web analytics
  

Siswa SMA Muthahhari Raih Medali Perak Matematika Dunia

Senin, 10 Agustus 2015 14:13 WIB Yatti Chahyati

MEDALI: Muhammad Fadhl 'Abbas (tengah), Muhammad Haidar (kiri), dan Muhammad Fadhil Zhafron berpose bersama setelah memperoleh Silver Medal dalam PAYA 8th International Scientific League di Iran, akhir Juli lalu. (Dok pendamping)

 

Bandung- Siswa SMA Plus Muthahhari mencetak prestasi membanggakan bukan hanya untuk Bandung namun indonesia. Dua siswa mereka yakni Muhammad Haidar dan Muhammad Fadhl 'Abbas berhasil meraih medali perak kategori Ilmu Matematika dalam PAYA 8th International Scientific League di Iran, akhir Juli lalu.

Pendamping ahli siswa Dimitri Mahayana mengatakan mereka berhasil mengungguli peserta dari Inggris, Italia, Tunisia, India, Pakistan, dan banyak negara lainnya. “Sebetulnya dari Indonesia ada tiga orang, satu siswa lagi dari Muhammad Fadhil Zhafron yang berasal dari SMA YAPI, Bangil, Jawa Timur,” tuturnya Senin(10/8/2015).

Dijelaskannya  tim Indonesia berhasil meraih juara kedua, “PAYA ini kejuaran sains dan matematika untuk siswa menengah paling bergensi di dunia umumnya dan khususnya di kawasan Timur Tengah," sambung Drs. Asep Amir Hamzah, guru SMU Plus Muthahhari, yang juga bertindak sebagai pembina.

Dimitri melanjutkan medali emas sendiri diraih siswa dari Tunisia. Kompetisi sendiri digelar di Syahid Behesti University di Teheran, ibu kota Iran, dengan dibuka oleh Deputi Menteri Pendidikan Riset dan Teknologi.

Menurut dia, para pemenang kompetisi semacam ini selayaknya terus dikembangkan dan dibina, sehingga kelak bisa memberikan sousi dalam industri teknologi tinggi maupun solusi kemasyarakat praktis bagi masyarakat Indonesia maupun global.

"Kemenangan ini juga menandakan, tidak ada masalah dengan bibit unggul generasi muda Indonesia. Jika ternyata bangsa kita masih belum kompetitif, saya yakin bukan persoalan sumber daya, tapi mungkin ada regulasi yang salah," pungkasnya. (*/yatti)

 

Editor: Yatti Chahyati

artikel lainnya

dewanpers