web analytics
  

Hati-Hati Berpose dalam Foto, Peretas bisa Menyalin Sidik Jari

Jumat, 13 Januari 2017 12:25 WIB Andres Fatubun
Umum - Internasional, Hati-Hati Berpose dalam Foto, Peretas bisa Menyalin Sidik Jari, pose,sidik jari,Jepang

Ilustrasi foto V sign.

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Bagi yang gemar berfoto, ada baiknya kini lebih berhati-hati dalam berpose sebab penelitian mengungkapkan pose dengan dua jari teracung membentuk huruf V ke arah kamera berpotensi mengundang peretas untuk menyalin sidik jari.

Di zaman kecanggihan teknologi ini, sidik jari sendiri kerap digunakan sebagai kunci untuk membuka ponsel, komputer, atau tablet.

Para peneliti di Institut Informatika Nasional (NII) di Jepang telah menemukan bahwa tiruan sidik jari dapat dengan mudah dibuat ulang dari foto yang diambil dengan jarak tiga meter, bahkan tanpa bantuan teknologi canggih.

Sejauh gambar atau foto yang digunakan peretas tersebut jernih serta memiliki penerangan yang baik, sidik jari dapat ditiru.

“Hanya dengan berpose dengan gaya peace di depan kamera, sidik jari dapat tersebar secara luas,” Profesor Isao Echizen, peneliti keamanan dan media digital di NII.
Ini bukan pertama kalinya keamanan sensor biometrik dipertanyakan. Tahun 2015, peretas bernama Jan “Starbug” Krissler mengkreasikan ulang iris mata Kanselir Jerman Angela Merkel dari sebuah foto dan berhasil menggunakannya dalam suatu percobaan. 

Tidak seperti kata sandi, sensor biometrik tidak dapat diubah dengan mudah, sehingga memicu rasa takut orang-orang atas keamanan data pribadi.

“Kita menyebarkan data biometrik ke manapun kita pergi, meninggalkan sidik jari pada apa pun yang kita sentuh, mengunggah swafoto dan video dengan teman serta keluarga ke media sosial. Kebanyakan dari informasi ini dapat diambil oleh penipu,” ujar Robert Capps dari perusahaan biometrik NuData Security.

“Sekali data biometrik dicuri dan dijual di dark web (situs bawah tanah), risiko penyalahgunaan akses identitas dan akun pengguna tersebut akan berlangsung lama,” sambungnya

Echizen dan kawan-kawannya telah membuat lapisan transparan yang bisa digunakan pada ujung jari untuk melindungi sidik jari dari tangan-tangan jahil. Lapisan yang terbuat dari titanium oksida itu dapat mencegah potensi penyalinan sidik jari tanpa menghambat proses membuka kunci.

Namun, teknologi tersebut tidak akan muncul dalam dua tahun ke depan dan sepertinya tidak akan dipakai secara luas.

Solusi lainnya mengharuskan perusahaan membuat biometrik mereka lebih aman. Perusahaan asal Tiongkok, Goodix, tengah mengembangkan pemindai sidik jari “langsung” yang menggunakan tanda dan analisis infrared dari jaringan di bawah kulit dan nadi.

“Lapisan transparan dengan pola putih yang kami kembangkan dapat mencegah pencurian identitas melalui sidik jari palsu, tetapi itu tidak mengganggu verifikasi identitas dengan alat autentikasi sidik jari.

Tahun lalu, pemerintah Jepang meluncurkan sistem teranyar yang memungkinkan pengunjung membayar di toko-toko dengan sentuhan ujung jari setelah mendaftarkan kartu kredit dan detail sidik jari mereka terlebih dahulu. 
Telegraph

Editor: Andres Fatubun

terbaru

Madinah Ditetapkan Jadi Kota Tersehat di Dunia

Internasional Minggu, 24 Januari 2021 | 09:43 WIB

Akreditasi itu diperoleh setelah tim dari WHO melakukan kunjungan, dan menyebut kota tersebut memenuhi semua standar glo...

Umum - Internasional, Madinah Ditetapkan Jadi Kota Tersehat di Dunia, Madinah Kota Tersehat,Madinah,Kota tersehat di dunia,WHO,World Health Organization (WHO)

Wow! Ini Besaran Gaji Joe Biden sebagai Presiden Amerika Serikat

Internasional Sabtu, 23 Januari 2021 | 08:30 WIB

Joe Biden telah resmi menjabat sebagai presiden ke-46 Amerika pada hari Rabu (20/1/21). Saat pertama kali masuk ke Kong...

Umum - Internasional, Wow! Ini Besaran Gaji Joe Biden sebagai Presiden Amerika Serikat, Joe Biden,Gaji Joe Biden,presiden amerika serikat,Gaji Presiden AS,Kekayaan Joe Biden

Waspadai Virus Corona Baru, Beijing Lakukan Tes Covid-19 Massal

Internasional Jumat, 22 Januari 2021 | 19:49 WIB

Pemerintah China mewaspadai munculnya varian baru virus Corona yang disebut lebih mudah menular.

Umum - Internasional, Waspadai Virus Corona Baru, Beijing Lakukan Tes Covid-19 Massal, Tes Covid-19,Beijing,Virus Corona Baru

Cina Rilis Film Covid-19

Internasional Jumat, 22 Januari 2021 | 18:11 WIB

Film tersebut untuk memperingati 76 hari lockdown di wilayah itu.

Umum - Internasional, Cina Rilis Film Covid-19, film Covid-19, Wuhan,Cina,COVID-19,film Days and Night in Wuhan

Apa Tugas-Tugas Wakil Presiden AS, Kamala Harris?

Internasional Jumat, 22 Januari 2021 | 13:49 WIB

Harris menghadiri semua rapat penting selama transisi pemerintahan.

Umum - Internasional, Apa Tugas-Tugas Wakil Presiden AS,  Kamala Harris?, Kamala Harris,Wakil Presiden Amerika Serikat (AS),Barbara Perry,tugas wakil presiden AS,Joe Biden,Barack Obama,Harris mengisi kelemahan Biden

Belasan Ribu Warga Israel Positif Covid-19 Setelah Divaksin Pfizer

Internasional Jumat, 22 Januari 2021 | 11:50 WIB

Lebih dari 12.400 orang Israel terinfeksi virus corona Covid-19. Padahal mereka sudah menerima vaksinasi Covid-19 Pfizer...

Umum - Internasional, Belasan Ribu Warga Israel Positif Covid-19 Setelah Divaksin Pfizer, Vaksin Pfizer,Warga Israel positif Covid,positif Covid-19 setelah vaksinisasi,Vaksinisasi Pfizer,internasional,Vaksinisasi di Israel

Cina Klaim sebagai Penemu Kimchi, Korea Melawan

Internasional Jumat, 22 Januari 2021 | 06:40 WIB

Aktivis sekaligus akademisi Korea Selatan yang terkenal menggunakan iklan untuk menepis klaim Cina tentang negara yang m...

Umum - Internasional, Cina Klaim sebagai Penemu Kimchi, Korea Melawan, kimchi,Cara Membuat Kimchi,Perang Kimchi,Kimchi Korea Selatan,Cina Klaim Penemu Kimchi

Joe Biden dapat Surat Pribadi dari Donald Trump

Internasional Kamis, 21 Januari 2021 | 19:22 WIB

Donald Trump meninggalkan surat kepada penggantinya Joe Biden sebelum meninggalkan Gedung Putih. Biden menyatakan, surat...

Umum - Internasional, Joe Biden dapat Surat Pribadi dari Donald Trump, Joe Biden,Donald Trump,Surat Pribadi

artikel terkait

dewanpers