web analytics
  

Peringati HUT RI, Puluhan Artefak Hadir di GIM

Kamis, 18 Agustus 2016 14:14 WIB Yatti Chahyati
Gaya Hidup - Komunitas, Peringati HUT RI, Puluhan Artefak Hadir di GIM, Gedung Indonesia Menggugat, GIM, Artefak, sejarah, HUT RI, kemerdekaan, pameran

ARTEFAK : Salah satu artefak yang berada di Gedung Indonesia Menggugat (GIM) yang dipamerkan memperingati HUT RI. (Roni/AyoBandung)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM - Puluhan artefak bersejarah peninggalan para perintis kemerdekaan mewarnai peringatan HUT Republik Indonesia ke-71 di Gedung Indonesia Menggugat (GIM), Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Bandung.

Puluhan artefak tersebut akan hadir di GIM mulai 17 hingga 20 Agusutus 2016 dalam memperingati HUT RI yang digagas Kelompok Anak Rakyat (Lokra).

Sebanyak 30 artefak yang menghiasi gedung bersejarah tersebut merupakan bukti sejaran dari tiga tokoh perjuangan yaitu Inggit Ganarsih, Rasiban Wirasomantri dan Asmara Hadi. Salah satunya yakni tempat tidur milik Inggit Ganarsih yang disimpan di salah satu ruangan depan gedung tersebut.

Menurut ketua panitia Lokra, Gatot Hermawan, diadakan acara tersebut bertujuan untuk mengenalkan sejarah-sejaran perjuangan dari para tokoh yang dilupakan oleh negara. Pasalnya, tokoh-tokoh tersebut diakui Gatot tak pernah disinggung saat memperingati kemerdekaan HUT RI.

"Misinya kita dari Lokra ingin mengenalkan sejarah terutama tokoh-tokoh yang terlupakan," ujar Gatot di GIM, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Bandung, Rabu (17/8/2016).

Diakui Gatot, saat ini generasi mudah cenderung kuranf mengetahui nama-nama tokoh serta perjuangan yang dilakukan tiga nama tersebut. Misalnya saja Asmara Hadi yang tahun 1974 lalu ditetapkan sebagai Perintis Pergerakan Kebangsaan Kemerdekaan oleh Pemerintah Republik Indonesia. Begitu pula Rasiban yang mendapat Tanda Jasa pada tahun 1958 sebagai Pejuang Gerilya kala membela kemerdekaan.

"Tap mungkin generasi saat ini kalau Ibu Inggid (Garnasih) sudah pada hapal. Tapi kedua tokoh lainnya mungkin belum banyak yang tahu," paparnya.

Untuk mengumpulkan peninggalan sejarah ketiga tokoh tersebut pihaknya harus mendatangi satu-persatu keluarga para mendiang. Ia mengaku tak menemukan kesulitan, dan keluarga para tokoh tersebut pun menyambut baik.

"Kalau melihat antusias yang datang sih mungkin pameran akan diperpanjang, tidak selesai tanggal 20 (Agustus). Ini langkah awal kami, kedepan akan menggagas lagi yang berbeda," terangka.

Pameran artrfak tersebut pun terbuka untuk umum mulai hingga 20 Agustus mendatang. Acara tersebut bisa menjadi pikihan bagi anda untuk mengenal lebih jauh tentang ketiga nama tokoh tersebut.(Roni)

Editor: Yatti Chahyati

artikel terkait

dewanpers