web analytics
  

Ada Sanksi, Disdik Cimahi Minta Guru Netral di Pilkada

Rabu, 12 Oktober 2016 10:43 WIB Yatti Chahyati
Bandung Raya - Bandung, Ada Sanksi, Disdik Cimahi Minta Guru Netral di Pilkada, pilkada cimahi, netralitas guru, PNS, kadisdik CImahi, pilkada

ilustrasi

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM - Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Dikdik Suratno Nugrahawan meminta kepada seluruh Guru untuk bersikap netral saat Pilwalkot nanti.

"Secara regulasi, PNS itu harus netral, termasuk guru, aturan dan sanksinya sudah jelas," tutur Dikdik, Selasa (11/10/2016).

Dia memandang, jelang pemilihan kepala daerah, anggapan netralitas guru kerap kali dipertanyakan, terutama guru yang bertugas di SMA/SMK. Menurutnya, anggapan tersebut sangat wajar, karena guru membina pelajar yang kebanyakan merupakan pemilih pemula.

Namun, selama ini belum ada yang membuktikan kalau guru tidak netral dalam Pilkada, sepertu mengkampanyekan petahana kepada peserta didik yang diajarnya.

"Kalau secara pribadi mempunyai pilihan kepada wali kota, saya kira wajar-wajar saja,"ujarnya.

Kewajaran guru yang secara pribadi mendukung calon dari petahana dengan memilihnya kembali saat pencoblosan dikarenakan beberapa hal. Salah satunya adalah kebijakan yang dikeluarkan selama petahana memimpin daerah.

"Yang menjadi penanggung jawab pembinaan terhadap guru itu bukan hanya dinas. Tapi wali kota juga bisa secara langsung membina guru. Seperti kebijakan kesejahteraan guru yang digulirkan oleh wali kota. Kalau ternyata muncul kepuasan terhadap pimpinan dan memilihnya kembali saat pencoblosan, saya kira hal yang wajar. Tapi tetap, tidak boleh menggiring calon pemilih, karena PNS itu harus netral,"paparnya. (Daneza)

Editor: Yatti Chahyati

artikel terkait

dewanpers