web analytics
  

Sebelum Final Disdik Lakukan Uji Publik PPDB

Rabu, 20 April 2016 16:15 WIB Yatti Chahyati
Bandung Raya - Bandung, Sebelum Final Disdik Lakukan Uji Publik PPDB, PPDB, draf PPDB 2016, Perwal PPDB 2016, Kadisdik Kota Bandung, Elih Sudia Permana, sosialisasi , uji publik

ilustrasi (danny/ayobandung)

 

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM – Akan segera dilakukan finalisasi draf Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), Dinas Pendidikan Kota Bandung lakukan uji publik.

"Kami adakan dengar pendapat dengan semua stakeholder, untuk mendapatkan masukan mengenai draft raperwal PPDB," ujar Kepala Disdik Kota Bandung, Elih Sudiapermana, Rabu (20/4/2016).

Elih mengatakan, setelah uji publik tersebut perwal akan ditandatangani pada 14 Mei dan akan segera disosialisasikan.

Untuk mensosialisasikan Perwal baru ini, Elih mengatakan, pihaknya akan mengundang orang tua siswa kelas 6 dan 9.

"Nanti para orang tua akan diberikan pengarahan dan sosialisasi, oleh tim kami. Agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam penyampaian informasi," tegasnya.

Hal-hal yang diubah dari Perwal sebelumnya, adalah dihilangkannya tim pleno.

Khusus untuk jalur afirmasi, lanjut Elih, penggunaan data akan menggunakan data yang sudah ada, baik dari data raskin atau Perwal data warga miskin.

" Namun, untuk warga tidak mampu yang tidak terakomodir, maka akan menggunakan SKTM," tambahnya.

Selain itu, karena dari pihak kecamatan dan kelurahan mengaku tidak mengeluarkan SKTM, makanya pendataan siswa tidak mampu akan dilakukan oleh pihak sekolah asal.

"Jadi debat dan uji publik tentang siswa mampu dan tidak mampu, dilakukan di sekolah, tidak di forum terbuka," terangnya.

Sedangkan untuk kuota warga tidak mampu di setiap sekolah masih sama yakni 20 persen.

Elih menambahkan, pihanya meminta kepada sekolah swasta, agar bisa memfasilitasi jalur afirmasi yang tidak tertampung di sekolah negeri.

"Karenanya, kami akan mengawal siswa yang daftar melalui jalur afirmasi, namun tidak diterima," terangnya.

Elih juga menegaskan, pihaknya meminta kepada sekolah swasta agar penutupan pendaftaran lebih dulu dari jadwal sekolah negeri.

" Terutama untuk memfasilitasi siswa tidak mampu," tegasnya.

Bicara mengenai kuota luar kota, Elih mengatakan juga masih 10 persen.

" Nanti akan ada pembicaraan antara Pak Wali (wali kota Bandung,red) dengan pak Bupati (Bupati Bandung,red). Tapi belum ada waktu yang pas," pungkasnya.(anjani)

Editor: Yatti Chahyati

artikel terkait

dewanpers