web analytics
  

Bentuk Badan Bukan Jaminan Sehat Tapi Kalung Jaminannya

Senin, 14 September 2015 13:53 WIB
Umum - Regional, Bentuk Badan Bukan Jaminan Sehat Tapi Kalung Jaminannya, qurban, hewan,kesehatan, distabKP

KALUNG: Warga Kota Bandung yang akan membeli hewan kurban sebaiknya bisa memastikan kalung yang ada di leher hewan kurban sebagai jaminan kesehatan dan kelayakan hewan kurban. (danny/ayobandung)

Bandung- Meskipun banyak hewan kurban yang dijual, namun warga yang akan membeli hewan kurban dipastikan tidak asal membeli hewan kurban, pasalnya menilai hewan kurban sehat dan layaknya bukan hanya dari bentuk badan melainkan dari dikalung atau tidaknya.  

“Kami meminta warga agar hewan kurban yang dibeli sehat dan yang paling penting hewan kurban tersebut sudah ada labelnya dan tetap tergantung di leher hewan yangg dibeli. Kami perkirakan ada saja penjual yang bandel, menggantunggkan label hewan sehat di hewan yang tidak terbukti sehat," ujar Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan(DistanKP) Kota Bandung Elly Wasliah, kepada wartawan, Senin(14/9/2015).

Untuk mewakili hewan kurban sehat Elly melepas tim pemeriksa hewan kurban dengan menyematkan id card di Kantor Distan KP Kota Bandung, Senin(14/09/2015).

Distan KP sendiri menerjunkan petugas pemeriksaan yang diterjunkan 58 orang disebar ke 30 kecamatan dan 151 kelurahan menyisir pedagang hewan korban.

Elly berharap petugas memeriksa hewan memeriksa hewan kurban dengan teliti untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada warga Kota Bandung yang akan berkurban.

"Petugas akan memeriksa mulai dari kesehatannya sampai layak kurban yaitu usia domba lebih satu tahun dan sapi lebih dua tahun," ujar Elly.

Ely juga  mengingatkan agar daging kurban terjaga kualitasnya dan aman dikonsumsi jangan gunakan kantong kresek berwarna. "Daging hewan kurban masukan ke plastik warna bening, jangan kresek berwarna apalagi warna hitam karena mengandung zat berbahaya," ujar Elly.

Menurut Elly, hewan kurban daging segar jika dimasukan ke kantong kresek warna akan maka otomatis daging akan tercemar zat yang membahayakan.

Elly minta tim pemeriksa hewan selain memeriksa kesehatan hewan juga sosialisasi masalah penanganan daging yang baik dan sehat.

"Kalau mau beli hewan kurban yang baik bisa dilihat kasat mata, misalnya dari kulit, gigi dan mata," tambah.

Elly menyebutkan pihaknya memang belum bisa memastikan semua hewan kurban yang dijual sehat, pasalnya sekitar 10-20 persen pedagang yang tidak tercover, “Misalnya, pedagang yang ada di komplek-komplet terpencil. Ya kami mohon maaf, Jika kami tidak bisa menjangkau semua pedagang," tambah.

Elly menambahkan,  tahun lalu,  pihaknya memeriksa 26.721 ekor terdiri dari 20.782 ekor domba atau kambing dan 5.938 ekor sapi. Dimana sapi sehat dan layak sebanyak 5.852 ekor dan tidak layak 87 ekor tidak cukup umur. Sementara domba sehat dan layak sebanyak 18.570 ekor dan tidak layak 2.212 ekor ( 2.138 tidak cukup umur, 73 ekor sakit mata, 1 wkor cacat).(anjani)

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Editor Ayobandung.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Yatti Chahyati

artikel terkait

dewanpers