web analytics
  

Bandung akan Lakukan Pemekaran Wilayah

Jumat, 19 Februari 2016 17:45 WIB Yatti Chahyati
Bandung Raya - Bandung, Bandung akan Lakukan Pemekaran Wilayah, Bandung, pemekaran wilayah, warga miskin, padat penduduk

KEPADATAN PENDUDUK: Suasana kawasan padat penduduk di kawasan Cisitu Lama, Kota Bandung, Senin (5/9/2015). Saat ini penduduk miskin di Bandung ada 664.412 ribu jiwa. (DANNY- ayobandung.com)

BANDUNG, AYOBANDUNG.com - Pertambahan penduduk Kota Bandung membuat Pemkot Bandung merasa harus melakukan pemekaran wilayah.

"Jadi sekarang ada penambahan RW, dari yang sebelumnya 1561 sekarang menjadi 1581," ujar Kepala Bagian (Kabag), Pemerintahan Umum (Pemum) Setda Kot Bandung, Andri Darusman, Jumat (19/2/2016).

Pemekaran ini, lanjut Andri lantaran penambahan jumlah penduduk Kota Bandung yang tahun ini mencapai 2,3 juta jiwa.

"Jadi jumlah RT bertambah, di setiap RW yang normalnya satu RW ada 10 RT, sekarang ada yang sampai 15 RT," tegasnya.

Dengan demikian, alokasi dana PIPPK tahun ini bertambah dari Rp 201 miliyar, menjadi Rp 203,4 milyar.

"Dengan rincian,setip RW mendapat Rp 100 juta, PKK, LPM dan Karangtaruna di setiap kelurahan, masing-masing Rp 100 juta," katanya. ‎

Dana PIPPK ini, lanjut Andri, secara umum dibagi menjadi  20 persen untuk kepentingan kebersihan, 40 persen infrastruktur,  20 persen untuk penghijauan, dan 20 persen untuk sosial ekonomi.

"Semua alokasi tidak akan tumpang tindih, antra RW, PKK,LPM dan Karangtaruna. Karena semua sudah punya pembagian tugas masing-masing," tambahnya.

Dengan pembagian tugas diantaranya, untuk membantu PKK dalam program magrib mengaji.

"Jadi, nanti setiap magrib setiap anak usia 5-21 tahun diharuskan mengaji," tambah Andri.

Program ini tengah disosialisasikan oleh PKK di setiap kelurahan. Agar masyarakat punya kesadaran untuk menyukseskannya.

"Bahkan, pihak PKK akan menggandeng UIN, untuk menjadi relawan tenaga pengajar di masjin-masjid," paparnya.

Selain itu, PIPPK juga digunakan untuk program brebeg sampah. Di sini nantinya yang akan banyak digunakan, adalah PIPPK untuk RW.

"Dana yang disediakan, untuk menyiapkan spanduk, untuk memajang wajah mereka yang tertangkap tangan membuang sampah ke sungai," beber Andri‎. (anjani)

Editor: Yatti Chahyati

artikel terkait

dewanpers