web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Kembali Terpuruk Rupiah Melemah ke Rp 14.685

Selasa, 29 September 2015 10:54 WIB Yatti Chahyati

ilustrasi (danny/ayobandung)

Jakarta- Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa pagi bergerak melemah sebesar 20 poin menjadi Rp14.685 dibandingkan posisi sebelumnya Rp14.665 per dolar AS.

Analis PT Platon Niaga Berjangka Lukman Leong di Jakarta, Selasa megatakan bahwa dolar AS masih akan terus bergerak menguat selama belum adanya kepastian dari kebijakan bank sentral AS (The Fed) untuk menaikan suku bunga acuannya.

"Ketidakpastian tentang waktu kenaikan suku bunga masih menekan sentimen para investor, di tengah situasi itu pelaku pasar akan menempatkan asetnya di instrume mata uang 'safe haven' seperti dolar AS," katanya.

Di sisi lain, kata dia, kesehatan ekonomi Tiongkok yang belum pulih menambah kekhawatiran bagi negara-negara berkembang disekitarnya sehingga aset investasinya menjadi kurang menarik. Profit perusahaan industri Tiongkok turun 8,8 persen.

Dari dalam negeri, lanjut dia, pasar juga sedang menantikan data inflasi September 2015 yang sedianya akan diumumkan Badan Pusat Statitisk pada 1 Oktober 2015. Diharapkan inflasi September bergerak menurun sehingga direspon positif investor di dalam negeri.

Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta menambahkan bahwa isu perlambatan perekonomian global yang terus mencuat terutama menyoroti prospek pertumbuhan Tiongkok yang masih melambat maka pasar di negara-negara berkembang akan terus dilanda tekanan.

Namun, ia mengharapkan pengumuman paket kebijakan ekonomi II oleh pemerintah pada Selasa ini (29/9/2015) diharapkan dapat mengalihkan perhatian investor dari situasi global.

"Kebijakan pemerintah itu diharapkan bisa meningkatkan ekspektasi pertumbuhan ekonomi nasional ke depan," katanya.(*)

Editor: Yatti Chahyati

artikel lainnya

dewanpers