupati Bandung, Dadang M Naser. Hengky Sulaksono/AyoBandung

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Bupati Bandung, Dadang M. Naser, menyebut kehadiran Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kabupaten Bandung mampu mengurangi angka pengangguran di daerah tersebut.

Catatan terakhir Badan Pusat Statistik, kata Dadang, angka pengangguran di Kabupaten Bandung sebesar 4,03 %. Angka ini berkurang drastis ketimbang pengangguran pada tahun 2013 yang mencapai lebih dari 8%.

"Awal saya jadi Bupati, angka pengangguran kurang lebih 13%. Saya juga kaget itu bagus-bagus amat," kata dia saat menghadiri silaturahmi UKM se-Kabupaten Bandung, di Soreang, Rabu (25/1/2017).

Dadang melanjutkan, selain UKM, penanaman investasi yang mencapai belasan triliun di Kabupaten Bandung juga mempengaruhi berkurangnya angka pengangguran.

"Memang sejalan dengan investasi masuk ke Kabupaten Bandung naik dua kali lipat. Per hari ini Rp11 triliun, apalagi dengan Tol Soroja masuk, nanti akan lebih meningkat," kata dia.

Bupati juga menilai pertumbuhan UKM setiap harinya semakin beekembang. Hingga saat ini, tecatat kurang lebih 10.000 UKM yang ada di Kabupaten Bandung. "Daya beli masyarakatnya juga meningkat drastis. Itu faktor UKM juga," terangnya.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Bandung, Hermawan menyebut perkembangan UKM juga mengurangi angka kemiskinan di Kabupaten Bandung. "Pengangguran berkurang. Kemiskinan juga menurun dari 12% menjadi 7%," ujarnya.

Dikatakan Hermawan, pihaknya juga berencana membentuk paguyuban UKM se-Kabupaten Bandung. Tujuannya, untuk memudahkan para pelaku usaha berembuk mencari ide dan mengembangkan gagasan.

Kendati dinilai mampu menekan angka pengangguran dan kemiskinan di Kabupaten Bandung, anggaran yang dikucurkan Dinas Koperasi dan UKM untuk pemberdayaan sekira 10.000 UKM di tahun 2017 hanya mencapai Rp2 miliar.

"Ya tentu kalau dilihat kalau dibagi sekian jadi kecil. Tapi jangan sampaj karena kecil anggaran, kita jadi bekerja tidak optimal. Tidak harus seperti itu," kata dia. (Hengky Sulaksono)

Editor: Andres Fatubun
dewanpers