web analytics
  

Pengamanan Jamaah Di Masjidil Haram Diperluas

Sabtu, 19 September 2015 17:21 WIB Editor Ayobandung
Umum - Internasional, Pengamanan Jamaah Di Masjidil Haram Diperluas, Haji, mekkah, King Abdul Aziz, Abdullah

Mekkah (http://i.dailymail.co.uk)

 

Mekkah-Pengamanan jamaah Indonesia di Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi, diperluas seiring dengan dua pintu masjid yang diperluas dibuka untuk menampung jamaah dari berbagai penjuru dunia pada musim haji tahun ini.

"Dengan dibukanya pintu King Abdul Aziz dan Abdullah, maka zona pengamanan, pengawasan, dan perlindungan jamaah di Masjidil Haram direposisi dan diperluas," kata Kepala Seksi Perlindungan Jamaah Daerah Kerja (Daker) Mekkah Letkol Jaetul Muchlis Basyir di Mekkah, Sabtu(19/9/2015).

Ia menjelaskan setelah Bus Shalawat berhenti operasi sementara mulai 19-28 September, maka dua terminal bus dekat Masjidil Haram yaitu Syib Amir dan Bab Ali, tidak perlu lagi ada tim keamanan di situ.

Petugas yang biasa berada di dua terminal tersebut akan dialihkan ke tempat lain di sekitar Masjidil Haram, terutama di pintu-pintu yang mulai terbuka. Apalagi saat ini, semua jamaah calon haji Indonesia yang mencapai sekitar 155 ribu orang telah berada di Mekkah.

Untuk menyiasati keterbatasan jumlah tenaga pengamanan, Muchlis mengatakan akan menempatkan dua orang di pos jaga, satu untuk tetap berada di pos dan satu lagi melakukan penyisiran di wilayah tugasnya.

"Kami berusaha menggelar operasi lebih strategis sekarang. Salah satunya seragam petugas keamanan yang mudah dikenali jamaah Indonesia," ujarnya.

Namun menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muchlis juga mengimbau agar jamaah Indonesia menjaga kesehatan dan mengurangi aktivitas keluar pemondokan di siang hari yang panasnya bisa menembus angka di atas 40 derajat celcius.

"Siang cukup beribadah di masjid sekitar pemondokan, namun pada malam hari silahkan saja (ke Masjidil Haram). Jangan lupa memberi tahu Karo (kepala rombongan) atau Karu (kepala regu) masing-masing," ujarnya.

Apalagi saat ini sampai pasca-wukuf, Bus Shalawat tidak beroperasi dan jamaah harus menggunakan transportasi umum atau berjalan kaki ke Masjidil Haram. "Tingkatkan kewaspadaan saat menggunakan transportasi umum seperti taksi," pesannya.(*)

Editor: Editor Ayobandung

artikel terkait

dewanpers