web analytics
  

Ternyata 75 Persen Orang Indonesia Konsumsi Multivitamin

Jumat, 18 September 2015 17:33 WIB Editor Ayobandung
Gaya Hidup - Sehat, Ternyata 75 Persen Orang Indonesia Konsumsi Multivitamin, multivitamin, orang indonesia, konsumsi, penelitian

ilustrasi (http://2.bp.blogspot.com)

Jakarta- Hasil penelitian yang dilakukan oleh perusahaan konsultan Northstar Business Consulting Partners menyebutkan sebanyak 75 persen masyarakat di Tanah Air mengkonsumsi multivitamin.

"Sebanyak 75 persen masyarakat Indonesia mengkonsumsi multivitamin, lebih tinggi dibandingkan dengan Vietnam 33 persen yang menyatakan mereka mengkonsumsi multivitamin," kata Direktur Northstar Businees untuk kawasan ASEAN, Meity Rahtomo, di Jakarta, Jumat.

Penelitian kesehatan masyarakat ASEAN dilakukan melalui metodologi survei dalam jaringan yang diselenggarakan di empat negara Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Vietnam.

Penelitian tersebut juga mengungkap sebanyak 54 persen masyarakat di Indonesia, menyatakan mereka membutuhkan tambahan asupan vitamin untuk mendukung aktivitas mereka sebagai alasan mengkonsumsi multivitamin.

Akan tetapi, sebanyak 13 persen menyatakan karena mereka tidak mendapatkan asupan nutrisi yang memadai dari makan sehari-hari mereka.

"Hasil penelitian kami mengungkap sebanyak 77 persen masyarakat ASEAN, menyatakan gaya hidup sehat memiliki kesehatan jiwa dan 75 persen mejawab kesehatan fisik," tambah dia.

Kemudian, sebanyak 69 persen masyarakat ASEAN mulai memperhatikan kesehatan mereka pada saat mereka mudah merasa lelah.

Selanjutnya, 32 persen masyarakat ASEAN melakukan olah raga secara teratur untuk menjaga kesehatannya. Diikuti 28 persen masyyarakat dengan menjalankan pola hidup yang seimbang antara pekerjaan dan kehidupan personal, serta15 persen memastikan untuk cukup tidur.

"Tantangan masyarakat ASEAN ke depannya, adalah sulit mendapatkan makanan sehat saat bepergian, banyak minuman mengandung gula, dan tidak tersedianya fasilitas olah raga yang memadai di dekat rumah atau tempat kerja," tukas dia.(*)

 

Editor: Editor Ayobandung
dewanpers