web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Emil Janji Bicarakan dengan Summarecon Agar Fly Over Digeserkan

Minggu, 14 Februari 2016 19:01 WIB Yatti Chahyati

AKSI: Warga Cemara Gedebage Bandung menggelar aksi penyegelan proyek dan alat berat pembangunan flyover Gedebage beberapa waktu lalu. Emil sendiri berjanji akan bicarakan dengan pihak Summarecon. (dok. facebook)

BANDUNG, AYOBANDUNG.com - Warga RW 07 Kelurahan Rancabolang, Kecamatan Gedebage akhirnya ditemui Wali Kota Bandung Ridwan Kamil.

Mereka sebelumnya menolak pembangunan fly over Summarecon yang akan dibangun dari pembukaan gerbang Tol 149 dan telah dilaksanakan Ground Breakingnya Tahun lalu.

‎Warga me‎ngatakan Fly Over yang rencana pembangunannya akan melewati cluster Cemara komplek Adipura tersebut, sangat mengganggu. ‎

"Rencana pembangunan tahap 1,2,3 itu akan melewati Komplek Adipura, dan itu sangat menganggu warga karena kekhawatiran ‎terjadi kecelakan," ujar Salah Seorang perwakilan warga, Agus Firmansyah.

Agus mengatakan, warga juga mengeluhkan banjir yang terjadi di lingkungannya. Meski memang dikawasan tersebut kerap terjadi banjir, namun sejak ada kegiatan pembangunan semakin parah.

"Developer katanya mau memperbaiki drainase tapi sampai sekarang belum terealisasi," terangnya

Menurut Agus, Warga berharap, akan ada rute lain untuk keluar masuk kompleks.

Menanggapi hal ini, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil meminta warga untuk mengerti dan memahami konsep pembangunan Pemkot Bandung.

"Nantinya pusat pemerintahan Kota Bandung juga akan digeser Ke Gedebage. Rencana itu sudah ada jauh-jauh hari," ujar lelaki yang akrab disapa Emil ini.

Emil menambahkan, rencana pembangunan di kawasan Gedebage bukan tanpa pemikiran. Terutama penyelesaian masalah banjir.

"Kita akan membangun danau, yang bisa menampung air saat hujan besar. Dan tidak akan kekurangan air saat kemarau,"paparnya.‎

‎Bicara mengenai drainase, Emil mengaku memang harus diperbaiki dahulu dan akan di bicarakan dengan WIKA dan Kemen PU. "Jadi, ini akan jadi prioritas sebelum menjalani hal lain," tegas Emil.‎

Berkaitan dengan permintaan warga untuk menggeser jalan Flyover itu akan dibicarakan langsung dengan Summarecon dan bila ada ketakutan akan kebisingan akan digunakan Soundbarrier. ‎

"Namun jika bicara masalah teknis, Untuk jalan Flyover memang pada teorinya harus maksimal miring 10 persen kemiringannya dengan permukaan rata,  karena bila terlalu rendah akan lebih banyak rumah yang terbongkar. Sementara, ‎Untuk tidak terlalu tinggi menurut Kemen PU apabila diturunkan ke setengahnya yaitu 4,5 Meter truk tidak bisa lewat dan akan memutar ke Summarecon," papar Emil

Halnya dengan akses warga akan diberikan tiga solusi yaitu rute lama dan salah satunya yang baru adalah melalui sebelah kecamatan dan ini sudah dibicarakan dengan Summarecon juga untuk rute lainnya.(anjani)

Editor: Yatti Chahyati

artikel lainnya

dewanpers