web analytics
  

Berwisata di Batu Kuda, Hemat Uang & Tenaga

Minggu, 15 Januari 2017 17:15 WIB Adi Ginanjar Maulana
Gaya Hidup - Wisata, Berwisata di Batu Kuda, Hemat Uang & Tenaga, batu kuda

Batu Kuda.(Hengky Sulaksono)

CILEUNYI, AYOBANDUNG.COM--Bagi Anda yang ingin menikmati suasana alam dan berkemah tanpa melakoni perjalanan jauh dan bermacet-macetan, Bumi Perkemahan Batu Kuda bisa menjadi alternatif.

Terletak di Desa Cibiru Wetan, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Batu Kuda berjarak sekitar 28 kilometer dari pusat Kota Bandung. Jaraknya tak berbeda jauh jika dibandingkan dengan lokasi wisata alam lain di kawasan Ciwidey atau Lembang. Namun akses menuju Batu Kuda bebas dari kemacetan.

Batu kuda bisa diakses menggunakan sepeda motor, bahkan mobil. Letaknya yang berada di kaki Gunung Manglayang dan dekat dengan pemukiman warga membuat akses jalan tak sulit dilalui.

Pengunjung dapat menghirup udara segar dan menikmati suasana asri khas pegunungan. Areal perkemahan seluas 20 hektar ini dipenuhi pohon pinus, cemara, dan kaliandra.

Terletak ketinggian 1.170 mdpl, pintu gerbang perkemahan hanya berjarak ratusan meter dari puncak Gunung Manglayang dengan ketinggian 1.818 mdpl.

Tempat wisata ini dikelola PT Perhutani Unit III Jawa Barat. Tiket masuk ke Batu Kuda ditarif Rp7.500 untuk kunjungan dan Rp10.000 untuk berkemah. Terbilang standar dan bisa menghemat pengeluaran.

Petugas Pos Jaga Bumi Perkemahan Batu Kuda, Suherman (48) mengatakan kawasan tersebut memiliki beberapa situs berupa bebatuan, di antaranya Batu Kuda, Batu Lawang, Batu Tumpeng, dan Batu Keraton.

"Itu semuanya alami. Dinamai seperti itu sesuai bentuk. Misalnya, Batu Lawang, karena bentuknya seperti lawang (gerbang). Kalau yang Batu Keraton, itu dinamai sama pecinta alam," tutur Suherman kepada AyoBandung, Minggu (15/1/2017).

Suherman mengatakan Batu Kuda tak hanya dikunjungi wisatawan domestik. Para pelancong dari luar daerah pun tak jarang datang berkunjung.

"Umumnya anak-anak muda dan orang dewasa. Selain berkemah, ada juga yang datang buat foto-foto," tuturnya.

Para pengunjung biasanya membawa perbekalan dan peralatan kemah sendiri. Namun, jika malas membawa bekal makanan, warung-warung di lokasi perkemahan bisa dijadikan alternatif untuk sekadar mengganjal bahkan mengobati lapar.

"Kalau untuk tenda dan alat kemah lain, di sini enggak ada. Tapi kalau misalnya butuh, kita bisa langsung sediakan. Tinggal hubungi petugas, kita sudah punya kenalan tempat penyewaan alat kemah. Langsung bisa transaksi saat itu juga," ujarnya.

Selain itu, ada juga toilet dan musala. Jika kedinginan dan malas mencari rating-rating kayu untuk membuat api unggun, Anda bisa pergi ke warung dan menebusnya seharaga Rp12.000. Semua keperluan sudah disediakan. Hemat uang, hemat tenaga.(Hengky Sulaksono)

Tag
Editor: Adi Ginanjar Maulana
dewanpers