web analytics

Pembangunan Kereta Cepat Indonesia dengan Tiongkok Makin ‘Mesra’

clockKamis, 17 September 2015 07:31 WIB
Umum - Regional, Pembangunan Kereta Cepat Indonesia dengan Tiongkok Makin ‘Mesra’, kereta cepat, indonesia, tiongkok, program, mesra

Ilustrasi

Beijing- Rupanya program kerjasama kereta cepat yang sempat dihentikan itu tidak benar-benar dihentikan, pasalnya Indonesia dan Tiongkok justru tetap ‘mesra’, hal tersebut ditandai dengan kembali menindaklanjuti rencana pembangunan kereta api cepat, termasuk pengembangan kerja sama tersebut berupa produksi bersama gerbong kereta api berorientasi ekspor.

"Kami tindaklanjuti kembali, dan dibahas berbagai hal terkait kereta api cepat sehingga kita dapat selesikan segera kesepakatannya, dan kereta api cepat tersebut dapat segera dibangun," kata Menteri BUMN Rini Soemarno dalam perbincangan dengan ANTARA di Beijing, Rabu malam(16/9/2015).

Ditemui usai menyaksikan penandatanganan kesepakatan pinjaman tiga bank BUMN, yakni Bank Mandiri, Bank BNI dan Bank BRI dengan Bank Pembangunan Tiongkok (CDB), ia mengatakan Tiongkok menyanggupi persyaratan yang ditetapkan Indonesia dalam pembangunan kereta api cepat, yakni bahwa pembangunannya dilakukan murni secara bisnis (b to b) tanpa jaminan atau pendampingan pemerintah, serta tidak menggunakan APBN.

"Mereka bahkan setuju untuk ikut membangun stasiun-nya, disertai alih teknologi. Sehingga karena ini dilakukan secara 'b to b', maka harus ada keuntungan yang kita dapat, termasuk alih teknologi," tutur Rini.

"Terkait alihteknologi tersebut, Tiongkok sepakat untuk memberikan pelatihan kepada Indonesia, apakah ahli mereka ke Indonesia, atau kita mengirimkan tenaga ahli kita untuk belajar di Tiongkok," katanya.

Bahkan, lanjut dia, Tiongkok bahkan sepakat untuk melakukan produksi bersama gerbong kereta api, tidak saja gerbong kereta api cepat, tetap juga kereta api listrik dan "light train" yang kini sedang dibangun.

"Gerbong kereta hasil produksi bersama RI-Tiongkok tersebut dapat ekspor ke negara lain, sehingga ini juga pemasukkan bagi negara dan dapat menciptakan lapangaan pekerjaan baru," ungkap Rini menambahkan.

Terkait produksi bersama gerbong kereta tersebut, Tiongkok sepakat untuk membangun pabrik alumunium di Indonesia, "Jadi, Tiongkok setuju bahwa bahan baku alumunium yakni bauksit, harus diolah menjadi produk akhir yaitu alumunium, baru diekspor. Ini kan memberikan nilai tambah yang berlipat. Jika industri alumunium dapat dibangun, maka slab alumunium sebagai bahan untuk membuat gerbong kereta api sudah dapat kita hasilkan pula, melalui kerja sama ini. Bahkan untuk kepentingan industri pesawat terbang juga," tutur Menteri BUMN.

Rini mengemukakan, berbagai kesepakatan tersebut akan dibahas intensif sehingga dapat segera berbagai proyek terkait pembangunan kereta api cepat tersebut dapat segera dilaksanakan.

"Jika berbagai kesepakatan tersebut sudah disahkan, maka proyek dapat dilaksanakan dengan perkiraan tenaga kerja yang dapat diserap sekitar 40 ribu orang. Jika kereta api cepat ini terbangun, semisal antara Jakarta-Bandung, maka kita ingin ekonomi di kota-kota yang berada di sepanjang jalur tersebut seperti Karawang dan Walini, juga hidup, masyarakat menjadi lebih sejahtera," katanya.

Rini menekankan untuk proyek tersebut pihaknya telah membentuk konsorsium yang antara lain terdiri atas PT Wijaya Karya, PT Jasa Marga, PT Perkebunan Nusantara VIII, dan PT Inka (Persero).

Pembahasan tindaklanjut pembangunan kereta api cepat dilakukan Menteri BUMN dalam pertemuannya dengan Kepala Komisi Pembangunan Nasional dan Reformasi (NDRC)--Bappenas di Indonesia--, Bank Pembangunan Tiongkok (CDB) dan tinjauan langsung China Railway Corp.

Menteri RI dan sejumlah pimpinan direksi perusahaan BUMN menjajal kereta api cepat Beijing-Tianjin, yang berjarak 150 kilometer, yang ditempuh dengan waktu 30 menit dengan rata-rata kecepatan 200-300 kilometer per jam.(*)

 

 

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Editor Ayobandung.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Yatti Chahyati

terbaru

BOR RS untuk Pasien Covid 19 di Jabar Turun ke 75,16 Persen Setelah S...

Regional Sabtu, 24 Juli 2021 | 10:47 WIB

Ridwan Kamil: BOR RS untuk pasien di Jabar Turun ke 75,16 Persen Stelah sempat Sentuh Angka 90,6 Persen

Umum - Regional,  BOR RS untuk Pasien Covid 19 di Jabar Turun ke 75,16 Persen Setelah Sempat Sentuh Angka 90,6 Persen, Bed Occupancy Rate (BOR),BOR RS di Bandung Barat,Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil,Wakil Presiden Maruf Amin,COVID-19

Tingkat Keterisian Rumah Sakit Cianjur Menurun, Hanya RSUD Sayang Masi...

Regional Jumat, 23 Juli 2021 | 21:00 WIB

Rata-rata tingkat ketirisian kamar bagi pasien Covid-19 di tiga rumah sakit di Kabupaten Cianjur sudah mulai menurun.

Umum - Regional, Tingkat Keterisian Rumah Sakit Cianjur Menurun, Hanya RSUD Sayang Masih Tinggi, Tingkat keterisian,Rumah Sakit,Cianjur,RSUD Sayang

Perhatikan Hal Ini Selama Isoman, Imbauan dari Satgas Covid-19

Regional Jumat, 23 Juli 2021 | 20:25 WIB

Syarat warga yang terpapar harus isolasi mandiri, di antarnya tidak bergejala, gejala ringan, dan lingkungan rumah harus...

Umum - Regional, Perhatikan Hal Ini Selama Isoman, Imbauan dari Satgas Covid-19, Isoman,Isolasi Mandiri,Satgas Covid-19,Terpapar Covid-19

Pedagang Pasar Bisa Jualan Kembali, Asal Sudah Divaksin

Regional Jumat, 23 Juli 2021 | 17:29 WIB

Pemerintah Kota (Pemkot) berencana bakal melonggarkan secara bertahap, terhadap sejumlah sektor perekonomian di masa per...

Umum - Regional, Pedagang Pasar Bisa Jualan Kembali, Asal Sudah Divaksin, Vaksin Covid-19,Vaksin Covid-19 Kota Bogor,Vaksin covid-19 pedagang,Pedagang Pasar,pemkot bogor

Obat Gratis Diprioritaskan untuk Pasien Isoman 40 Tahun ke Atas

Regional Jumat, 23 Juli 2021 | 14:10 WIB

Bantuan untuk masyarakat yang terdampak kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM level 4 terus di...

Umum - Regional, Obat Gratis Diprioritaskan untuk Pasien Isoman 40 Tahun ke Atas, Bantuan Covid-19,Bantuan Obat Gratis,Bantuan Obat Gratis di Tasik,Pemkot Tasikmalaya

Sempat Berteriak, Pemilik Warung Kopi Ditemukan Tewas Bersimbah Darah

Regional Jumat, 23 Juli 2021 | 13:46 WIB

Pemilik warung kopi berinisial NL ditemukan meninggal dunia di warung kopi miliknya di Jalan Abdullah bin Nuh Warga RT 0...

Umum - Regional, Sempat Berteriak, Pemilik Warung Kopi Ditemukan Tewas Bersimbah Darah, Pemilik warung kopi tewas,Kriminal Bogor,Pembunuhan di Bogor,Pembunuhan di Bogor Barat,Polresta Bogor Kota

Program Karaos, Membangun Pertanian Cianjur di Tengah Pandemi

Regional Jumat, 23 Juli 2021 | 13:39 WIB

Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur gencar menanam kentang dan cabai dalam program Kawasan Pertanian Super Prioritas (KARA...

Umum - Regional, Program Karaos, Membangun Pertanian Cianjur di Tengah Pandemi, Program Karaos,Program Petani manjut,Pemkab Cianjur,Wakil Bupati Cianjur TB Mulyana Syahrudin

Bantuan Beras 10 Kg dan Uang Rp600 Ribu Mulai Dikirim

Regional Jumat, 23 Juli 2021 | 11:35 WIB

Sebelumnya Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mulai mendistribusikan Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementerian Sosial (Kem...

Umum - Regional, Bantuan Beras 10 Kg dan Uang Rp600 Ribu Mulai Dikirim , bantuan beras 10 kg,Bantuan uang Rp600 ribu,Bantuan Covid-19,bantuan covid-19 di Bogor,pemkot bogor

artikel terkait

dewanpers
arrow-up