web analytics
  

Kalau Bukan Karena Kapolri Persib Tak Mau Main

Senin, 4 April 2016 10:08 WIB
Persib - Maung Bandung, Kalau Bukan Karena Kapolri Persib Tak Mau Main, persib, manajer Persib bandung umuh muchtar, persib bandung, final piala bhayangkara, wasit, kapolri

PROTES :Pelatih Persib Dejan saat memprotes kepemimpinan wasita dalam laga final Piala Bhayangkara, kemarin malam (3/4/2016). (Danny/AyoBandung)

BANDUNG, AYOBANDUN.COM - Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar menganggap kepemimpinan wasit Nusur Fadillah di laga Final Torabika Bhayangkara Cup 2016, sangat buruk.

Beberapa keputusan wasit asal Jakarta tersebut sangat merugikan skuat Maung Bandung terlebih ketika bek Rudolof Yanto Basna mendapat kartu merah.

"Tadi mungkin kalau kalah biasa saya gak pernah marah. Tadi saat setengah main kita sempat peringatkan wasit untuk diganti tapi saya menghormati Kapolri. Saat kartu merah sempat mau berhenti tapi kita hormati Kapolri, kalau bukan karena Kapolri kita sudah berhenti," katanya usai pertandingan di SUGBK, Minggu (3/4/2016).

Selain itu wasit memberikan hadiah beberapa pelanggaran kepada Arema meskipun tidak ada kontak fisik yang keras.

Umuh menegaskan dirinya merupakan salah satu calon Komite wasit di PSSI dan sebagai target membenahi wasit untuk ajang ISC.

"Kecewa pasti kalau berjodoh di PSSI saya akan dikomisi wasit mau keluarkan wasit yang buruk dan memperbaiki demi sepak bola Indonesia. Saya rela lepas jabatan demi kebaikan sepak bola Indonesia," pungkasnya.(iqbal)

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Editor Ayobandung.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Yatti Chahyati

artikel terkait

dewanpers