web analytics
  

Jus Kuphi Medan Teruskan Tradisi Kopi Sanger

Senin, 23 Januari 2017 18:59 WIB Adi Ginanjar Maulana
Gaya Hidup - Wisata, Jus Kuphi Medan Teruskan Tradisi Kopi Sanger, jus kuphi,kopi

Jus Kuphi.(Arfian/AyoBandung)

BANDUNG, AYOBANDUNG - Pada dekade 1990 nadi ekonomi Indonesia berada pada titik paling rendah. Beragam harga bahan pangan di setiap daerah melonjak tinggi, tidak terkecuali kopi.

Hal tersebut memaksa masyarakat Aceh yang dikenal gemar menikmati kopi menurunkan intensitasnya. Kopi bagi masyarakat Aceh bukan sekedar minuman pelengkap semata, namun mengakar menjadi budaya dan lahan interaksi sosial yang sering terjalin di kedai atau warung kopi.

Keterbatasan uang membuat mahasiswa di Aceh pada saat itu memutar otak agar tetap dapat menikmati kopi susu namun dengan budget minim. Maka lahirlah kopi sanger yang berarti "sama-sama ngerti" yaitu kopi susu dengan kadar susu lebih sedikit dari biasanya.

Namun minimnya kuantitas susu justru menjadikan kadar kopi robusta khas aceh lebih terasa tajam dan beraroma. Hingga kini kopi sanger menjadi salah satu identitas kuliner negeri Serambi Makkah.

"Kopi sanger itu soal sikap. Di mana-mana kalau beli kopi susu biasanya rasa susu lebih dominan, kalau sanger tetap kopi yang lebih dominan," ujar Maya selaku Founder Jus Kuphi Medan pada AyoBandung, Senin (21/1/2017).

Maka sejak 2012 Jus Kuphi Medan hadir untuk menjaga dan meneruskan tradisi sanger ke seluruh nusantara. Nama Jus Kuphi sendiri merupakan singkatan dari Jaminan Untuk Santai, Kopi Untuk Pelengkap Hati Ini.

"Kami gunakan dan lestarikan kopi Aceh tapi kenapa ada kata 'Medan' dalam namanya? Karena itu identitasku," ujar Maya.

Saat ini Jus Kuphi miliki 11 cabang yang hadir di banyak kota salah satunya Bandung yakni di Jalan Tamansari dan Jalan Ambon.

Hingga kini Jus Kuphi masih mempertahankan proses pembuatan kopi secara manual dengan menggunakan penyaringan. Hal tersebut dianggap mampu menahan kadar asam dan air yang tercampur dalam kopi sehingga tidak membuat perut terasa kembung.

"Cara tersebut adalah tradisi para petani kopi di Aceh. Sebuah pemikiran yang luar biasa," kata Maya.

Untuk budget, Jus Kuphi tidak memasang harga tinggi karena dimulai dari Rp10.000.

"Tidak perlu mahal. Mungkin karena kita tidak menggambar kopi jadi harganya murah. Orang mau minum kopi bukan minum gambar," kata Maya.

Di awal pembukaan Jus Kuphi pertama di Kota Medan, Maya bercerita jika dirinya tidak bermodalkan banyak uang. Bahkan menu minuman dalam kedainya baru dibuat setelah dua minggu gerainya dibuka

"Kalau mau buka usaha yaa bukalah. Aku tidak tau akan hancur kalau aku tidak membukanya," kata Maya.

Selain kopi sanger, Jus Kuphi juga menyediakan kopi tradisional khas tanah Sumatera lain seperti kopi cokelat dan kopi hitam. (Arfian Jamul)
Editor: Adi Ginanjar Maulana

terbaru

Wisata Alam Bukit Jamur Ciwidey yang Mempesona

Wisata Jumat, 18 Juni 2021 | 11:48 WIB

Bukit jamur ciwidey menjadi wisata murah favorit di Kabupaten Bandung. Ungkapan yang menyebutkan kalau Tuhan menciptakan...

Gaya Hidup - Wisata, Wisata Alam Bukit Jamur Ciwidey yang Mempesona, Bukit Jamur Ciwidey,Jalan ke Bukit Jamur Ciwidey,Jalur ke Bukit Jamur Ciwidey,Wisata Bukit Jamur Ciwidey,Wisata Ciwidey,Wisata hits Ciwidey

5 Kegiatan di Rumah Bareng Keluarga untuk Isi Akhir Pekan

Wisata Jumat, 18 Juni 2021 | 11:40 WIB

Beberapa daerah di Jawa Barat memasuki zona merah covid-19 yang artinya berbahaya untuk dikunjungi. Dampaknya beberapa t...

Gaya Hidup - Wisata, 5 Kegiatan di Rumah Bareng Keluarga untuk Isi Akhir Pekan, Kegiatan di Rumah Bareng Keluarga,Kegiatan di Rumah Bareng Keluarga akhir pekan,kegiatan akhir pekan,kegiatan akhir pekan di rumah saja

Kampung Naga, Tempat Wisata yang Tidak Biasa

Wisata Rabu, 16 Juni 2021 | 10:39 WIB

Kampung Naga yang dikenal dengan adat yang melekat bukan hanya menjadi tempat wisata biasa. Lokasi wisata sekaligus kam...

Gaya Hidup - Wisata, Kampung Naga, Tempat Wisata yang Tidak Biasa, Kampung Naga Tasik,Kampung Naga,wisata Kampung Naga,rute ke kampung naga,transportasi ke kampung naga,jalan ke kampung naga,masuk kampung naga

Taman Batu Cijanun Purwakarta, Kolam Jernih dari Mata Air Asli

Wisata Selasa, 15 Juni 2021 | 11:29 WIB

Wisata alam Cijanun di Purwakarta terus mengembangkan diri menjadi daerah destinasi baru. Belakangan ini bermunculan obj...

Gaya Hidup - Wisata, Taman Batu Cijanun Purwakarta, Kolam Jernih dari Mata Air Asli, Taman Batu Cijanun,wisata Purwakarta,Taman Batu Cijanun Purwakarta,wisata Jabar

Curug Dengdeng di Tasik, Air Terjun yang Dipercaya Penuh Berkah

Wisata Selasa, 15 Juni 2021 | 11:13 WIB

Wisata Curug Dengdeng di Tasikmalaya mesti Anda kunjungi karena keunikan dan mitos yang konon membuat Anda enteng jodoh...

Gaya Hidup - Wisata, Curug Dengdeng di Tasik, Air Terjun yang Dipercaya Penuh Berkah, Curug Dengdeng,Curug Dengdeng di Tasik,Wisata Tasikmalaya,wisata alam Tasikmalaya,wisata alam,wisata alam Jabar

Taman Peri, Destinasi Wisata Unik di Bandung Timur

Wisata Jumat, 11 Juni 2021 | 19:50 WIB

Taman Peri jadi salah satu rekomendasi tempat wisata unik untuk Anda.

Gaya Hidup - Wisata, Taman Peri, Destinasi Wisata Unik di Bandung Timur, Taman Peri,Bandung Timur,Kebupaten Bandung,destinasi wisata unik,tempat wisata

Kaktus dan Sukulen, Oleh-oleh Imut dari Bandung

Wisata Jumat, 11 Juni 2021 | 18:05 WIB

Produk Florikultura ini menjadikan daerah Cihideung dikenal sebagai sentra tanaman hias di Bandung.

Gaya Hidup - Wisata, Kaktus dan Sukulen, Oleh-oleh Imut dari Bandung , Kaktus,sukulen,Oleh-oleh,Bandung,Kabupaten Bandung Barat

5 Tempat Wisata di Kota Bandung yang Cocok untuk Mempercantik Feed Ins...

Wisata Senin, 31 Mei 2021 | 21:00 WIB

Kota Bandung, Ibukota Jawa Barat memiliki berbagai macam tempat wisata yang bisa menjadi pilihan sebagai lokasi berlibur...

Gaya Hidup - Wisata, 5 Tempat Wisata di Kota Bandung yang Cocok untuk Mempercantik Feed Instagram, Wisata Kota Bandung,Wisata Swafoto Bandung,Wisata memperindah feed instagram,Wisata Instagramable Bandung,Upside Down World,Amazing Art World 3D,Rabbit Town,D'dieuland,Kawah Putih

artikel terkait

dewanpers