web analytics
  

15 Jalan di Bandung Ini Gunakan Nama Orang Asing

Selasa, 27 Oktober 2015 11:27 WIB Editor Ayobandung
Bandung Baheula - Baheula, 15 Jalan di Bandung Ini Gunakan Nama Orang Asing, jalan dibandung, pakai bahasa asing, eikmen, pasteur, jalan dipatiukur

ilustrasi

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Ternyata sedikitnya ada 15 nama jalan yang berasal dari nama orang asing di Bandung. Nah siapa saja nama mereka berikut nama jalan tersebut.

1. Jalan Marconi, bernama lengkap Giuglielmo Marconi ia merupakan penemu wireless telegraph (1896), menerima hadiah Nobel bidang Fisika tahun 1909.

2. Jalan Morse adalah salah satu jalan di Bandung tengah bernama lengkap Samuel Finley Breese Morse. Morse lulus dari Yale University ia merupakan penemu dan pengembang telegraph electronik, Morse juga dikenal sebagai pencipta Morse Code, Morse dikenal juga sebagai pelukisyang cukup terkenal di Amerika.

3. Jalan Van de Venter, ia merupakan tokoh politik etis atau politik balas budi, karena beliau lah edukasi moderen di introdusir di Hindia Belanda yang kemudian melahirkan para intelektual Bumiputra. Kemudian di sekitar jalan

4. Jalan Dipatiukur, Jl.Rd Patah terselip jalan Multatuli, tidak lain dari Douwes Dekker salah satu Jalan yang paling padat di Kota Bandung ini merupakan tokoh pergerakan nasional, pendiri Indische Partij, seorang Indo yang sangat berpihak pada rakyat Indonesia, ia kemudian ia berganti nama menjadiDr. Danoedirdja Setyaboedi (di abadikan dengan Jl.Dr.Setiabudi) .

AYO BACA : 5 Kota Wisata Tujuan Orang-orang Dunia di 2019, Ada dari Indonesia

5. Jalan Prof. Eijkman, nama lengkapnya Christiaan Eijkman dokter lulusan Universitas Amsterdam, kemudian bertugas di Hindia Belanda tahun 1883-1885 atau pulau Asia, ia kemudian meneliti bakteri penyakit beri-beri bersama Robert Koch, Prof. Eijkman pernah menjadi direktur laboratorium patologi dan bakteriologi STOVIA (sekolah dokter pertama di Indonesia yang melahirkan tokoh tokoh perintis kemerdekaan Indonesia), puncak prestasi nya adalah ketika Eijkman menemukan Vitamin B1(Thiamine), mendapatkan hadiah Nobel untuk bidang Kedokteran tahun 1929, Eijkman menjadi guru besar di Utrecht University.

6. Jalan Dr. Currie,  istri dari Pierre Currie, sebelum menikah dengan Pierre Currie ia bernama Maria Sklodowska ( Polandia ), Marie Currie adalah wanita pertama penerima Hadiah Nobel, dan dua kali mendapatkan Nobel untuk dua bidang ilmu yang berbeda, tahun 1903 bersama Hendri Becquerel dan Pierre Currie mendapat Nobel untuk bidang Fisika. Pada tahun 1911 Marie Currie mendapatkan Nobel untuk bidang Kimia, Marie Currie terkenal dengan penelitian dan penemuannya mengenai radioaktif dari uranium, Marie Currie adalah professor wanita pertama yang mengajar di Universitas Sorbone Paris, dan mendirikan Radium Institut (institut du Radium) di University of Paris. Marie Currie wafat karena Luekimia yang disebabkan karena radioaktif/radiasi yang mana ia jadikan bahan penelitiannya, untuk mengenang dan menghormati jasanya pemerintah Perancis pada tahun 1995 telah menyimpan abu jenazahnya di Pantheon Paris, dan Bandung mengenang jasa nya dengan menamakan salah satu jalannya dengan nama jalan Currie,

7. Jalan Dr. Erlich salah satu jalan di Bandung ini sebetulnya adalah Ehrlich, nama lengkapnya Paul Ehrlich, dokter lulusan Universitas Leipzig Jerman, merintis penelitian dalam bidang Hematologi, imunologi, Chemotherapy dan Sterilisasi mendapat hadiah Nobel untuk bidang Kedokteran pada tahun 1908.

8. Jalan Nyland , dari Dr. Nijland, nama lengkapnya Anton Albert Nijland adalah penemu vaksin kolera (1911).

9. Jalan Rontgen nama lengkapnya Wilhelm Conrad Rontgen (1845-1923), Guru Besar Fisika di Universitas Strasbourg, Giessen, Wurzburg dan Munich, penemu sinar X. Penemuannya memberikan kontribusi yang luar biasa bagi dunia kedokteran.

AYO BACA : Wisata 3D Murah di Kampung Lukis Jelekong

10. Jalan Dr Otten, adalah diambil dari namanya sendiri Jalan yang berada di pusat Kota Bandung ini merupakan Dr. L.Otten yang menemukan vaksin pes (sampar) pada tahun 1934, juga vaksin cacar (1917) ketika bertugas di Hindia Belanda.

11. Jalan Bosscha, Namalengkapnya Karel Rudolf Bosscha,pada tahun 1923 bersama Nederlandsch Indische Sterrenkundige Vereeniging (perkumpulan ahli asronomi Hindia Belanda) mendirikan peneropong bintang di Lembang yang kini dikenal dengan Observatorium Bosscha, yang keberadaannya saat ini mulai terganggu dengan maraknya pembangunan fisik di sekitar Bandung Utara dan Lembang.

12. Jalan Pasteur, kerap dilafalkan jalan Pastur, dan banyak orang mengasosiasikannya dengan pendeta katolik. Nama lengkapnya Louis Pasteur (1822-1895), sangat berjasa dalam bidang iptek, kedokteran dan indusrti, penemu vaksin rabbies, antrax, dan penemu proses pasteurization, Pasteur mendapatkan gelar PhD pada usia 26 tahun dari Ecole Normale Superieure Paris, Bio Farma adalah salah satu lembaga yang terus mengembangkan vaksin, yang dasarnya adalah penemuan dari Louis Pasteur. Jalan ini menjadi salah satu jalan terpadat di Kota Bandung dan juga membatas wilayah utara dan selatan Bandung.

13. Jalan Dr. Setiabudi, dari namanya memang sangat Indonesia namun sebetulnya orang lupa siapa beliau? Dr. Danoedirdja Setyaboedi adalah pahlawan nasional, dan pernah lama tinggal di salah satu rumah di jalan Dr.Setiabudi. Dulu Jl.Dr..Setiabudi bernama Lembang Weg. Penulisan namanya pun beragam, Setia Budi, Setyabudi, Setiabudhi, dll. Kini Jl. Setiabudi identik dengan Jl. Rumah Mode, yang selalu macet dikala weekend

14. Jalan Westhoof atau dr Cha sekarang di Bandung terkenal dengan Jalan Cicendo, adalah dokter spesialis mata, direktur pertama oogenziekenhuis “Wilhelmina”-sekarang RS Mata Cicendo-Pusat Rujukan Kesehatan Mata Nasional. Pendiri Rumah Buta, yang kemudian menjadi Wyata Guna.

13. Jalan Van Deventer yakni seorang penganjur politik etis, mendirikan Van Deventer School, yang berubah menjadi Balai Perguruan Puteri.

14. Jalan Multatuli yakni nama dari Eduard Douwes Dekker, penentang kebijakan belanda dan bupati Lebak, mengarang buku “Max Havelaar” – beliau ada;lah paman dari Ernest.F.E. Douwes Dekker pendiri Kesatrian Institut , yang berganti nama menjadi Danudirdja Setiabudi, Pahlawan Nasional.

15. Jalan  (Adolf) HOMANN, pendiri dan pemilik pertama Hotel Homann yang kini menjadi Jalan Asia Afrika.(*)

AYO BACA : 5 Tempat Wisata Gratis Paling Favorit di Kota Bandung

Editor: Editor Ayobandung

artikel terkait

dewanpers