web analytics
  

Tim Robot Tel-U Bakal Berlaga di Tingkat Nasional

Senin, 9 Mei 2016 18:28 WIB Yatti Chahyati
Gaya Hidup - Komunitas, Tim Robot Tel-U Bakal Berlaga di Tingkat Nasional, Tel U, kontes robot, tim robot tel U, telkom university

Telkom University (Tel-U) kembali menorehkan prestasi cemerlang di ajang kontes robot. (ist)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM - Telkom University (Tel-U) kembali menorehkan prestasi cemerlang di ajang kontes robot.

Dalam Gelaran Kontes Robot Indonesia (KRI) Regional II 2016 yang diselenggarakan oleh Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti), tiga tim dari Tel-U menyabet juara pada tiga kategori yang dipertandingkan.

Kategori yang dimenangkan oleh Tel-U adalah: 1) Juara 1 Kategori Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI) Berkaki yang diraih oleh Tim Ferch Armadeiras; 2) Juara 2 Kategori Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI) yang diraih Tim Badaya SAS; dan 3) Juara Harapan kategori Kontes Robot Abu Indonesia (KRAI) yang dimenangkan oleh Tim Roobics.

 Ajang kontes robot ini merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Kemenristek Dikti dengan skala nasional. Pada KRI Regional II 2016, kontes robot tersebut berlangsung di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung dan berlangsung dari Kamis hingga Sabtu (28-30/4).

 Dalam kategori KRPAI Berkaki, Tim Ferch Armadeiras berhasil memenangkan lomba ini dengan robot Arjuna. Robot ini dikembangkan oleh Fareza Rizky Ramadhan (Teknik Elektro 2013), Dewa Satria Irawan (Teknik Elektro 2013), Aditya Putra Laksana (Teknik Elektro 2013), Amar Ma’ruf (Teknik Elektro 2014), dan Swido Gari Tidargo (Teknik Elektro 2014).

 Swido menuturkan, robot Arjuna berhasil menjadi yang tercepat dan satu-satunya robot yang bisa memadamkan api dalam tiga rintangan yang dilalui hingga kembali ke titik awal (start). “Kategori KRPAI sendiri kan mempunyai misi untuk memadamkan api, dan pada kategori ini kami berhasil menjadi yang tercepat dalam memadamkan api,” ujarnya, Senin (9/5/2016).

Memilih dan memasang sensor pendeteksi rintangan dan api perlu diperhatikan. Swido menjelaskan, pada robot Arjuna sensor pendeteksi yang digunakan sebanyak tiga buah. Berbeda dengan kampus yang lain yang rata-rata sensor pendekteksi apinya hanya menggunakan dua buah saja. “Penambahan sensor itu agar bisa lebih efisien ketika robot tersebut memadamkan api,” ujar Swido.

Pada kategori KRSTI, Tim Badaya SAS berhasil meraih juara 2 dengan robot Doi dan robot Brew. Dua robot ini merupakan besutan dari M. Abid Irwan (D3 Teknik Telekomunikasi 2014), Aris Pujud Kurniawan (Sistem Komputer 2015), M. Agung Baskoro (D3 Teknik Komputer 2013), dan Lutfi Fauzi (D3 Teknik Telekomunikasi (2015).  Dalam pembuatan robot Doi dan Robot Brew, tim juga dibantu oleh Megatari Wahyuningrum (D3 Teknik Komputer), Indah Trizkiyani (D3 Teknik Komputer), Rakhmi (Sistem Komputer), dan Ryan Febriansyah (D3 Teknik Telekomunikasi).

 Kategori KRSTI kali ini mengangkat tema Robot Penari Topeng Betawi. Setiap tim diharuskan membuat robot humanoid maksimum dengan dua robot otomatis dan mampu melakukan gerak tari untuk mengikuti musik kesenian Topeng Betawi.

Penilaian dari kategori KRSTI meliputi keindahan gerakan, kreativitas mendesain robot, menari dari awal hingga akhir, dan sinkronisasi gerakan dengan lagi. Untuk itulah, Abid menuturkan,  tim Badaya SAS berusaha menampilan ciri khas dari Tari Topeng Betawi melalui robot Doi dan robot Brew. “Kita tampilkan gerakan memainkan selendang, membawa topeng, desain baju yang dikenakan oleh robot, dan keluwesan dalam melakukan gerak tari,” ujarnya.

 Abid menjelaskan, hardware yang digunakan robot menentukan seberapa luwes gerakan yang dihasilkan. Hardware yang digunakan dalam robot Doi ialah Dynamixel MX28T dan Dynamixel AX12 pada robot Brew. Hardware ini, terang Abid, masih di bawah hardware yang digunakan oleh tim lain. “Kita berusaha mengoptimalkan dua robot ini dengan hardware yang kita miliki sekarang. Yang kita tekankan di sini bukan masalah hardware, tapi kreativitas dari tim kami,” ujarnya.

 Sedangkan pada kategori Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI),  Tim Roobics berhasil meraih juara harapan dengan eco-robot Black Pearl dan hybrid-robot Humpback. Dua robot ini dikembangkan oleh Hendriadi Mukri (Teknik Telekomunikasi 2013), Andri Dwi Septian (Sistem Komputer 2014), Eduardus Antoni Setyawan (Teknik Elektro 2014), Alyani Durrah Fauzan (Teknik Elektro 2014), Khikmah Nur Dwi Nofanti (Teknik Elektro 2013), dan Robby Yanuar Setiadi (Teknik Elektro 2014).

 Pada tahun ini, kategori KRAI mengangkat tema Efisiensi Energi Terbarukan. Eco-robot dan hybrid-robot mempunyai tugas untuk memasang propeller ke mesin turbin dengan harus melewati beberapa tahap rintangan terlebih dahulu.

 Robby menjelaskan, robot-eco Black Pearl tidak mempunyai sistem penggerak. Untuk menggerakannya, diperlukan bantuan dari robot-hybrid Humpback dengan menggunakan tenaga angin. Kedua robot tersebut harus bersaing dengan tim lawan untuk lebih dulu memasang propeller ke mesin turbin. “Dalam satu pertandingan ada dua tim yang main, siapa yang cepat sampai dan poinnya lebih banyak itu dia yang menang,” ujar Robby.

 “Kita tidak terlalu mengejar nilai pada saat bertanding karena yang kita utamakan adalah fokus. Karena bila eco-robot jatuh dalam melewati rintangan maka ada pengurangan nilai,” tambahnya.

 Selain itu, ujaur Robby, desain robot dalam kategori KRAI harus dibuat sekreatif mungkin. Begitu pula setiap bagian dari robot tersebut harus mempunyai fungsi-fungsi yang berguna untuk menyelesaikan misi. “Semua tergantung dari ke-kreativitasan dari perancang robotnya,” ujar Robby.

 Tahun ini Kontes Robot Indonesia (KRI) 2016 Regional 2 mengusung tema Clean Energy Recharging The World. Kontes sendiri dibagi dalam lima kategori antara lain Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI), Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI) Berkaki dan Beroda, Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI), dan Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI). Sebanyak 95 tim dari 32 perguruan tinggi di Jakarta, Jawa Barat, Banten, dan Indonesia Timur turut andil dalam kompetisi ini.

 Dengan raihan ini, ketiga tim dari Tel-U kemudian akan mewakili regional II untuk berkompetisi dalam Kontes Robot Indonesia (KRI) Nasional yang akan berlangsung di Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) pada tanggal 1-4 Juni mendatang.

 Baik Swido, Abid, dan Robby berharap agar pada tahap nasional nanti tim dari Telkom University bisa tampil lebih maksimal lagi. “Kami berharap agar bisa menampilkan yang lebih baik dari sebelumnya dan bisa meraih juara pada tahap kompetisi nasional,” ujar Robby. (*/yatti)

Editor: Yatti Chahyati

artikel terkait

dewanpers