web analytics
  

Pemkot Bandung Siapkan Operasi Yustisi

Minggu, 10 Juli 2016 18:27 WIB Yatti Chahyati
Bandung Raya - Bandung, Pemkot Bandung Siapkan Operasi Yustisi, operasi yustisi, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bandung, Popong W. Nuraeni , KTP, STKS

ilustrasi (antaranews.com)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM - Libur lebaran memasuki hari terakhir dan sebagian besar para pemudik telah bergegas kembali menuju berbagai daerah untuk melanjutkan karirnya. Namun tak sedikit banyak pendatang yang mengadu nasib di daerah baru atau mengikuti sanak saudara.

Guna mengantisipasi membludaknya pendatang, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akan menggelar operasi yustisi untuk melakukan pendataan para pendatang dari luar daerah. Pasalnya, fenomena urbanisasi tersebut kerap terjadi setiap tahun usai lebaran.

"Kita akan menggelar operasi yustisi. Apalagi Bandung merupakan salah satu kota besar yang menarik minat untuk mencoba peruntungan mengadu nasib," ujar Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bandung, Popong W. Nuraeni saat dihubungi, Minggu (10/7/2016).

Menurut Popong, pendatang yang hinggap di Ibu Kota Provinsi Jawa Barat ini mayoritas masyarakat kelas menengah ke bawah. Terminal dan stasiun kereta api pun akan menjadi tempat akan digelarnya yustisi pada awal pekan nanti.

"Kebanyakan pendatang itu kan dari kelas menengah ke bawah yang mau mencari kerja di Kota Bandung. Disdukcapil akan menggelar operasi yustisi ke sejumlah titik kedatangan seperti terminal dan stasiun," tuturnya.

Ia mengatakan, operasi tersebut untuk memeriksa kelengkapan identitas para pendatang ke Kota Bandung. Pasalnya, berkaca pada tahun lalu, tak sedikit pendatang tidak dilengkapi dengan identitas dari daerah asal.

"Jangan sampai datang ke Bandung tidak bawa identitas apa-apa. Kalau terjadi sesuatu kan pasti identitasnya dulu yang dicari," lanjutnya.

Popong memprediksi, akan ada puluhan ribu pendatang yang akan mengadu nasib di Kota Bandung. Seperti jumlah yang tercatat Disdukcapil pada tahun-tahun sebelumnya yang mencapai 24 ribu pendatang.

Namun Popong mengaku, pihaknya tidak begitu khawatur dengan membludaknya pendatang. Terlebih banyak juga warga yang meninggalkan Kota Bandung. "Tidak terlalu masalah. Karena biasanya jumlahnya seimbang antara yang keluar dan masuk Bandung," urainya.

Akan tetapi, ia menghimbau kepada pendatang harus memiliki bekal keahlian jika ingin mengadu nasib di Kota Bandung. Hal itu pun untuk memudahkan dalam mencari pekerjaan.

"Jangan hanya modal nekad. Tapi juga harus punya keahlian sehingga di Bandung bisa mudah cari kerja. Jangan sampai datang ke sini jadi pengangguran juga," pungkasnya.

Menurutnya Pemkot Bandung sangat terbuka dengan kedatangan pendatang dari berbagai daerah. Meski demikian, ia mengingatkan pendatang harus melengkapi diri dengan identitas. Setelah mendapat tempat tinggal, maka pendatang diharapkan segera melapor ke aparat kewilayahan. Jika tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) maka akan diberikan Surat Keterangan Tinggal Sementara (STKS).

Hal tersebut pun sesuai dengan aturan dalam Peraturan Daerah (Perda) Kota Bandung Nomor 4 tahun 2015 tentang Penyelenggaran Administrasi Kependudukan. Karenanya warga pendatang harus ikut aturan jika ingin tinggal dan mencari nafkah di Kota Bandung. (Roni)

Editor: Yatti Chahyati

artikel terkait

dewanpers