web analytics
  

‘Baru Dipanen’ 10 Tahun Lagi, Generasi Muda Harus Dilarang Merokok

Kamis, 27 Agustus 2015 15:08 WIB Editor Ayobandung
Gaya Hidup - Sehat, ‘Baru Dipanen’ 10 Tahun Lagi,  Generasi Muda Harus Dilarang Merokok, merokok, pemuda, indonesia, UI

Ilustrasi(blogspot.com)

 

Jakarta-  Wakil Kepala Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Jakarta Abdillah Ahsan mengatakan generasi muda harus dijaga untuk tidak merokok karena merupakan investasi sumber daya manusia di masa depan.

"Investasi sumber daya manusia itu jangka panjang. Mungkin baru akan dipanen 10 tahun lagi. Itu berarti melebihi periode pemerintahan yang hanya lima tahun," kata Abdillah Ahsan dalam sebuah lokakarya di Jakarta, Kamis.

Karena itu, Abdillah mendorong agar pemerintah Indonesia segera mengaksesi Konvensi Kerangka Kerja Pengendalian Tembakau (FCTC) Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk melindungi generasi muda supaya tidak menjadi perokok pemula.

"Kita perlu seorang negarawan yang berpikir panjang, tidak hanya memikirkan periode pemerintahannya saja. Kalau hanya seorang politisi, pasti hanya berpikir untuk mengamankan periode pemerintahannya saja," tuturnya.

Abdillah mengatakan menjaga generasi muda dari adiksi tembakau merupakan bentuk dari investasi sumber daya manusia yang baru akan dirasakan manfaatnya 10 tahun atau 20 tahun lagi.

Karena itu, melindungi generasi muda saat ini dari adiksi rokok mungkin tidak akan langsung dirasakan manfaatnya oleh pemerintahan saat ini, tetapi oleh pemerintahan di masa depan. Apalagi, pada 2030 Indonesia akan mendapatkan bonus demografi.

"Bayangkan kalau anak-anak usia 15 sampai 19 tahun saat ini sudah mulai merokok. Kelak mereka masuk ke dunia kerja sudah kecanduan rokok dan panen penyakit yang disebabkan oleh rokok. Tentu produktivitas kerja mereka akan menurun," katanya.

Abdillah Ahsan menjadi salah satu pembicara dalam lokakarya "Penurunan Konsumsi Rokok sebagai Upaya Peningkatan Pembangunan SDM" yang diadakan Lembaga Demografi FEB UI.

Selain Abdillah, pembicara lainnya adalah Wakil Ketua Komisi IX DPR Ermalena, Kepala Seksi Bimbingan dan Evaluasi Subdit Pengendalian Penyakit Kronis dan Degeneratif Direktorat Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan Tiffany Tiara Pakasi dan peneliti Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia. (*)   

 

Editor: Editor Ayobandung

artikel terkait

dewanpers