web analytics
  

6 Destinasi di Jabar Masuk Kawasan Strategis Wisata Nasional

Jumat, 2 Desember 2016 14:46 WIB Adi Ginanjar Maulana
Gaya Hidup - Wisata, 6 Destinasi di Jabar Masuk Kawasan Strategis Wisata Nasional, iwa karniwa,sekda jabar,wisata

Geopark Ciletuh. (Ciletuh.com)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM--Sebanyak enam destinasi pariwisata di Provinsi Jawa Barat dalam KSNP atau kawasan strategis pariwisata nasional yang digagas oleh Kementerian Pariwisata RI.

"Alhamdulillah pemerintah pusat akan memberikan kesempatan pada Pemprov Jabar untuk berkontribusi dalam penyusunan masterplan KPSN," kata Sekda Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa, di Bandung, Jumat (2/12/2016).

Menurut dia, Pemprov Jabar mengapresiasi keputusan Kemenpar RI yang memasukkan enam destina wisata Jawa Barat ke dalam 88 KPSN yang sedang disusun pemerintah pusat.

Ia mengatakan beberapa kabupaten/kota di Jawa Barat seperti Kabupaten Bogor, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sukabumi. Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Subang, Kota Cimahi, Kota Bandung, Kabupaten Bandung dan Kabupaten Pangandaran akan dianalisis oleh Kemenpar RI terkait KPSN.

"Program KPSN ini adalah strategi untuk memperkuat pembangunan jawa barat sehingga perlu dikawal baik dalam perencanaan maupun pelaksanaanya," kata dia.

Ia menuturkan saat ini Pemprov Jabar sendiri menurut Iwa sudah menyusun sembilan kawasan strategis pariwisata provinsi dalam rencana pembangunan.

Kawasan tersebut, kata dia, Ekowisata Puncak dan sekitarnya, Geowisata Pelabuhan Ratu, Ciletuh, Ujung Genteng dan sekitarnya, Cagar Budaya Sukabumi, Industri Bekasi Karawang, Kawasan Sejarah di Cirebon, Pariwisata Kreatif Bandung, Pariwisata Alam Bandung Selatan Garut, Kawasan Budaya Priangan dan�Alam Bahari Di Priangan, Ekowisata Pantai Apra Cipatujah dan sekitarnya.

Menurut di penetapan kawasan pariwisata tersebut dengan tujuan untuk mencapai sasaran pembangunan kepariwisataan tahun 2025 dengan indikasi kontribusi pertumbuhan ekonomi 15 persen dan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara sebesar 4,5 juta, jumlah perjalanan wisatawan nusantara sebesar 70 juta atau 27 persen peningkatan lama tinggal wisatawan mancanegara mencapai tujuh hari dan wisatawan nusantara lima hari.

"Dengan harapan pengeluaran wisatawan mancanegara mencapai sekitar 4.000 dollar Amerika dan pengeluaran wisatawan nusantara diperkirakan Rp12,5 juta," katanya.

Ia menuturkan untuk mencapai sasaran maka Pmprov Jabar sudah memetakan 60 daya tarik wisata yang dikelompokan ke dalam lima destinasi pariwisata yaitu destinasi pariwisata Bogor, Cianjur dan Sukabumi,destinasi Karawang Bekasi, destinasi pariwisata Cirebon Raya,Cekungan Bandung, dan Pangandaran, Tasikmalaya dan Cianjur.

"Di tahun 2016 ini kami baru difasilitasi lima KPSN, sehingga masih ada satu yang masih tersusun yaitu KPSN Halimun dan sekitarnya. Oleh karena itu diharapkan pada tahun 2017 dapat memberikan dukungan untuk memperoleh masterplan KPSN," kata dia.

Dirinya menilai dengan adanya rencana pemerintah merumuskan masterplan KPSN maka perlu dikembangkan model hubungan antar lembaga pemerintah provinsi dengan kabupaten/kota, provinsi dengan pemerintah pusat untuk bersinergi dalam pembangunan pariwisata.

"Khusus untuk mendukung masing-masing wilayah pembangunan pariwisata perlu keterkaitan program antar sektor," kata dia.

Lebih lanjut ia mengatakan apabila kepariwisataan dianggap sebagai lokomotif ekonomi maka sebaiknya program-program sektoral dapat mendukung peningkatan kondisi baik fisik atau sosial di perwilayahan destinasi yang ada di Provinsi Jawa Barat.

Sebagai contohnya, kata dia, destinasi pariwisata jawa barat bagian selatan khususnya mulai kawasan selatan cekungan bandung dan pada koridor destinasi pariwisata provinsi, Pangandaran, Tasikmlaya, Garut, Cianjur sampai ke Ciletuh.

"Setidaknya perlu berhati-hati dalam pengembangannnya untuk menjaga kestabilan kondisi alam dan lingkungan," kata dia.

Editor: Adi Ginanjar Maulana

artikel terkait

dewanpers