web analytics
  

Lahan PDAM di Ledeng Diserobot Waterboom

Kamis, 21 Juli 2016 18:05 WIB Yatti Chahyati
Bandung Raya - Bandung, Lahan PDAM di Ledeng Diserobot Waterboom, PDAM Tirtawening, lahan, warga, ledeng waterboom

ilustrasi

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM - Warga Kawasan RT 07 RW 05 Kelurahan Ledeng Kecamatan Cidadap laporkan pembangunan di lahan yang disinyalir milik PDAM Tirtawening Kota Bandung.

"Kami tidak setuju adanya pembangunan di kawasan ini. Pasalnya ini merupakan kawasan mata air," ujar Ketua RW 05, Kelurahan Ledeng Kecamatan Cidadap Asep Mulyana.

Asep mengatakan, yang menjadi keberatan warga adalah, karena pengembang yang membuat akses jalan di kawasan tersebut, belum mengantongi izin.

"Tidak ada analisis dampak lingkungan, tidak ada izin dari BPLH. Jadi ya kegiatan pembangunan ini ilegal," tegasnya.

Terlebih, lahan yang akan dibangunnya, merupakan sumber mata air. Sehingga, jika ada pembangunan, dapat dipastikan pasokan air bersih untuk warga Kota Bandung, banyak berkurang.

Menurut Asep, awalnya di kawasan tersebut akan dibangun waterboom. Namun, itu masih tertuang dalam KRK (Keterangan Rencana Kota).

"Tapi kalau dalam KRK kan masih bisa berubah, dan terbukti memang pembangunan waterboom tidak dilanjutkan sampai sekarang," tegasnya.

Setelah itu, muncul lagi desas desus, kawasan tersebut akan dibangun resort, spa dan tempat wisata berwawasan lingkungan.

"Untuk memperjelas desas desus ini, sebenarnya, kami sudah memanggil pengembang. Namun mereka tidak mengindahkan panggilan kami. Setelah diancam, baru mereka menyerahkan beberapa dokumen, baru kita tahu, bahwa mereka belum mengantongi izin," paparnya.

Berdasarkan pantauan, lahan yang diklaim milik PDAM sekitas seluas 18.750 meter persegi. Sementara, ada pihak ketiga yang melakukan pembangunan di lahan tersebut, dan menggunakan lahan sekitar 3200 meter persegi.

Menurut Direktur Utama PDAM Tirtawening Kota Bandung Sonny Salimi, PDAM memang memiliki lahan seluas tersebut di kawasan tersebut.

"Itu merupakan penyertaan modal dari Pemkot Bandung, dan sudah dituangkan dalam Perda (Peraturan Daerah,red)," ujar Sonny.

Sekarang, lahan tersebut masih dalam sertifikasi ke BPN (Badan Pertanahan Nasional).

"Untuk itu, kita juga harus memperjelas. Apakah lahan yang dibangun akses jalan oleh pihak ketiga itu, masuk dalam lahan yang diberikan oleh Pemkot Bandung kepada PDAM," terangnya.

Jika ternyata, pada kenyataannya, para pengembang mengaku memiliki bukti kepemilikan lahan, dan ternyata berdasarkan data PDAM menyatakan lahan itu miliki itu milik PDAM, maka Sonny mengatakan akan membawa kasus ini ke meja hijau.

"Tapi sekarang, kita sama -sama membuktikan saja lahan itu milik siapa. Untuk langkah selanjutnya kita akan lihat perkembangan selanjutnya," pungkasnya.

Setelah peninjauan ke lapangan, tim dari PDAM, membuat patok di lahan tersebut, untuk membatasi lahan yang berdasarkan data adalah milik mereka.(anjani)

Editor: Yatti Chahyati

artikel terkait

dewanpers