web analytics
  

Ratusan Warga Pendatang Terjaring Operasi Yustisi

Kamis, 14 Juli 2016 19:24 WIB Yatti Chahyati
Bandung Raya - Bandung, Ratusan Warga Pendatang Terjaring Operasi Yustisi, operasi yustisi, pednatang, dinsos, terminal cicaheum

OPERASI : Beberapa warga pendatang yang terkena operasi yustisi di terminal Cicaheum. (Roni/AyoBandung)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM - Ratusan orang terjaring operasi yustisi yang dilakukan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) di Terminal Cicaheum, Jalan AH. Nasution, Bandung. Operasi tersebut dilakukan untuk pendataan warga pendatang usai Lebaran 2016.

Menurut Kasi Pengawasan dan Yustisi Disdukcapil Kota Bandung, Taspen Effendi, operasi tersebut dilakukan guna memastikan para pendatang memiliki identitas lengkap serta tujuan yang jelas. Pasalnya tak sedikit warga pendatang yang dilengkapi identitas serta keahlian ketika datang ke Kota Kembang.

"Jadi jangan sampai datang ke Bandung tidak bawa identitas seperti KTP dan juga tidak memiliki keahlian. Nanti jadinya pengangguran di sini," kata Taspen kepada wartawan di Terminal Cicaheum, Jalan AH. Nasution, Bandung, Kamis (14/7/2016).

Taspen mengatakan, pihaknya akan langsung berlakukan sanksi denda dan pemberian Surat Keterangan Tinggal Sementara (SKTS) kepada warga yang tidak memiliki KTP. Sementara untuk warga yang memiliki KTP hanya diberikan SKTS.

"Kalau seandainya sementara, kita punya produk SKTS, sesuai Perda Nomor 4 tahun 2012 tentang penyelenggaran adminstrasi kependudukan. Kalau pergi tidak bawa KTP langsung denda 50 ribu. Kalau punya KTP luar Kota Bandung diberi SKTS," urainya.

Sementara itu masa berlaku SKTS yang dikeluarkan oleh Disdukcapil Kota Bandung hanya untuk tinggal selama satu tahun. Apabila telah habis, warga pendatang harus mengurus surat pindah dari daerah asalnya.

"Seyogyanya harus ambil surat pindah kalau sudah habis selama setahun. Kota Bandung bukan kota tertutup tapi harus punya skill, pengetahuan, modal. Segala sesuatunya untuk mengurus administrasi gratis, SKTS bikin di kecamatan," ujarnya.

Selain di Terminal Cicaheum, operasi yustisi pun akan dilakukan di Stasiun Kereta Api Kiaracondong pada Kamis 14 Juli sore ini. Bahkan operasi tersebut pun akan kembali dilakukan pada Jumat 15 Juli besok karena disinyalir para pendatang masih akan menyerbu Kota Bandung hingga akhir pekan ini.

"Dengan kita lanjut hari Jumat, sama lokasinya. Terminal dan Kiaracondong. Cicaheum dan Kircon pendatang dari yang arah Timur, menjaring kalangan menengah ke bawah, yang memiliki pekerjaan non formal. Kalau menegah ke atas mereka biasa sudah mengerti dan langsung lapor ke RT RW," pungkasnya.

Hingga kini, sebanyak 130 orang terjaring operasi yustisi di Terminal Cicaheum Bandung. 13 diantaranya dilakukan sidang ditempat dan didenda sebesar Rp50 ribu.(Roni)

Editor: Yatti Chahyati

artikel terkait

dewanpers