web analytics
  

Laporan Khas: Pemerintah Didesak Gencar Promosi Kuliner ke Dunia Internasional

Rabu, 7 Desember 2016 16:55 WIB Adi Ginanjar Maulana
Gaya Hidup - Wisata, Laporan Khas: Pemerintah Didesak Gencar Promosi Kuliner ke Dunia Internasional, kuliner,akar kota bandung,phri jabar

Festival Keukeun Kuliner di Kota Bandung belum lama ini . (Danny/Ayobandung)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM—Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia atau PHRI Jawa Barat mengaku saat ini promosi kuliner Kota Bandung sangat minim, hal ini menjadi tugas pemerintah untuk gencar melakukannya.

Ketua PHRI Jabar Herman Muchtar mengungkapkan promosi kuliner sangat kurang terutama di dunia internasional. Padahal, posisi Kota Bandung saat ini sudah terpilih sebagai sepuluh tujuan wisata nasional.

"Wisata kuliner Kota Bandung memiliki potensi berdaya saing di dunia internasional baik inovasi maupun kreativitas produk. Oleh karenanya, perlu ada upaya pengembangan promosi yang maksimal," katanya kepada Ayobandung, Rabu (7/12/2016).

Herman mencontohkan wisata kuliner yang bisa digali potensinya secara maksimal yakni kuliner khas daerah.

"Sekarang coba lihat, banyak wisatawan yang berkunjung ke Bandung rata-rata pasti untuk belanja dan kuliner. Mereka kebanyakan mencari restoran atau hotel yang menyajikan menu Sunda,” ujarnya.

Saat ini Kota Bandung sudah menjadi percontohan industri kuliner nasional. Sehingga dari sana, perlu ditingkatkan sinergitas antara pihak terkait terutama pemerintah sebagai leading sektor.

"Harus ada kerja sama antara pemerintah dan pelaku usaha. Dari kerja sama itu, akan muncul keuntungan positif bagi keduanya,” ujarnya.

Keuntungan tersebut berupa pemasukan pendapatan asli daerah (PAD) bagi pemerintah. Adapun, bagi pengusaha bisa mengembangkan produk lebih baik lagi.

Upaya promosi tersebut bisa dimasukkan ke dalam program Kementerian Pariwisata dalam menjaring target 20 juta wisatawan ke Indonesia. Namun, di sisi lain upaya tersebut masih terganjal anggaran promosi.

"Anggaran promosi mengalami penurunan dari Rp4,2 triliun menjadi Rp1,2 triliun,” ujarnya. Kendati demikian, pemerintah bersama pelaku usaha harus mencari inovasi untuk gencar melakukan promosi.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Kafe dan Restoran (Akar) Bandung Dedie Soekartin mengungkapkan Kota Bandung harus memiliki empat strategi inti dalam mempromosikan wisata kuliner khas daerah.

Empat strategi tersebut antara lain kuliner yang mampu mengangkat konsep tematik, image atau branding produk yang bagus, pelayanan yang terpadu dan maksimal, serta kualitas yang tinggi.

"Saat ini empat hal tersebut yang menjadi kunci untuk mendapatkan keberhasilan promosi wisata kuliner di Kota Bandung. Kreativitas dan inovasi sangat memberikan pengaruh tinggi dalam sukses tidaknya sebuah program promosi," ungkapnya.

Di sisi lain, Akar bandung saat ini sedang menggaungkan promosi kuliner khas Indonesia dengan tema '30 ikon kuliner Indonesia'.

"Kami bekerja sama dengan pemerintah dan kementerian budaya dan pariwisata untuk membuat program kuliner Indonesia, yaitu 100 restoran Indonesia di 10 negara di dunia," katanya.

Dedi pun menambahkan pihaknya saat ini sedang menggarap program tersebut di Norwegia.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Bandung sudah meraih penghargaan sebagai 10 peringkat indeks pariwisata Indonesia dari Kementerian Pariwisata.(Reni)

Editor: Adi Ginanjar Maulana

artikel terkait

dewanpers