web analytics
  

Tak Ada Lagi Kereta Api Cepat Bandung-Jakarta, Ganti jadi Kereta Api Menengah

Jumat, 4 September 2015 15:35 WIB
Umum - Regional, Tak Ada Lagi Kereta Api Cepat Bandung-Jakarta, Ganti jadi Kereta Api Menengah, kereta api, kereta cepat, bandung-jakarta, tiongkok, jepang, rizal ramli, darmin, Bapenas, kereta api menengah

ilustrasi

 

Jakarta- Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Sofyan Djalil memaparkan pengembangan kereta cepat rute Jakarta-Bandung yang diputuskan menjadi kecepatan menengah, tidak sekelas Shinkansen yang memiliki daya jelajah melebihi 300 kilometer per jam.

Menurut Sofyan di Jakarta, Jumat, proyek kereta cepat, --yang akhirnya diputuskan menjadi kereta kecepatan menengah--, dibutuhkan sebagai pelengkap sarana konektivitas dalam rencana pengembangan wilayah antara Jakarta, dan kota pusat industri tekstil, Bandung.

"Filosofi pembangunan kereta itu adalah pembangunan wilayah. Wilayah akan berkembang jika stasiun dibuka," ujarnya.

Sofyan menjelaskan transportasi kereta dipilih untuk melengkapi konektivitas, karena sistem perkeretaapian lebih mendukung rencana pengembangan kawasan pada rute yang sebagian besar melintasi kawasan pertanian dan hutan itu.

Misalnya, dengan membangun kereta, pemerintah sebagai regulator, dapat menentukan titik-titik yang akan menjadi pemberhentian penumpang. Dengan begitu, pembangunan transportasi Jakarta-Bandung akan lebih terpadu dan saling mendukung dengan pembangunan sektor lain, misalnya sektor pertanian dan industri.

Sedangkan sarana transporasi lain, seperti jalan raya atau jalan tol/berbayar misalnya, kata Sofyan, cenderung akan menghabiskan sisa lahan yang tersedia sehingga tidak efisien. Jika membangun jalan raya, pemerintah pun akan lebih sulit mengatur mobilitas penumpang pada rute "gemuk".

"Misalnya sekarang ada kebun teh di Cipularang yang tidak produktif. Karena di samping kebun teh itu ada jalan tol yang setiap hari dilewati ribuan manusia dan mobil. Suhu dan tempratur di sana jadi meningkat. Tidak cocok dengan kebun teh yang butuh temperatur dingin," kata dia.

Sofyan juga meyakini proyek kereta kecepatan menengah ini tidak akan menggusur layanan kereta reguler Jakarta-Bandung dari PT. Kereta Api Indonesia (KAI), namun memang perlu dilakukan sejumlah penyesuaian.

Meskipun proyek ini penting, Sofyan menegaskan, pengerjaan dan operasi proyek ini sepenuhnya akan diserahkan ke BUMN atau swasta. Pemerintah hanya akan bertindak sebagai regulator. Musababnya, pemerintah ingin terlebih dulu fokus mengembangan moda kereta di luar Jawa, seperti di Kalimantan, Sulawesi dan Papua.

Kritik keras sebelumnya kerap dilontarkan berbagai tokoh tentang rencana pengerjaan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung ini. Mantan Menteri Perhubungan Emil Salim menilai proyek kereta cepat yang lokasinya di Pulau Jawa, bisa memperlebar ketimpangan ekonomi, mengingat kondisi transportasi di pulau lain masih sangat tidak memadai.

Ekonom senior UI Anwar Nasution menyebutkan proyek kereta cepat hanya cocok untuk rute jarak jauh seperti Jakarta-Surabaya, dan tidak memiliki potensi pasar yang signifikan untuk rute Jakarta-Bandung.

Pemerintah akhirnya memutuskan untuk membatalkan proyek kereta cepat dan mengubahnya menjadi proyek kereta kecepatan menengah. Proses persiapan dan pengerjaaannya pun diserahkan kepada Kementerian BUMN, dengan skema "business to business", tanpa atas nama proyek pemerintah.

Sebelumnya, proyek kereta cepat Indonesia yang diperebutkan dua ekonomi raksasa Asia, Jepang dan Tiongkok ini mencuatkan biaya investasi hingga 5,5-6,2 miliar dolar AS.(*)

   

 

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Editor Ayobandung.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Yatti Chahyati

terbaru

Vaksinasi Covid-19 Lansia di Kota Tasik Baru 12 Persen

Regional Selasa, 15 Juni 2021 | 20:50 WIB

Program vaksinasi Covid-19 di Kota Tasikmalaya hingga kini terus dilakukan pihak Dinas Kesehatan. Dari beberapa target a...

Umum - Regional, Vaksinasi Covid-19 Lansia di Kota Tasik Baru 12 Persen, vaksinasi covid-19 lansia,Vaksinasi Lansia Kota Tasik,Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya,vaksinasi Covid-19 Kota Tasikmalaya

LKM Ahlakul Karimah Temui Wabup Cianjur, Ini Hasilnya

Regional Selasa, 15 Juni 2021 | 19:41 WIB

Jajaran direksi PT Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Ahlakul Karimah Kabupaten Cianjur, menemui Wakil Bupati Cianjur Tb Mulya...

Umum - Regional, LKM Ahlakul Karimah Temui Wabup Cianjur, Ini Hasilnya, Pemkab Cianjur,Wakil Bupati Cianjur TB Mulyana Syahrudin,LKM Ahlakul Karimah,BUMD Cianjur

Banyaknya Retribusi, Pengunjung Kawasan Wisata Cibodas Pusing

Regional Selasa, 15 Juni 2021 | 19:00 WIB

Sejumlah pengunjung kawasan wisata Cibodas Cipanas Kabupaten Cianjur merasa pusing saat akan masuk. Pasalnya, terlalu ba...

Umum - Regional, Banyaknya Retribusi, Pengunjung Kawasan Wisata Cibodas Pusing, wisata Cibodas Cipanas,wisata Cibodas Cianjur,Restribusi Wisata Cibodas,Pariwisata Cianjur,Kebun Raya Cibodas

Ratusan Tempat Tidur RS se-Kota Cirebon Diisi Pasien Covid-19

Regional Selasa, 15 Juni 2021 | 18:44 WIB

Bed occupancy ratio (BOR) atau tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit se-Kota Cirebon yang menangani kasus Covid...

Umum - Regional, Ratusan Tempat Tidur RS se-Kota Cirebon Diisi Pasien Covid-19, BOR di Kota Cirebon,RS di Kota Cirebon,Kasus Covid-19 Kota Cirebon,Dinas Kesehatan Kota Cirebon

Usai Dilantik, Sekda Cianjur Ngebet Jalankan Tugas

Regional Selasa, 15 Juni 2021 | 14:40 WIB

Usai dilansik sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cianjur, Cecep Alamsyah memastikan segera menjalankan tugasnya...

Umum - Regional, Usai Dilantik, Sekda Cianjur Ngebet Jalankan Tugas, Sekda Cianjur,Tugas Sekda Cianjur,Sekda Baru Pemkab Cianjur,Sekda Kabupaten Cianjur,isu geng-gengan ASN

Tahun Ajaran Baru, Kota Cirebon Pertimbangkan PTM Terbatas

Regional Selasa, 15 Juni 2021 | 14:21 WIB

Pada PTM terbatas, siswa yang hadir di kelas hanya sebanyak 25% dari jumlah siswa per kelas. Mereka diwajibkan menerapka...

Umum - Regional, Tahun Ajaran Baru, Kota Cirebon Pertimbangkan PTM Terbatas, PTM Terbatas,PTM Terbatas Kota Cirebon,Tahun Ajaran Baru 2020/2021,Pembelajaran Tatap Muka (PTM),aturan PTM Terbatas,rencana PTM Kota Cirebon

Pemkab Cianjur Bolehkan Warga Gelar Pesta Pernikahan, Ini Syaratnya

Regional Selasa, 15 Juni 2021 | 14:05 WIB

Pemerintah Kabupaten Cianjur akhirnya membatalkan larangan menggelar pesta pernikahan, tetapi dengan sejumlah persyarata...

Umum - Regional, Pemkab Cianjur Bolehkan Warga Gelar Pesta Pernikahan, Ini Syaratnya, Pemkab Cianjur,Pesta pernikahan,Kabupaten Cianjur,TB Mulyana Syahrudin,wedding organizer,WO

Terduga Teroris Dibekuk Densus 88 di Bogor

Regional Selasa, 15 Juni 2021 | 13:58 WIB

Terduga teroris di Bogor yang ditangkap itu merupakan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Umum - Regional, Terduga Teroris Dibekuk Densus 88 di Bogor, Terduga Teroris,Terduga Teroris di Bogor,Densus 88,terduga teroris kelompok JI,Penangkapan terduga teroris,Lokasi penangkapan terduga teroris

artikel terkait

dewanpers