web analytics
  

Jadi Logo Pemkab, Perkebunan Kina Malah Menurun Drastis

Kamis, 16 Juni 2016 15:25 WIB Yatti Chahyati

ilustrasi (ridwanbejo.wordpress.com)

BANDUNG,AYOBANDUNG.COM - Pada zaman dulu, Kabupaten Bandung merupakan daerah penghasil Kina, namun karena dianggap komoditi yang kurang menguntungkan, keberadaan Kina di Kabupaten Bandung terus mengalami penurunan.

Kepala Bidang Perkebunan pada Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan kabupaten Bandung, Ande Supriatna mengatakan, Kabupaten Bandung pada beberapa dekade lalu merupakan penghasil Kina, sehingga pohon tersebut menjadi komoditas khas.

"Karena Kina menjadi komoditas khas, maka dimasukan dalam logo Kabupaten Bandung," tutur Ande, Kamis (16/6/2016).

Kendati menjadi tanaman khas sampai dimasukan dalam logo Kabupaten Bandung, namun perkebunan Kina terus mengalami penurunan. Saat ini, kata Ande hanya terdapat 25 sampai 50 hektar saja perkebuna  Kina  yang tersisa.

Padahal, pada 2003 lalu, luas perkebunan Kina di kabupaten bandung mencapai 500 sampai 1.500 hektar.

"Sekarang sama cianjur yang hanya mempunyai 80 hektar kebun Kina saja kalah,"katanya.

Penurunan perkebunan tanaman bahan baku obat malaria tersebut dikarenakan banyaknya alih komoditi perkebunan PTPN, dimana semula lahan tersebut menjadi perkebunan Kina, sekarang berganti menjadi perkebuna  Kopi.

"Secara bisnis, mungkin PTPN memandang Kina kurang prosepektus, makanya banyak yang diganti menjadi kopi. Kita juga tidak bisa mengintervensi, hanya bisa menyarankan supaya tetap dipertahankan,"ujarnya. (Daneza)

Editor: Yatti Chahyati

artikel lainnya

dewanpers