web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Begini Dampak Buruk Tidur Berlebihan bagi Kesehatan

Sabtu, 26 November 2016 08:16 WIB Adi Ginanjar Maulana

Ilustrasi tidur. (miravalresort.com)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM--Salah satu hal utama untuk memperhatikan untuk hidup sehat adalah memiliki tidur yang cukup berkualitas.
 
Biasanya, banyak orang tidur terlalu banyak karena mereka tidak memiliki kegiatan untuk melakukan. Namun sebaliknya, sebenarnya ada orang-orang yang memiliki kurang tidur karena kegiatan terlalu banyak. Sementara Bahkan, pola tidur yang buruk akan mempengaruhi kesehatan seseorang.
 
Sebagian besar efek ini tidak baik untuk kesehatan, dan karena itu Anda harus tidur dengan pola yang sehat untuk mendapatkan kualitas tidur yang baik bagi tubuh.
 
Berikut adalah bahaya tidur berlebihan untuk kesehatan Anda, seperti dilansir eHow, Sabtu (26/11/2016):
 
1. Kelelahan dan obesitas
 
Terlalu banyak tidur benar-benar dapat membuat Anda merasa lebih lelah. Hal ini karena semakin lama Anda tidur, semakin rendah suhu tubuh Anda, yang akhirnya menyebabkan kelelahan ekstrim dan kelesuan ketika bangun tidur.
 
Sayangnya dengan tidur berkepanjangan, Anda lebih berisiko obesitas karena tubuh membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih dari tidur berlebihan dan agak sulit untuk membakar kalori sepanjang hari.
 
2. Depresi
 
Ini mungkin karena fakta bahwa semakin lama Anda tidur, aktivitas fisik juga berkurang.
 
Jadi endorfin yang merupakan bahan bakar untuk suasana hati Anda juga bisa menimbulkan efek psikologis seperti depresi.
 
3. Diabetes dan penyakit jantung
 
Penelitian telah menunjukkan bahwa diabetes dan penyakit jantung berhubungan dengan tidur berkepanjangan.
 
Sedangkan penyebab penyakit mungkin tidak diketahui. Fakta bahwa obesitas merupakan risiko bagi mereka yang sering tidur terlalu banyak dapat menempatkan berisiko terkena diabetes dan penyakit jantung.
 
4. Sakit kepala
 
Sakit kepala yang umum pada orang yang tidur berkepanjangan. Tidur dalam jangka panjang memiliki dampak negatif pada neurotransmitter di otak yang aktif selama tidur.
Editor: Adi Ginanjar Maulana

artikel lainnya

dewanpers