web analytics
  

Ini Dia 7 Sejarah Jalan Bandung dari Jalan ‘Culik’ sampai Jalan ‘Bantuan Cai’

Rabu, 12 Agustus 2015 17:28 WIB Redaksi AyoBandung.Com
Bandung Baheula - Baheula, Ini Dia 7 Sejarah Jalan Bandung dari Jalan ‘Culik’ sampai Jalan ‘Bantuan Cai’, nama jalan bandung,sejarah jalan bandung,jalan braga,jalan banceuy,jalan, bandung, jalan braga, jalan banceuy, jalan Tamblong, jalan wastukencana, jalan siliwangi, mang ucufp

JALAN: Beginilah Jalan Braga tempo doloe (http://uniqpost.com)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Dalam salah satu postingan di salah satu media sosial bernama grup halo Bandung ada kupasan yang menarik jika Braga dulu tak senyaman sekarang. Bahkan Jalan Braga dulu disebut jalan ‘Culik’, atau Banceuy yang sebetulnya adalah bantuan cai.   

Nah sejarah-sejarah jalan tersebut dikupas dalam, tulisan yang diangkat oleh Mang Ucup, berikut kupasannya:

1. Jalan Braga

 Dulu Kota Bandung hingga akhir Abad XIX, pola permukimannya memisahkan kawasan hunian secara sosial dan morfologis. Kawasan hunian orang Eropa (Europeesche Zakenwijk) berada di sebelah atas atau utara rel kereta api dan kawasan bagi non Belanda berada di bawah atau sebelah selatan.

Saat ini Bandung memang memiliki beberapa icon salah satu yang terkenal adalah Jalan Jalan Braga, merupakan pusat kota yang selalu ramai dikunjungi orang.

Tetapi apakah Anda tahu, bahwa sebelumnya jalan Braga ini selain becek juga sangat sepi dan menyeramkan? Di jalan ini sering terjadi perampokan maupun penculikan. Oleh karena itu, masyarakat memberi nama jalan ini sebagai Jalan Culik, sebelum akhirnya diubah menjadi Jalan Pedati (Pedatiweg) dan selanjutnya berubah lagi menjadi Jalan Braga (Bragaweg). “Java Stores di Bragaweg adalah toko ayahanda mang Ucup,” ujarnya dalam tulisannya .

2.Jalan Tamblong

Sementara itu, dulu sekitar tahun 1874, hanya ada enam keluarga Tionghoa saja yang ada di Bandung. Orang Tionghoa pertama yang tinggal menetap di Bandung bernama Tam Long, dan hingga saat ini dikenal dan diabadikan menjadi Jalan Tamblong.

3. Jalan Banceuy

Dulu, sebelum adanya kendaraan bermotor di kawasan Banceuy (Bantjeuyweg), kawasan ini pernah dijadikan tempat peristirahatan dan tempat mengganti kuda. Di situ pula para kusir kereta bisa mendapakan bantuan air (cai) minum untuk kuda-kudanya, yang dalam bahasa Sunda “bantuan cai”. Dari situlah diserap kata Banceuy.

4.Jalan Wastukencana

Nah mau tahu juga tentang Jalan Wastukancana? yang kini sering disingkat menjadi Wastu. Dahulu, nama Jalan Wastukancana ini adalah Engelbert Van Bevervoordeweg. Ia pelopor dalam dunia penerbangan. Ia meninggal karena pada tahun 1918 pesawatnya jatuh di Bandara Sukamiskin. Untuk mengenang jasanya, pemerintah Belanda membuat patung dirinya pada tahun 1920. Patung tersebut diletakkan di sebuah tikungan jalan yang sekarang adalah Jalan Wastu Kencana. Setelah Indonesia merdeka, patung tersebut dipindahkan ke Museum Bronbeek di Arnhem, Belanda.

5. Jalan Sultan Agung

Sedangkan untuk Jalan Sultan Agung dahulunya bernama Heetjansweg. Sultan Agung adalah nama dari Sultan Mataram III yang memerintah antara tahun 1613-1645 M. Melalui salah satu perwira andalannya, Bupati Kendal Tumenggung Bahureksa, ia berhasil mengalahkan Madura. Nama bupati Bahureksa inilah pula yang dipakai untuk menggantikan nama Jalan Gelriastraat sebelumnya.

6. Jalan Siliwangi

Jalan Siliwangi dahulu bernama Dr. De Greerweg. Nama Siliwangi diambil dari Prabu Siliwangi. Prabu Siliwangi adalah Raja Pajajaran yang terkenal karena kepemimpinannya dapat menjadikan masyarakat Pajajaran sejahtera, adil, dan makmur.

7. Jalan Trunojoyo

Jalan Trunojoyo dahulunya bernama Wenckebachstraat, sedangkan Jalan Tirtayasa pada masa kolonial bernama Frisiastraat. Itulah secuplik sejarah mengenai asal-muasal beberapa nama jalan dan kawasan di Bandung.

Itulah sejarah tujuh jalan di Bandung kupasan Mang Ucup, nah semoga bisa jadi pengetahuan buat pembaca ayobandung

Editor: Redaksi AyoBandung.Com

artikel terkait

dewanpers