web analytics

Nilai Akhir Jepang dan Tiongkok Tentang Kereta Cepat ada di Darmin

clockJumat, 28 Agustus 2015 15:49 WIB
Umum - Regional, Nilai Akhir Jepang dan Tiongkok Tentang Kereta Cepat ada di Darmin, kereta cepat,   Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, tiongkok, jepang

ilustrasi

 

Jakarta-  Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution sudah menerima hasil laporan konsultan independen yang ditunjuk pemerintah untuk memberikan penilaian atas proyek kereta cepat yang sedang diminati oleh Jepang dan Tiongkok.

"Mereka sudah mengevaluasi segala macam, termasuk 'cost'nya, operasionalnya, segala macam termasuk dampak ekonomi dan teknologi. Kita serahkan pada Presiden, mau digunakan atau tidak," katanya di Jakarta, Jumat.

Darmin tidak mengungkapkan seluruhnya hasil laporan yang dipaparkan oleh konsultan independen tersebut, yaitu Boston Consulting Group (BCG), dan belum ada keputusan krusial yang diambil pemerintah berdasarkan kajian mendalam itu.

"Ini masih akan dilanjutkan, karena begitu banyak hal penting yang harus didiskusikan dan dibahas lagi penilaiannya. Tapi kita mencoba untuk menyelesaikan ini pekan depan," ujarnya.

Darmin memastikan pemerintah memberikan kesempatan bagi kedua investor pembangunan kereta cepat untuk menyajikan proposal penawaran yang terbaik, hingga akhirnya ada keputusan yang menguntungkan bagi kepentingan nasional.

Beberapa pertimbangan pemerintah dalam menentukan mitra proyek kereta cepat antara lain kebutuhan investasi, penerapan teknologi, penggunaan tingkat kandungan dalam negeri, harga tiket kepada penumpang, dan juga potensi efek ekonomi yang dihasilkan.

Proyek kereta cepat Indonesia yang diwacanakan sekelas "Shinkansen" dengan kecepatan 300 kilometer per jam akan melayani rute Jakarta-Bandung. Namun, dalam dokumen studi kelayakan Jepang, terdapat wacana rute kereta cepat ini juga akan melayani konektivitas ke Cirebon, bahkan hingga Surabaya.

Untuk rute Jakarta-Bandung, kereta cepat diperkirakan mampu memangkas waktu tempuh perjalanan dua hingga tiga jam, menjadi sekitar 37 menit.

Jepang sudah terlebih dahulu melakukan studi kelayakan tahap pertama dan menyerahkan proposal kepada pemerintah. Menurut data Bappenas, dari proposal Jepang diketahui biaya pembangunan rel dan kereta cepat sebesar 6,2 miliar dolar AS.

Sedangkan, Tiongkok melakukan studi kelayakan, setelah Jepang. Dari proposal Tiongkok, kebutuhan investasi untuk pembangunan rel dan kereta cepat sebesar 5,5 miliar dolar AS.(*)

 

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Editor Ayobandung.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Yatti Chahyati

terbaru

Posko Logistik Darutat Kota Bogor Terima Bantuan Peti Jenazah

Regional Sabtu, 24 Juli 2021 | 16:33 WIB

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Posko Logistik Darurat Kota Bogor menerima bantuan peti jenazah. Bantuan tersebut...

Umum - Regional, Posko Logistik Darutat Kota Bogor Terima Bantuan Peti Jenazah, pemkot bogor,Peti jenazah,Peti jenazah covid-19,Pasien Isolasi Mandiri

Tingkatkan Tracing, Pemkot Depok Siapkan Mobil Swab Test Keliling

Regional Sabtu, 24 Juli 2021 | 16:13 WIB

Pemerintah Kota (Pemkot) Depok bekerja sama dengan PT Drop Global Tech meluncurkan program mobil swab test (tes usap) ke...

Umum - Regional, Tingkatkan Tracing, Pemkot Depok Siapkan Mobil Swab Test Keliling, Pemkot Depok,Mobil Swab Test Keliling,Mobil Swab Test Keliling Depok,Mobil Swab Test Keliling Pemkot Depok

Penyandang Disabilitas di Purwakarta Mulai Terima Vaksin Covid

Regional Sabtu, 24 Juli 2021 | 14:51 WIB

Pemerintah Kabupaten Purwakarta bersama Kodim 0619/Purwakarta menyasar vaksinasi untuk penyandang disabilitas.

Umum - Regional, Penyandang Disabilitas di Purwakarta Mulai Terima Vaksin Covid, Vaksin Covid-19,Vaksinasi Covid-19,vaksin covid-19 Purwakarta,Pemkab Purwakarta

Pasokan Tersendat, Vaksinasi di Kabupaten Tasik Jauh dari Target

Regional Sabtu, 24 Juli 2021 | 14:37 WIB

Antusias masyarakat Kabupaten Tasikmalaya untuk mendapatkan vaksin cukup tinggi. Namun hal ini tidak dibarengi dengan ke...

Umum - Regional, Pasokan Tersendat, Vaksinasi di Kabupaten Tasik Jauh dari Target, Vaksinasi Covid-19,vaksinasi covid-19 di tasik,Pemkab Tasikmalaya,Covid-19 di Tasikmalaya

Minta Dinikahi Secara Sah, Biduan Dangdut di Tasik Malak Disiksa Suami...

Regional Sabtu, 24 Juli 2021 | 14:15 WIB

Seorang biduan dangdut bernama Maulidiasari (31) asal Desa Mandalawangi, Kecamatan Salopa, melaporkan suami sirihnya ke...

Umum - Regional, Minta Dinikahi Secara Sah, Biduan Dangdut di Tasik Malak Disiksa Suami Sirih, KDRT di Tasik,Penyanyi dangdut kena KDRT,kriminal Tasikmalaya,Polres Tasikmalaya

BOR RS untuk Pasien Covid 19 di Jabar Turun ke 75,16 Persen Setelah S...

Regional Sabtu, 24 Juli 2021 | 10:47 WIB

Ridwan Kamil: BOR RS untuk pasien di Jabar Turun ke 75,16 Persen Stelah sempat Sentuh Angka 90,6 Persen

Umum - Regional,  BOR RS untuk Pasien Covid 19 di Jabar Turun ke 75,16 Persen Setelah Sempat Sentuh Angka 90,6 Persen, Bed Occupancy Rate (BOR),BOR RS di Bandung Barat,Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil,Wakil Presiden Maruf Amin,COVID-19

Tingkat Keterisian Rumah Sakit Cianjur Menurun, Hanya RSUD Sayang Masi...

Regional Jumat, 23 Juli 2021 | 21:00 WIB

Rata-rata tingkat ketirisian kamar bagi pasien Covid-19 di tiga rumah sakit di Kabupaten Cianjur sudah mulai menurun.

Umum - Regional, Tingkat Keterisian Rumah Sakit Cianjur Menurun, Hanya RSUD Sayang Masih Tinggi, Tingkat keterisian,Rumah Sakit,Cianjur,RSUD Sayang

Perhatikan Hal Ini Selama Isoman, Imbauan dari Satgas Covid-19

Regional Jumat, 23 Juli 2021 | 20:25 WIB

Syarat warga yang terpapar harus isolasi mandiri, di antarnya tidak bergejala, gejala ringan, dan lingkungan rumah harus...

Umum - Regional, Perhatikan Hal Ini Selama Isoman, Imbauan dari Satgas Covid-19, Isoman,Isolasi Mandiri,Satgas Covid-19,Terpapar Covid-19

artikel terkait

dewanpers
arrow-up