web analytics
  

Memanfaatkan Perca Kulit Menjadi Rupiah

Jumat, 21 Agustus 2015 17:00 WIB Mega Anggraeni
Gaya Hidup - Komunitas, Memanfaatkan Perca Kulit Menjadi Rupiah, kulit, sisa, fashion

KULIT: Selain gelang dan gantungan kunci, sisa kulit juga bisa dimanfaatkan dengan mengkolaborasikan material lain. Misalnya keranjang rajutan. (MEGA/AYO BANDUNG)

Bandung- Perca kulit sapi pun bisa dimanfaatkan. Meski setiap ukurannya tidak pernah sama, tetapi hasil akhirnya pun bisa memiliki nilai yang tinggi.

Para pengusaha, umumnya membeli kulit dalam bentuk lemabaran. Mereka memanfaatkannya untuk membuat tas, sepatu, jaket, dompet, ikat pinggang, dan lainnya. Memotongnya sesuai dengan kebutuhan. Sementara percanya mereka singkirkan.

Tetapi, sebenarnya perca tersebut masih bisa diproduksi untuk membuat benda-benda kecil. Misalkan tempat pinsil, note book, tempat kartu, juga aksesori seperti gelang. Hal itulah yang dilakukan oleh Palupi Sri Kinkin

Perajin yang satu ini kerap menggunakan potongan-potongan kulit sisa untuk dimanfaatkan menjadi gelang hingga gantungan kunci. Jika ternyata dia menemukan potongan kulit dengan ukuran yang lebih besar, dia manfaatkan untuk membuat tempat pinsil dan tempat kartu.

“Untuk gantungan kunci, biasanya saya jual seharga 35 ribu rupiah sementara untuk tempat kartu bisa dia jual 150 ribu rupiah,” kata Upi, sapaan akrab Palupi.

Sisa kulit, biasanya didapat Upi, setelah dia memproduksi barang-barang pesanan. Semisal tas laptop, tas, dompet, dan tempat pena.

Untuk mendapatkan harga yang lebih tinggi, tidak jarang Upi menambahkan aksesoris untuk barang-barang yang dia buat dari perca kulit. Seperti menggrafir memahat nama dengan menggunakan mesin grafir. Atau mensoldernya dengan kaligrafi.  (Mega)

Editor: Mega Anggraeni

artikel terkait

dewanpers